Pasca Banjir Bandang Trumon Tengah, Tokoh Barsela Desak Gubernur Aceh Tetapkan Status Bencana Daerah

Kondisi bongkahan batu besar/kecil material diterjang banjir bandang menutupi areal perkebunan masyarakat di Ladang Rimba, Trumon Tengah. ANTARAN / Foto dokumentasi.
Bagikan:

“Upaya percepatan pemulihan dampak banjir bandang di Aceh Selatan, Pemprov Aceh hendaknya segera menetapkan sebagai bencana darurat daerah. Jika tidak, maka usaha pemulihan bisa berbulan-bulan,” kata Teuku Sukandi.

Jurnalis : Sudirman Hamid

ANTARAN|TAPAKTUAN – Langkah dan upaya strategis untuk mempercepat pemulihan dampak musibah banjir bandang serta tindakan preventif perlu secepatnya ditetapkan sebagai bencana darurat daerah oleh Pemerintah Aceh.

Menindaklanjuti proses percepatan penanganan tindakan darurat untuk pemulihan perekonomian rakyat, Tokoh pantai Barat-Selatan Teuku Sukandi angkat bicara. Katanya, seharusnya Penjabat (Pj) Gubernur Aceh, Achmad Marzuki sudah menetapkan status banjir bandang Ladang Rimba, Trumon Tengah, Kabupaten Aceh Selatan sebagai bencana daerah.

Baca Juga:  Abu Heri, Petani Asal Meukek Serahkan Bantuan Untuk Korban Banjir Bandang Trumon

“Upaya percepatan pemulihan dampak banjir bandang di Aceh Selatan, Pemprov Aceh hendaknya segera menetapkan sebagai bencana darurat daerah. Jika tidak, maka usaha pemulihan bisa berbulan-bulan,” kata Teuku Sukandi melalui pers rilis kepada antaran, Sabtu (25/11/2023).

Jujur dan nyata serta menyahuti instruksi pemerintah pusat, tambah Teuku Sukandi, langkah ini bagian untuk mengantisipasi, Inflasi, kemiskinan dan menurunnya tingkat Stunting, baik di daerah maupun skala nasional.

“Khusus bencana banjir bandang di Ladang Rimba, pemerintah Aceh jangan terkesan lepas tangan dan membiarkan musibah ini sebagai tanggungjawab Pemkab Aceh Selatan. Solusi terpenting, tetapkan banjir bandang Ladang Rimba berstatus bencana daerah,” tegas Teuku Sukandi.

Baca Juga:  Peduli Bencana, DPC KAI Aceh Selatan Salurkan Bantuan Kepada Korban Banjir di Aceh Selatan

Menurut mantan anggota DPRK Aceh Selatan dari Partai PDI-P itu, sebanyak 2.431 jiwa masyarakat yang menghuni 556 rumah dan toko di Ladang Rimba, sedang menunggu kebijakan pemerintah Aceh.

Solusi kedua, urai Teuku Sukandi, ke depan penangan sungai Lae Soraya Gelombong perlu dilakukan secara terintegrasi (Blue Print). Sehingga sebutan langganan banjir bagi Aceh Selatan, Subulussalam, Aceh Singkil, Aceh Tenggara dan Gayo Lues akan tertangani dengan baik serta menyeluruh.

Pemerintah Provinsi sebagai perwakilan pemerintah pusat di daerah segera membentuk Task Force (satuan tugas) dan siapkan DED (Detail Engineering Design) atau rancangan pembangunan rinci.

Pihaknya juga meminta perhatian Pemerintah pusat, Anggota DPR-RI, DPD asal Aceh berkomitmen untuk mengupayakan Ploting anggaran dan mendorong program ini menjadi program prioritas secara komprehensif.

Baca Juga:  Inpersi Aceh Selatan Salurkan Bantuan dan Bersihkan Rumah Korban Banjir Bandang

Masyarakat Aceh Selatan menaruh harapan besar kepada Pemerintah provinsi Aceh, supaya bersikap serius dalam pelaksanaan program perioritas. Semoga ancaman banjir yang berkesinambungan dan meluas tertangani dengan tuntas.

Sungguh tidak bisa dinapikan, Pemkab Aceh Selatan bersama Forkopimda dan elemen masyarakat mahu membahu dan berusaha maksimal, cepat dan tepat untuk penanganan darurat serta masa panik.

“Saat ini kami menantikan kepedulian dari pemerintah provinsi untuk menetapkan banjir bandang Ladang Rimba sebagai bencana daerah. Jika tidak perekonomian rakyat semangkin parah,” pungkas Teuku Sukandi.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.