Paska Banjir Bandang, Perekonomian Masyarakat Ladang Rimba Lumpuh

Camat Trumon Timur, Husen sedang menjabarkan kondisi genting tentang lumpuhnya ekonomi rakyat kepada Asisten II, Willy Cahyadi Darwin saat memantau kondisi salah satu masjid di Ladang Rimba. ANTARAN/Sudirman Hamid.
Bagikan:

“Meskipun bantuan tumplek blek dan terus berdatangan, namun hingga hari kesepuluh paska banjir bandang kondisi perekonomian masyarakat Ladang Rimba, Trumon Tengah lumpuh,” kata Camat Trumon Timur.

Jurnalis : Sudirman Hamid

ANTARAN|TAPAKTUAN – Kondisi perekonomian di jantung kota Ladang Rimba, Kecamatan Trumon Tengah, Kabupaten Aceh Selatan, Provinsi Aceh benar-benar mati (lumpuh) paska diterjang banjir bandang, Senin, 20 November 2023, malam tepatnya sepuluh hari lalu.

Pantauan antaran, hiruk pikuk dan aktivitas masyarakat masih berjibaku dengan pembersihan lumpur dan bongkahan kayu serta penanganan darurat. Sementara roda perekonomian sebagai daerah lintasan nasional “stroke” alias lumpuh.

Baca Juga:  Meriahkan HUT RI ke 78 Kabupaten Aceh Selatan, Gampong Batu Itam Juara 1 Gebyar Pawai Karnaval 

Camat Trumon Timur, Husen bersama Camat Trumon Tengah, Lukman Hakim kepada Asisten II Sekdakab Aceh Selatan, Willy Cahyadi Darwin melaporkan, kondisi ekonomi masyarakat hancur dan terpuruk, apalagi harta benda rakyat luluh lantak diterjang banjir bandang.

Saat ini. kata Husen, sebanyak 2.573 jiwa penduduk bergantung nasib dari bantuan yang disalurkan para dermawan, masyarakat, lembaga dan pemerintah. Alhamdulillah bantuan tumplek blek (tumpah ruah), namun roda perekonomian tersungkur dan sulit bangkit kembali.

“Meskipun bantuan tumplek blek dan terus berdatangan, namun hingga hari kesepuluh paska banjir bandang kondisi perekonomian masyarakat Ladang Rimba, Trumon Tengah lumpuh,” kata Camat Trumon Timur, Husin kepada Willy Cahyadi Darwin saat memantau dan berkoordinasi intens tentang penanganan darurat, Rabu (29/11/2023) sore kemarin di Ladang Rimba.

Baca Juga:  Senin Mendatang, Kejari Abdya Berikan Penyuluhan Hukum Kepada Pelaku UMKM

Menurut Husen, aktivitas dan roda perekonomian masyarakat juga tidak berkutik di beberapa gampong di kecamatan Trumon Tengah, Trumon dan Trumon Timur akibat dikepung banjir genangan bersumber dari luapan Sungai Lae Soraya, Gelombang, Kota Subulussalam.

“Dampak dari banjir genangan, selama 14 hari warga disejumlah gampong terombang ambing dan tidak bisa beraktivitas. Selain mengungsi, warga menyelamatkan diri di lantai dua kediaman masing-masing. Sendi-sendi kehidupan benar-benar mati,” papar Camat.

Asisten II Pemkab Aceh Selatan, Willy Cahyadi Darwin kepada antaran menyampaikan, tahap awal pemerintah daerah fokus melakukan penanganan tindak darurat untuk memulihkan kondisi yang carut-marut paska banjir bandang.

Baca Juga:  Sistem Penyampaian Informasi di RTH Tapaktuan Sudah Gunakan IOT

“Saya sebagai koordinator tim penanganan darurat bencana harus melakukan koordinasi dan memantau setiap perkembangan di lapangan, termasuk rentang kendala yang dihadapi. Hasil dari pemantauan ini, kami sampaikan kepada bapak Pj Bupati,” cetusnya.

Pemerintah harus tau faktor kendala dan sektor apa yang butuh dibenahi untuk percepatan pemulihan. Sehingga langkah dan upaya dilakukan tepat guna, ungkap Willy Cahyadi singkat seraya memberitahu, pihaknya akan menggali berbagai persoalan dari elemen terkait.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.