Pakan Ayam Mahal, Sebabkan Harga Telur Naik

Harga telur Ras di Banda Aceh kembali naik menjadi Rp 48.000/papa, Sabtu (13/08/2022). ANTARAN / IKHWAN KARAZI ALSABI
Bagikan:

“Baru dua hari ini harga telur udah naik lagi. Kemarin sekitar dua minggu lalu harga telur Rp 46.000/papan, sekarang harga telur sudah naik menjadi Rp 48.000/papannya,” kata Sofyan (23).

Jurnalis : Ikhwan Karazi Alsabi

ANTARANNEWS.COM|BANDA ACEH – Sekitar dua minggu lalu harga telur ras di Banda Aceh sempat turun di level harga Rp 46.000/papan. Namun sejak dua hari terakhir ini, harga telur Ras kembali naik menjadi Rp 48.000/papa. Menurut informasi, naiknya harga telur tersebut disebabkan oleh mahalnya harga pakan.

Baca Juga:  11 Hektar Ladang Ganja di Aceh Besar Dimusnahkan, Ini Kata Kapolda Aceh

“Baru dua hari ini harga telur udah naik lagi. Kemarin sekitar dua minggu lalu harga telur Rp 46.000/papan, sekarang harga telur sudah Rp 48.000/papannya,” kata Sofyan (23), salah seorang pedagang di Pasar Lamnyong, Banda Aceh kepada antarannws.com, Sabtu (13/08/2022).

Menurutnya, kenaikan harga ini murni diakibatkan oleh semakin mahalnya harga pakan seiring dengan naiknya harga bahan baku untuk pembuatan pakan ayam.

“Pakan ayam sudah kurang diproduksi karena mahalnya bahan baku untuk pembuatan pakan, sehingga sudah tidak cocok lagi harganya. Ya akhirnya berimbas pada hasil produksi terlur,” katanya

Baca Juga:  Yara Abdya Minta Pemkab Respon Terkait Adanya Oknum PNS Yang Diduga Nyambi Jadi Rentenir

Sofyan juga menjelaskan, dirinya sebagai pedagang menjual dagangannya sesuai modal yang dikeluarkan setelah ditambah sedikit keuntungan.

“Waktu turun kami jual tiga butir itu Rp 5.000, waktu harga sudah naik pun tetap sama juga. Tapi ya untungnya tipis, karena penjual ini pada waktu-waktu harga lagi mahal harus sedikit mengalah di rezeki,” katanya.

Lebih lanjutnya Sofyan mengatakan, sebagai seorang pedagang tentu sudah harus siap dengan semua kondisi untuk rugi, apalagi dengan kondisi harga yang melambung dan cenderung tidak stabil.

Baca Juga:  Kabupaten Aceh Selatan Dapat Penghargaan dari Wakil Presiden RI

“Iya, bagaimana ya bang, memang sudah resiko berdagang, susah dibilangnya. Yang pasti udah mahal kali. Itu aja harga telur sudah naik tapi tidak turun-turun lagi harganya. Ya akhinya kami harus jualan dengan harga segitu meskipun tipis untungnya,” ungkapnya.

“Paling nanti waktu turun Rp 10.000 saja misalnya, kami tetap jual dengan harga Rp 5.000 untuk tiga butirnya, karena tidak akan lama juga naik lagi harganya,” pungkasnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.