PDAM Tidak Mengalir, Warga Manfaatkan Tadah Air Hujan

Petugas PDAM Kota Subulussalam melakukan perbaikan mesin di pusat kerusakan, dikoordinir Junaidi Simbolon. ANTARAN/Ist
Bagikan:

“Karena mati total kami kewalahan mendapatkan air bersih sehingga terpaksa tadah hujan dan mandi ke sungai,” aku sumber, sebut belum tau kapan PDAM normal meski melihat pegawai terkait terus bekerja di sana.

Jurnalis: Khairul

ANTARAN | SUBULUSSALAM – Akibat PDAM Kota Subulussalam hampir sebulan tidak mengalir, warga yang selama ini bergantung air pasokan PDAM terpaksa memanfaatkan tadah hujan. Warga lain, membeli air dari pihak penjual jasa terkait meski dengan harga tinggi.

Warga berharap dinas yang menangani urusan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) bisa melihat masalah ini secara jernih dan melakukan perbaikan, terlepas apa penyebab air tak mengalir.

Pantauan bagian depan beberapa rumah warga, khusus di Kecamatan Penanggalan dalam beberapa hari terakhir tampak tampungan air tadah hujan. Namun curah hujan kecil, penampung, seperti ember plastik hingga tong bekas cat tidak penuh.

Diketahui, terganggu operasi PDAM di sana menyusul kerusakan mesin pompa PDAM akibat dihantam petir beberapa pekan lalu.

Baca Juga:  Babinsa Koramil 13/Kluet Timur Lakukan Komsos dengan Petani

“Karena mati total kami kewalahan mendapatkan air bersih sehingga terpaksa tadah hujan dan mandi ke sungai,” aku sumber, sebut belum tau kapan PDAM normal meski melihat pegawai terkait terus bekerja di sana.

Pelanggan lain, warga Penanggalan Darmin kepada antaran, pada Jumat (17/11/2023) menilai Pemko tidak serius mengurus PDAM, padahal air sangat riskan dalam kebutuhan masyarakat.

“Macam nggak serius Pemko ngurus PDAM, padahal air sangat riskan dan kebutuhan masyarakat. Kita harap pemerintah mencari solusi cepat agar air bisa mengalir normal ke rumah warga”, pinta Darmin.

Sumber lain sebut jika solusinya tergantung pemerintah. “Meskipun sangat diperlukan, kalau pemerintah terkesan abai dengan kondisi ini, kita mau bilang apa,” pesimis sumber.

Alasan dia, keluhan warga masalah PDAM tersebut sudah cukup lama dan nyaris belum disahuti, Pemko dinilai gagal memenuhi harapan konsumen. Faktanya, tiga periode depenitif kepala daerah keluhan itu terkesan belum direspon.

Baca Juga:  Tolak Peserta Test Tersandung Kasus Kode Etik, BEM UGL Kutacane Gelar Demo

Disesalkan, sejak ada PDAM pernah dipasang meteran tanpa pipa. Saat pipa dan meteran ada, air tidak mengalir. “Prihatin kita dengan kondisi PDAM, padahal ada yang menyebut dengan dana dua miliar operasional PDAM bisa normal dan efektif”, aku sumber, berharap Pemko lebih serius untuk PDAM terbaik.

Bahwa air merupakan hajat hidup orang banyak, dengan fakta berulang operasi PDAM tak normal, bisa jadi sebagai indikasi tidak serius Pemko memenuhi kebutuhan warga soal air.

Pasca operasi PDAM ini sekira 2010 lalu, hingga saat ini nyaris persoalan air bersih pasokan PDAM tak selesai. Bahkan diindikasi warga sudah lelah mengeluh.

Peristiwa terbakar kabel jaringan listrik milik PDAM berpusat di Jontor, Kecamatan Penanggalan awal April lalu, menjadi harapan warga ada perbaikan maksimal dilakukan pemerintah, pasokan air ke semua pelanggan semakin merata hingga efektif beroperasi, nyatanya sebatas harapan.

Pelaksana PDAM, Junaidi Simbolon dikonfirmasi terpisah akui pihaknya berupaya secepatnya melakukan perbaikan yang rusak.

Baca Juga:  Sawit di Abdya Terus Anjlok, Ini Harganya Sekarang

Namun disayangkan saat pengerjaan kontrol panel, tenaga ahli panel sakit dan terkendala pengerjaan. “Saat akan dikerjakan kontrol panel, naas, yang faham panel teknisi lokal sakit dan dirujuk ke Medan”, aku Junaidi, pastikan mencari teknisi yang faham panel intake 3 fhase.

Soal pompa rusak karena hantaman petir, dibenarkan. Dikatakan, untuk kebutuhan empat unit pompa intake minimal dibutuhkan biaya sebesar dua miliar rupiah.

Dengan empat pompa intake, PDAM bisa beroperasi normal 24 jam. Dua unit hanya 9 s/d 10 jam, akibatnya terkendala pengaliran air. Sekira 1.700-an pelanggan, fokus 800-an di Kecamatan Penanggalan akan bisa terpenuhi dengan empat intake. Soal lain, pipa induk di sejumlah titik bocor, vulp dan meteran rusak.

Lalu upaya seharusnya dilakukan, selain efektif empat pompa tambah operator profesional minimal satu orang dan benahi pipa induk agar meteran bisa diaktifkan kembali. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.