Pasca Lebaran, Aktivitas Nelayan di Abdya dan Aceh Selatan Belum Normal

Perahu nelayan terlihat masih berjejer rapi di kawasan PPI Ujung Serangga Kecamatan Susoh, Abdya, Kamis (14/7/2022). ANTARAN / AGUS
Bagikan:

Jurnalis: Agus

ANTARANNEWS.COM|BLANGPIDIE-Aktivitas para nelayan di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) dan Aceh Selatan hingga lima hari pasca lebaran Idul Adha 1443 Hijriah, masih belum normal.

Terpantau di lapangan Kamis (14/7/2022), boat (kapal penangkap ikan) milik nelayan, termasuk perahu pancing masih banyak terlihat berlabuh di kawasan kolam labuh kompleks Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) Ujong Seurangga, Kecamatan Susoh.

Begitu juga di sejumlah lokasi lain seperti di kawasan muara Pulau Kayu, Kecamatan Susoh, hingga kawasan Lhok Pawoh, Kecamatan Manggeng belum banyak terlihat aktivitas nelayan melaut. Termasuk, lapak milik pedagang ikan di kawasan tersebut masih kosong.

Namun, ada juga beberapa nelayan yang menggunakan perahu berukuran kecil tetap memilih melakukan aktivitas tangkap ikan di laut dalam jarak dekat.

Meski cuaca saat ini kurang bersahabat, mereka tetap nekat melaut guna memenuhi permintaan ikan dari konsumen yang kian hari terus meningkat pasca lebaran.

Baca Juga:  Ketua Panwaslih Aceh Selatan Bantah Penertiban APK Pilih Kasih

“Ada beberapa nelayan yang memilih lebih awal untuk beraktivitas. Namun hanya nelayan yang menggunakan perahu kecil saja dengan jarak yang tidak terlalu jauh dari bibir pantai,” ujar Alfi, nelayan setempat.

Dikatakan, kapal yang biasanya digunakan nelayan untuk mencari ikan di lautan lepas masih tertambat di kolam labuh dan muara Pulau Kayu serta dibeberapa muara lainnya seperti Lhok Paoh Manggeng.

Menurut Alfi, kebanyakan anak buah boat di Abdya sedang melakukan persiapan untuk melaut. Mulai dari mempersiapkan persediaan bahan bakar, perbaikan mesin, bahan makanan selama perjalanan termasuk kesiapan alat pendukung tangkap ikan.

Zulfikar nelayan lainnya memprediksi, aktivitas nelayan akan kembali normal pada Sabtu (16/7/2022) mendatang, meskipun dalam dua hari terakhir telah ada nelayan yang memilih untuk melaut.

Baca Juga:  Dayah Khazanatul Hikam Dukung Penolakan Revisi Qanun LKS

“Hari Jumat nelayan Abdya dan Aceh secara umumnya memang tidak melaut, karena merupakan hari pantangan melaut. Apalagi saat ini masih libur lebaran, sehingga masih banyak nelayan yang memanfaatkan waktu liburan mereka,” paparnya.

Menurutnya, selama libur lebaran para nelayan lebih memilih melakukan perbaikan kapal mereka. Mulai dari memperbaiki jaring, mesin, badan kapal, mencat kapal hingga perlengkapan lainnya.

Kondisi tersebut memang telah menjadi tradisi bagi para nelayan pasca libur panjang. Sebab nelayan juga membutuhkan liburan, mengingat waktu mereka untuk dapat berkumpul dengan keluarga juga tidak terlalu banyak.

Di Aceh Selatan

Kondisi serupa juga terlihat di kawasan PPI Labuhan Haji Kabupaten Aceh Selatan. Dimana masih banyak kapal milik nelayan setempat yang terlihat berlabuh di kolam labuh pelabuhan setempat. Aktivitas penjualan ikan di kompleks PPI juga belum ramai seperti hari-hari biasa.

Baca Juga:  STAI Tapaktuan Yudisium Bupati dan Ketua DPRK Aceh Selatan Serta 143 Mahasiswa

Dampak lain yang ditimbulkan akibat nelayan belum melaut yakni masyarakat kesulitan mendapatkan ikan segar untuk dikonsumsi. Kalaupun ada ikan yang dijual di kawasan PPI, itu merupakan ikan hasil tangkapan dari nelayan yang menjaring atau memancing dengan menggunakan perahu kecil, pukat darat, ikan hasil tangkapan sebelum lebaran yang disimpan dengan baik, serta nelayan yang hanya sekedar memancing dekat bibir pantai.

“Memang banyak masyarakat yang mendatangi PPI untuk membeli ikan segar. Kebetulan persediaan ikan memang sangat terbatas. Dengan persediaan yang sangat minim, harganya pun ikut melambung. Namun masyarakat tetap membeli lantaran sudah menjadi kebutuhan,” tutur Khairuddin nelayan di PPI Labuhan Haji. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.