Pacuan Kuda Diharapkan Bisa Ungkit Ekonomi Masyarakat Gayo Lues 

Pj Bupati Gayo Lues, Drs H Alhudri MM pada saat menyaksikan langsung Pacuan kuda Tradisional di Buntul Nege, Kamis (24/08/2023). ANTARAN / Bayu Y
Bagikan:

“Pacuan kuda sangat di minati oleh seluruh masyarakat Gayo Lues juga masyarakat dari luar Daerah,” papar Alhudri.

Jurnalis : Bayu Y

ANTARAN|BLANGKEJEREN – Pelaksanaan pacuan kuda tradisional di Gayo Lues diharapkan bisa mengungkit ekonomi masyarakat. Harapan itu disampaikan Pj Bupati Gayo Lues, Drs H Alhudri MM pada saat menyaksikan langsung Pacuan kuda Tradisional di Buntul Nege, Kamis (24/08/2023).

“Pacua Kuda merupakan Olahraga dan Hiburan rakyat paling digemari oleh masyarakat di Gayo Lues. Selain kuda lokal kuda-kuda peranakan ikut berlaga pada Pacu kuda di buntul Nege,” kata Alhudri.

Baca Juga:  Jalan Nasional dan Puluhan Rumah Tergenang Banjir

Dijelaskannya, pacuan kuda tradisional terbesar biasa dilaksanakan pada peringatan HUT RI dan HUT Kabupaten Gayo Lues dan pelaksanaan Pacuan Kuda ini diselenggarakan setiap tahun di Wilayah Tengah Aceh begitu juga di Gayo Lues.

“Pacuan kuda sangat di minati oleh seluruh masyarakat Gayo Lues juga masyarakat dari luar Daerah. Kedatangan penonton dari berbagai daerah pada event pacuan kuda ini menimbulkan keramaian,” papar Alhudri.

Lanjutnya, dengan keragaman itu diharapkan bisa membangkitkan gaira ekonomi masyarakat, sehingga perdagangan UKM bermunculan, dengan kondisi ini pertukaran uang juga akan mengalami peningkatan.

Baca Juga:  MTQ Aceh Ke-36 di Simeulue Resmi di Tutup, Ini Pesan Wali Nanggroe

“Pacuan kuda tradisional salah satu event ekowisata yang bisa menarik wisatawan dari luar daerah. Pemerintah Daerah akan terus melakukan promosi agar dimintai oleh wisatawan dari luar daerah nasional dan manca negara,” terang Alhudri.

Alhudri minta semua elemen masyarakat ikut mendukung Ekowisata di Gayo Lues dengan mengajak masyarakat dari luar daerah, baik melalui medsos dan media masa.

Ketua Pordasi Gayo Lues, Mahibun Pane menyebutkan pacuan Kuda tradisional sudah merakyat dan dilaksanakan setiap tahunnya sejak jaman Belanda. “Pordasi Gayo Lues sangat mengapresiasi pemerintah daerah yang terus memberikan dukungan dalam setiap pelaksanaan Event Pacuan Kuda,” katanya.

Baca Juga:  Liga Bebek Abdya, Ajang Silaturahmi Melalui Sepakbola

Ia juga mengatakan bahwa masyarakat Gayo Lues sangat mencintai Pacuan Kuda, dan masyarakat Gayo Lues merasa memiliki pacuan kuda tradisional. “Kita berharap masyarakat dai luar daerah bisa datang langsung ke Gayo Lues untuk menyaksikan pacuan kuda tradisional hanya di Gayo Lues,” pungkasnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.