Operator Hotel Amazing Tawarkan Empat Pola Kerja Sama Bisnis 

Chief Executive Officer (CEO) Amazing Hotel and Resort, Teuku Munawarsyah. ANTARAN / Foto Istimewa
Bagikan:

“Setelah dihempas pandemi, kini saatnya kita bangkit kembali membangkitkan bisnis hotel dan resort agar lebih bergairah,” kata Teuku Munawarsyah. 

Jurnalis : Sahidal Andriadi

ANTARAN|JAKARTA – Dalam dua tahun terakhir, industri hotel dan resort terguncang akibat pandemi Covid-19, bahkan ada ada yang memilih melelang propertinya lantaran yang tak sanggup bangkit lagi meski pandemi telah berakhir.

Melihat fenomena itu, Amazing Hotel Management selaku operator lokal manajemen hotel yang telah beroperasi sejak 12 tahun lalu menawarkan empat pola kerja sama kepada pemilik hotel dan resort untuk menghidupkan kembali bisnisnya.

Chief Executive Officer (CEO) Amazing Hotel and Resort, Teuku Munawarsyah mengatakan tawaran itu lantaran melihat peluang untuk kembali menggairahkan bisnis hotel.

Baca Juga:  Bersama Komunitas Wisata Tuantapa, Seniman Aceh Kunjungi Spot Wisata di Labuhanhaji Raya

“Setelah dihempas pandemi, kini saatnya kita bangkit kembali membangkitkan bisnis hotel dan resort agar lebih bergairah,” kata Teuku Munawarsyah dalam keterangan tertulis, Minggu (17/09/2023).

Sebagai operator lokal Indonesia untuk bisnis hotel dan resort, Amazing menawarkan kerja sama pengelolaan hotel. Berikut empat pola kerja sama yang ditawarkan untuk membantu memaksimalkan keuntungan.

Pertama, menyewakan hotel. Dalam hal ini pemilik hotel atau resort hanya menyewakan aset kepada operator dalam jangka waktu tertentu dengan nilai sewa yang disepakati bersama.

Kedua, kepastian keuntungan bagi pemilik hotel. Dalam pola ini, pemilik hotel mendapat setoran uang di muka. Sedangkan operator menanggung sepenuhnya seluruh biaya dalam menjalankan bisnis hotelnya.

Baca Juga:  Said Mulyadi, Nurdin, Muslem, dan Haili ‘Tokoh Peduli PWI’, Ini Kontribusi Mereka

Ketiga, sistem relaunching. Sistem ini membutuhkan perbaikan properti lalu menciptakan segmen khusus yang membedakannya (diferensiasi) dengan pesaing.

“Jika sebelumnya ada kesan jelek terhadap properti tersebut, dapat dibangun image baru. Ini memerlukan dana segar yang lumayan dan perlu kalkulasi biaya untuk merebut pasar,” kata Teuku Munawarsyah yang akrab disapa Pon Nyak itu.

Keempat, kerja sama dapat dilakukan dengan sistem pembagian laba antara pemilik dan operator yang menjalankan manajemen hotel. Dalam pola ini, semua biaya ditanggung bersama terlebih dahulu.

Nantinya, biaya yang dikeluarkan di awal itu akan dipotong. Sisa setelah dipotong biaya awal itulah yang dibagikan (gross operating profit) antara pemilik dan operator hotel sesuai dengan persentase yang disepakati di awal.

Baca Juga:  Alhudri Sampaikan Duka Mendalam Pada Korban Kebakaran Ulun Tanoh  

“Pola kerja sama ini baru dapat berjalan jika kedua pihak yaitu pemilik dan operator menjalin kerja sama dengan saling percaya dan yakin. Dengan begitu, kita dapat bersama-sama keluar dari keterpurukan dan kembali menggairahkan bisnis hotel,” kata Teuku Munawarsyah.

Sebagai operator hotel lokal, Amazing saat ini mengelola enam hotel dan resort di seluruh Indonesia yakni di Palu (Sulawesi Tengah), Kendari (Sulawesi Tenggara), Palembang (Sumatera Selatan), Bogor (Jawa Barat), Bengkulu dan Lubuk Linggau di Sumatera Selatan.

Selain itu, ada dua proyek baru yang sedang digarap masing-masing di Pulau Tidung (Kepulauan Seribu) dan Bali.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.