Pelaku Utama Pembunuhan di Manggamat Aceh Selatan Divonis Seumur Hidup

Kantor Pengadilan Negeri Tapaktuan, Aceh Selatan. ANTARAN/dokumentasi.
Bagikan:

“Berdasarkan vonis Majelis Hakim Pengadilan Negeri Tapaktuan, terdakwa inisial MN terbukti bersalah melanggar Pasal 340 KUHPidana dengan hukuman Penjara seumur hidup,” kata Maman Supriadi, SH, MH.

Jurnalis : Sudirman Hamid

ANTARAN|TAPAKTUAN – Majelis Hakim Pengadilan Negeri Tapaktuan, kabupaten Aceh Selatan membacakan Putusan Perkara Pembunuhan Terhadap Korban Inisial MI di Semak-semak Gampong (desa) Siurai-Urai, Kluet Tengah Aceh Selatan, pada 15 April 2023 lalu.

Perkara pembunuhan terhadap Korban MI, Majelis Hakim Pengadilan Negeri Tapaktuan membacakan putusan pada sidang yang digelar, Kamis (11/01/2024).

Proses persidangan kedua terdakwa tentang pembacaan putusan didampingi dua Penasehat hukum (pengacara) Maman Supriadi, SHI, MH dan Afrizal, SH. Pendampingan hukum tersebut berdasarkan penunjukan oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Tapaktuan.

Baca Juga:  DPRK Simeulue : Tiga Nama Calon Pj Bupati Simeulue Akan Ditentukan Senin Ini

“Berdasarkan vonis Majelis Hakim Pengadilan Negeri Tapaktuan, terdakwa inisial MN terbukti bersalah melanggar Pasal 340 KUHPidana dengan hukuman Penjara seumur hidup,” kata Maman Supriadi, SH, MH kepada awak media.

Maman Supriadi mengatakan, Majelis Hakim menyatakan kedua Terdakwa inisial MN dan RF dalam perkara terpisah, terbukti kedua terdakwa bersalah melakukan tindak pidana pembunuhan terhadap korban inisial MI.

Berdasarkan putusan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Tapaktuan, terdakwa inisial MN terbukti bersalah melanggar Pasal 340 KUHPidana dengan hukuman Penjara seumur hidup.

Sedangkan terhadap Terdakwa RF dinyatakan terbukti bersalah melanggar, sebagaimana diatur dalam Pasal 181 KUHPidana dengan hukuman penjara selama 9 bulan penjara, urai penasehat hukum.

Majelis Hakim dalam pertimbangan hukumnya terhadap Terdakwa inisial RF, tidak terbukti ikut serta melakukan pembunuhan terhadap korban, melainkan hanya ikut membantu saat membuang/menyembunyikan mayat almarhum MI.

Baca Juga:  Banjir Rendam Rumah dan Lahan Jagung di Gampong Lawe Cimanok

Perbuatan itu atas permintaan dan desakan dari terdakwa inisial MN. Fakta lain, terdakwa RF merasa sejak dari awal tidak bersalah maka sehari setelah kejadian menyerahkan diri ke Pihak Kepolisian Polres Aceh Selatan.

“Dengan putusan tersebut telah memenuhi rasa keadilan dan kepastian hukum atas perkara pembunuhan MI oleh dua terdakwa, yakni MN dan RF,” papar Maman Supriadi.

Ketentuan hukum proses persidangan terhadap kedua terdakwa telah berakhir pada tingkat pertama yaitu Pengadilan Negeri Tapaktuan.

Namun, Majelis Hakim memberi ruang bagi Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Aceh Selatan dan bagi kedua Terdakwa untuk mempertimbangkan.

Baca Juga:  Alumni SMAN 2 Abdya Terbanyak Lolos Jalur SNBP 2023

Apabila tidak menerima, maka dalam waktu 7 hari dapat mengajukan upaya hukum Banding ke Pengadilan Tinggi Aceh di Banda Aceh.

Diberitakan sebelumnya, Personel Polres Aceh Selatan berhasil mencokok pelaku utama pembunuhan Muhammad Iqbal (22) warga Lorong Mustaqim, Kota Fajar, Kluet Utara di Manggamat, atas nama M Nasir alias Agam (22). Kendatipun sempat bersembunyi dan dinyatakan buron hampir sebulan dan ditetapkan sebagai DPO.

Tersangka dibekuk tim Satreskrim tanpa perlawanan di areal perkebunan, Gampong Simpang Dua, Kluet Tengah pada Minggu (14/5/2023) pagi.

Sebelumnya, polisi juga mengamankan RFM (22), tercatat penduduk Gampong Baro, Pasie Raja dalam tenggat 1 x 24 jam, tepatnya Minggu (16/4/2023).(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.