PAD Tertinggi Aceh Selatan Didulang Dari BPHTB dan Pajak Hiburan

Kabid Pendapatan BPKD Aceh Selatan, Burhanuddin, S.IP saat member keterangan tentang PAD Tahun 2023. ANTARAN / Foto Istimewa.
Bagikan:

“PAD Aceh Selatan tertinggi didulang dari BPHTB dan pajak hiburan (tontonan). Pencapaiannya melampaui dari nominal yang ditargetkan. Pemasukan lain terdongkrak dari beberapa item, termasuk sewa los pasar Kota Fajar dan pajak burung Walet,” ungkap Burhanuddin.

Jurnalis : Sudirman Hamid

ANTARAN|TAPAKTUAN – Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Aceh Selatan terdongkrak dari pemasukan Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), sewa Los Pasar dan pajak hiburan (tontonan).

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Aceh Selatan, Syamsul Bahri SH yang dikonfirmasi melalui Kepala Bidang (Kabid) Pendapatan, Burhanuddin, S.IP mengakui, perolehan PAD tertinggi berasal dari BPHTB, selebihnya ditunjang dari pendapatan lain yang tidak menyalahi aturan.

“PAD Aceh Selatan tertinggi didulang dari BPHTB dan pajak hiburan (tontonan). Pencapaiannya melampaui dari nominal yang ditargetkan. Pemasukan lain terdongkrak dari beberapa item, termasuk sewa los pasar Kota Fajar, pajak burung Walet dan PBB pabrik kelapa sawit PT ATAK. Kondisi ini terus kita pacu untuk meningkatkan pendapatan daerah,” ungkap Burhanuddin kepada antaran, Senin (03/07/2023) di Tapaktuan.

Baca Juga:  Pj Bupati : Rancangan KUPA dan PPAS-P Gayo Lues Harap Dimaknai Dengan Arif dan Bijaksana

Menurut Burhanuddin, pencapaian BPHTB Aceh Selatan tahun anggaran 2023 ditargetkan sebesar Rp 1 milyar. Asumsi ini diyakini bisa berhasil dengan baik dan sesuai harapan. Pencapaian ini tidak terlepas dari upaya dan kegigihan pimpinan daerah dalam menetapkan peta Zona Nilai Tanah (ZNT).

Selain bersumber dari pajak BPHTB, kita juga mengunduh pendapatan asli dari usaha Burung Walet yang bersifat temporer senilai Rp 15 per tahun. Kemudian sewa 48 loss Pasar Bertingkat Kota Fajar sebesar Rp 144 juta per tahun. Pajak tiket hiburan yang sudah masuk kas daerah Rp 16.800.000. Kita juga mendapat suntikan PBB-P2 dari Pabrik Kelapa Sawit PT ATAK Trumon Timur.

Baca Juga:  MCS BPJS di Abdya Berikan Pelayanan Hingga Pelosok Gampong

Sebagai gambaran, kehadiran investor (PT ATAK) sangat berdampak positif bagi perkembangan daerah. Selain mendongkrak PAD juga merekrut tenaga kerja dan menunjang perekonomian masyarakat.

“Sewa loss Pasar dipungut sesuai amanah Qanun Nomor 2 Tahun 2019 tentang penyewaan bangunan milik pemerintah daerah, yakni per loss dibebankan sewa sebesar Rp 3 juta per tahun. Dari keseluruhan PAD yang dikelola BPKD Aceh Selatan, pajak karcis hiburan sudah tembus 120 persen dari nominal yang ditetapkan,” papar Burhanuddin.

Baca Juga:  Agara Kembali Dilanda Banjir

Untuk diketahui, sambung Kabid Pendapatan, asumsi pendapatan dari pundi pajak hiburan rakyat tahun anggaran 2023 ditargetkan Rp 10 juta. Diluar dugaan, hingga bulan Juni 2023 pencapaiannya sudah tembus 120 persen atau setara Rp 16.800.000 sebelum tahun berjalan berakhir.

“Ini sebuah fakta yang mengejutkan dan menjadi perhatian pemerintah dan pihak BPKD. Ternyata pajak hiburan mengalami lonjakan luar biasa. Ke depan akan kita gelar musyawarah dengan pemangku kebijakan dan pihak berkompeten untuk membicarakan peningkatan PAD Aceh Selatan dari berbagai sumber,” tutup Burhanuddin saat ditemui di ruang kerjanya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.