“Digerebek Warga”, Keuchik Di Aceh Selatan Dimosi Tak Percaya  

Narasi Surat Mosi Tidak Percaya
Surat Mosi tidak percaya terhadap Keuchik Ie Meudama, Trumon Aceh Selatan yang beredar luas. ANTARAN/Istimewa.
Bagikan:

“Keuchik telah melanggar adat istiadat gampong, etika, norma-norma seorang pemimpin serta diduga melanggar  Syariat Islam,” kata Hendri Sahputra.

Jurnalis: Sudirman Hamid

ANTARAN l TAPAKTUAN-Tuha Peut, Tuha Lapan, mantan Teungku Imum Chiek dan masyarakat Gampong (desa) Ie Meudama, Kecamatan Trumon, Kabupaten Aceh Selatan, Provinsi Aceh melayang mosi tidak percaya kepada Keuchik (kepala desa) setempat. Isunya pasca peristiwa penggerebekan pada Jumat, 26 Januari 2023 sekira pukul 02.30 WIB.

Pantauan antaran, beredar di kalangan masyarakat luas dan media massa, mosi tidak percaya terhadap Keuchik Gampong Ie Meudama tertuang dalam surat tertanggal 29 Januari 2023 yang ditandatangani dan distempel Ketua Tuha Peut Hendri Sahputra, Ketua Tuha Lapan Arifin Sembiring dan mantan Imum Chiek Tgk Baharun, SE.

Surat mosi tidak percaya tersebut turut melampirkan sejumlah tanda tangan masyarakat dan ditujukan kepada Penjabat (Pj) Bupati Aceh Selatan untuk mencopot jabatan keuchik berinisial AJ sebagai bentuk kekecewaan masyarakat.

Ketua Tuha Peut Gampong Ie Meudama Hendri Sahputra kepada media yang telah melansir berita ini menyebutkan, bahwa yang bersangkutan (AJ) telah melanggar adat istiadat Gampong Ie Meudama, etika, norma-norma seorang pemimpin serta diduga melanggar Syariat Islam.

Turut disampaikan, selain dialamatkan kepada Pj Bupati Aceh Selatan, surat mosi tidak percaya kepada keuchik Ie Meudama juga disampaikan kepada Ketua DPRK Aceh Selatan, Kapolres Aceh Selatan, Kejaksaan Negeri Aceh Selatan, DPMG Aceh Selatan, Camat Trumon, Kapolsek Trumon, Danramil Trumon serta Imum Mukim Trumon, beber Hendri Sahputra.

Adapun bunyi dari surat mosi tidak percaya terhadap keuchik Ie Meudama yang sudah menyebar di kalangan publik dan sejumlah media, diantaranya; pada malam Jumat, 26 Januari 2023 sekira pukul 02.30 WIB, Sebagian masyarakat setempat mendatangi/menggerebek rumah keuchik.

Didalam rumah (kamar khusus) ditemukan tiga orang wanita yang diduga penghibur sedang mabuk-mabukan (berjoget dan berdansa ala klub malam) dengan keuchik dan beberapa lelaki asing yang disinyalir bukan muhrim penuh dengan musik karoeke.

“Kami menemukan juga alkohor (minuman keras) dan tuak. Diduga perbuatan serupa sudah lama berlangsung, bahkan sudah pernah ditegur oleh Ketua Tuha Peut,” begitu sebagian narasi isi surat mosi tidak percaya tersebut.

Camat Trumon Samsul Bahri, SIP yang dikonfirmasi melalui Sekretaris Kecamatan (Sekcam), Muhammad Nazir, SIP membenarkan pihaknya ada menerima surat tembusan dari tokoh masyarakat Gampong Ie Meudama terkait mosi tidak percaya. Namun, pihak kecamatan Trumon belum mengetahui duduk permasalahan atau kebenaran isi surat tersebut.

“Kalau tentang peristiwa penggerebekan dan dugaan itu, kami tidak tahu sama sekali kebenarannya,” jawab Sekcam melalui sambungan handpone seraya mengaku sedang dalam perjalanan menuju Banda Aceh, Jumat (02/2/2024) malam.

Sementara itu, Keuchik Ie Meudama AJ yang dikonfirmasi melalui telepon genggam membantah keras seperti narasi yang disampaikan dalam surat mosi tidak percaya tersebut.

“Apa yang disampaikan itu sama sekali tidak benar bang. Di rumah saya ada istri dan anak lelaki sebagai saksi. Jika memang disebutkan berdansa dengan tiga wanita bersama lelaki asing, siapa-siapa wanita dan orang asing itu dan apa buktinya ?. Dibilang ada minuman keras, mana barang dan samplenya??,” jawab AJ tadi malam.

Tegas disampaikan, atas apa yang sudah dituduhkan terhadap dirinya melalui mosi tidak percaya dan tanpa dilengkapi bukti akurat, pihaknya akan meminta pertanggungjawaban.

“Kalau memang ada penggerebekan, masak tidak ada proses di lembaga adat dan hukum gampong. Yakinlah bang, mereka tidak pernah mendatangi kediaman saya pada saat yang disebutkan, apa lagi menggerebek. Kita punya saksi-saksi bahwa itu bohong,” pungkas Keuchik Ie Meudama. (*).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.