Panwaslih Aceh Selatan Dorong Saksi Aktif dan Siaga Penuh di TPS Pada Pemilu 2024

Ketua Panwaslih Aceh Selatan, Deri Friadi (berdiri) saat memberi penjelasan tentang tugas dan kewenangan saksi didampingi Komisioner KIP Sudarman Syarif (Kaos hitam) dan Basar Mulyadi anggota Panwaslih. ANTARAN / Istimewa.
Bagikan:

“Tugas saksi bukan hanya datang ke TPS, duduk dan mencatat suara sah atau tidak sah. saksi harus mampu menganalisis dan mendokumentasikan seluruh kegiatan di TPS untuk mewujudkan Pemilu bersih, jujur, damai dan sukses,” kata Deri Friadi.

Jurnalis : Sudirman Hamid

ANTARAN|TAPAKTUAN – Panitia Pengawas Pemilihan (Panwaslih) Aceh Selatan mendorong kinerja saksi untuk aktif dan sigap dalam menjaga hak dan kewajiban di Tempat Pemungutan Suara (TPS) pada Pemilu 2024.

Ketua Panwaslih Aceh Selatan, Deri Friadi mengatakan, saksi merupakan representatif peserta pemilu untuk menjaga hak peserta pemilu pada pemungutan dan penghitungan suara di TPS. Pernyataan tersebut disampaikan saat kegiatan Training of Trainer (ToT) Pelatihan Saksi Peserta Pemilu Tahun 2024 di Tapaktuan, Kamis (21/12/2023).

Baca Juga:  Gayo Lues dan Abdya MoU Perdagangan Hasil Komoditi Pangan

“Tugas saksi bukan hanya datang ke TPS, duduk dan mencatat suara sah atau tidak sah. saksi harus mampu menganalisis dan mendokumentasikan seluruh kegiatan di TPS untuk mewujudkan Pemilu bersih, jujur, damai dan sukses,” kata Deri Friadi.

Menindaklanjuti hal itu, pihaknya berharap saksi yang diutus atau dimandatkan oleh peserta pemilu mempunyai kemampuan menyaksikan proses pemungutan dan penghitungan suara. Tugas saksi berjalan sesuai dengan prinsip penyelenggaraan pemilu yakni langsung, bebas, rahasia, adil dan jujur.

Menurut Deri Friadi, jika dalam pelaksanaan pemungutan suara dan perhitungan suara ditemukan kekeliruan di TPS, saksi dapat merekomendasikan Pemungutan Suara Ulang (PSU). Jalur ini tetap harus sesuai dengan ketentuan dan prosedur yang ada.

“Untuk saksi yang dimandatkan, minimal harus memahami peraturan KPU terkait pemungutan dan penghitungan suara pada pemilu tahun 2024. Bukan sekedar menerima mandat,” tegas Ketua Panwaslih.

Baca Juga:  Polisi Kembali Membekuk Pelaku Penyalahgunaan Narkotika di Aceh Selatan

Ia menambahkan, pada pemilu 2024 mendatang, ada lima jenis surat suara yang akan di pungut hitung. Tugas ini tentunya akan menguras tenaga dan pikiran semua orang yang berada di TPS, mulai dari KPPS, Pam TPS, Pengawas serta para saksi.

Oleh karenanya, saksi yang dimandatkan juga harus mempunyai Kesehatan, baik jasmani maupun Rohani. Sehat badan, juga harus sehat pikiran.

Lebih lanjut, Ketua Panwaslih Aceh Selatan berpesan kepada seluruh perwakilan saksi yang telah diutus untuk mengikuti kegiatan ToT dengan serius agar dapat ditransfer nowledge kepada saksi yang dimandatkan di TPS nanti.

Kegiatan Training of Trainer yang digelar Panwaslih menghadirkan narasumber Anggota Komisioner KIP Aceh Selatan, Sudarman Syarief. Pemateri memaparkan substansi tentang pemungutan dan penghitungan suara pada Pemilu tahun 2024.

Baca Juga:  Permasalahan Tanah Menjadi Perhatian Serius Kejaksaan

Disebutkan, rangkaian tugas di TPS meliputi; tahapan pungut hitung, jenis dan warna surat suara, persiapan TPS hingga pelaksanaan pemungutan dan penghitungan suara pemilu.

“Saksi adalah orang yang diutus di TPS dan mendapat mandat dari peserta pemilu. Nantinya surat mandat saksi akan diserahkan kepada KPPS. Apabila tidak memiliki surat mandat, maka saksi tidak berkenan memasuki TPS,” terang Sudarman Syarif.

Amatan antaran, selain ketua Panwaslih dan komisioner KIP, proses kegiatan Training of Trainer turut dihadiri Kordiv Hukum, Pencegahan, Parmas dan Humas Panwaslih Aceh Selatan Basar Mulyadi. Kegiatan dipandu moderator Fauzi.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.