Padi Diserang Hama Burung, Petani di Bener Meriah Berjaga Setiap Hari

Hama burung menyerang tanaman padi milik petani di Kampung Tingkem Bersatu, Kecamatan Bukit, Kabupaten Bener Meriah. ANTARAN / SYAH ANTONI
Bagikan:

“Sepertinya karena berkurangnya jumlah sawah dan penanaman yang tidak serentak. Tahun sebelumnya tidak sampai harus berjaga setiap hari. Mudah – mudahan serangan burung dapat ditangkal sampai padi dapat dipanen seminggu atau 2 minggu kedepan,” pungkas Suardi.

Jurnalis : Syah Antoni

ANTARANNEWS.COM|REDELONG – Hama burung menyerang tanaman padi milik petani di Kampung Tingkem Bersatu, Kecamatan Bukit, Kabupaten Bener Meriah. Serangan burung membuat petani berjaga disawah setiap hari hingga masa panen tiba.

Suardi (54), salah satu petani di Ume Lah, Kampung Tingkem, Kecamatan Bukit, Kabupaten Bener Meriah, kepada antarannews.com, Kamis (08/09/2022) mengatakan, burung – burung mulai menyerang tanaman padinya sejak sebulan lalu, saat padi – padinya baru mengeluarkan bulir padi.

Baca Juga:  Terancam Putus, Badan Jalan Nasional Subulussalam-Medan Belum Kunjung Diperbaiki

“Burung mulai berdatangan sejak sebulan yang lalu, saat padi – padi mulai mengeluarkan buah. Namun intensitas serangannya makin meningkat mulai 2 minggu kebelakang ketika bulir padi mulai berisi,” ungkap Suardi kepada antarannews.com, saat berkunjung ke sawahnya Kamis (08/09/2022) pagi.

Suardi menambahkan, sejak serangan hama burung meningkat, setiap hari, ia dan istrinya selalu berjaga sekaligus mengusir burung yang hinggap disekitar sawahnya. Selain itu, ia juga menempatkan beberapa jaring disekitar sawahnya untuk menjerat burung.

Baca Juga:  Sudah Tujuh Kali Berturut - turut, Aceh Selatan Raih WTP Dari BPK- RI Perwakilan Aceh

“Kami hanya memasang dua jaring saja, karena harga jaring yang lumayan mahal. Setiap hari, biasanya ada 10 sampai 20 ekor burung pipit yang terjerat. Burung – burung tersebut biasanya kami jadikan lauk atau dibagikan kepada orang lain yang berkunjung ke sawah,” tambahnya.

Lebih lanjut, Suardi mengatakan, serangan burung tahun ini cukup parah dibandingkan tahun – tahun sebelumnya. Menurutnya, berkurangnya lahan persawahan serta penanaman yang tidak serentak membuat serangan hama burung merajalela.

Baca Juga:  Hingga Hari ke 6 Pasca Banjir Bandang, Akitivitas Pendidikan di Ladang Rimba Masih Lumpuh

“Sepertinya karena berkurangnya jumlah sawah dan penanaman yang tidak serentak. Tahun sebelumnya tidak sampai harus berjaga setiap hari. Mudah – mudahan serangan burung dapat ditangkal sampai padi dapat dipanen seminggu atau 2 minggu kedepan,” pungkas Suardi.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.