Pelajar SMP Dihimbau Hindari Narkoba, Pernikahan Dini dan Sibuk Main Hp

Kabid Pembinaan SD dan SMP Erwan, S.Pd, M.Pd saat menjadi Pembina upacara di SMPN I Sawang. ANTARAN/Sudirman Hamid.
Bagikan:

“Adik-adik pelajar harus mengutamakan belajar agar sukses dan jadi orang pintar. Mohon hindari narkoba, pernikahan dini dan sibuk bermain handpone,” kata Erwan, S.Pd, M.Pd.

Jurnalis: Sudirman Hamid

ANTARAN l TAPAKTUAN-Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Aceh Selatan melakukan kunjungan dan pengawasan sekaligus menjadi Pembina Upacara di SMPN I Sawang, Senin (5/2/2024).

Dihadapan 199 pelajar dan puluhan dewan guru SMPN I Sawang, dalam arahannya Kabid SD dan SMP, Erwan, S.Pd, M.Pd mengatakan, adik-adik harus sungguh-sungguh belajar agar menjadi orang pintar dan sukses. Kelak, adik-adiklah generasi pewaris bangsa dan negara.

“Sebagai generasi penerus, pemikiran dan kecerdasan adik-adiklah yang menentukan maju mundurnya, daerah, bangsa dan negara. Karenanya, jauhi dan hindari narkoba, pernikahan dini dan jangan sibuk bermain handpone (hp), kecuali untuk belajar,” ujar Erwan saat bertindak sebagai Pembina upacara.

Selain beberapa hal yang harus dihindari, para pelajar juga tidak boleh keluyuran diluar sekolah, baik petang maupun malam hari. Apabila berpergian, adik-adik mesti mendapat izin atau memberitahu orang tua, sehingga tidak timbul kecemasan dan terjadi hal-hal yang tidak diingini.

Sekarang ini, sebut Erwan, betapa banyak peristiwa-peristiwa aneh yang terjadi di luar Aceh Selatan, termasuk informasi begal dan pelecehan seksual. Selain dituntut belajar yang rajin, adik-adik juga harus mengikuti pendidikan pengetahuan ilmu agama untuk menjadi orang bertaqwa dan beriman.

Kabid Pembinaan SD dan SMP juga menegaskan agar dewan guru dan Tata Usaha yang bertugas di SMPN I Sawang terus meningkatkan kedisiplinan dalam memacu kualitas dan mendorong kemajuan pendidikan.

“Saya harap dewan guru SMPN I Sawang berpegang teguh kepada tanggungjawab dan tugas. Jangan ada guru yang keluyuran saat jam dinas atau bolos dari tugas dengan mengenyampingkan kedisiplinan. Hari ini saya turun berkunjung dan memantau SMPN I Sawang, nanti saya juga akan turun ke sekolah-sekolah lain,” ucapnya.

Kepala SMPN I Sawang, Darman, S.Pd mengaku terkejut dengan kedatangan Kabid Pembinaan SD dan SMP Disdikbud Aceh Selatan, karena tidak barengi pemberitahuan terlebih dahulu.

“Biasanya, pada saat sudah dimulai upacara hari Senin, pintu pagar kita tutup rapat dan dikunci. Kalau ada guru dan pelajar terlambat datang, maka harus menunggu upacara selesai baru diperbolehkan masuk. Pas pak Kabid datang, pintu pagar belum kita tutup,” papar Darman.

Semua itu kami lakukan untuk meningkatkan kedisiplinan dan menjaga ketertiban para pelajar dan dewan guru. InsyaAllah, arahan, bimbingan dan aturan yang diamanahkan pemerintah kami laksanakan dengan sebaik-baiknya.

“Di SMPN I Sawang memiliki 21 guru PNS, terdiri 13 orang PNS dan delapan Tenaga Kependidikan (Tendik). Selebihnya, delapan orang Guru Tidak Tetap (GTT) dan tiga bukan berstatus PNS. Pada hari ini semua guru hadir tepat waktu dan mengikuti upacara bendera,” tutup Darman secara terpisah. (*).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.