Pembunuhan Kasmurni di Bur Leme Ternyata Suaminya Sendiri

Terungkap sudah kasus pembunuhan Kasmurni (28), warga Desa Gumpang Lempuh di Bur Leme yang terjadi Senin (04/09/3023) di Bur Leme.
Bagikan:

Tersangka mengatakan bahwa ia memiliki seorang anak dari pernikahan sebelumnya dan selama berumah tangga dengan korban Kasmurni sering bertengkar diakibatkan korban tidak senang terhadap keberadaan anak tersebut.

Jurnalis : Bayu Y

ANTARAN|BLANGKEJEREN – Terungkap sudah kasus pembunuhan Kasmurni (28), warga Desa Gumpang Lempuh di Bur Leme yang terjadi Senin (04/09/3023) di Bur Leme. Diketahui, Kasmurni diduga dianiaya oleh suaminya sendiri yang berinisial MR (26).

Pelaku merupakan suami korban yang baru menikahinya sebulan yang lalu. Kasus ini terungkapnya setelah tersangka MR menyerahkan diri, Senin (04/09/2023) sekira pukul 20.05 WIB di Mako Polsek Lut Tawar, Polres Aceh Tengah.

Kepada petugas Polsek, MR mengaku telah melakukan pembunuhan yang berlokasi di kawasan pegunungan Bur Desa Leme, Kecamatan Blangkejeren, Kabupaten Gayo Lues.

MR diketahui warga Desa Akang Siwa Kecamatan Blangpegayon, Kabupeten Gayo Lues menyerahkan diri atas tindak pidana pembunuhan yang dilakukan terhadap Istinya di Kab. Gayo Lues yang dilakukan pada pukul 13.35 WIB.

Baca Juga:  Pj Sekda Simeulue Launching Becak Ambulance MiniĀ 

Kedatangan MR di Polsek Lut Tawar Resor Aceh Aceh Tengah diterima oleh Kanit Reskrim Polsek Lut Tawar Aiptu Subhan Saputra, kemudian langsung diamankan bersama dengan barang bukti yang ada pada pelaku.

Barang bukti tersebut diantaranya satu unit Sepeda Motor Merk Honda Beat Nopol BL 5814 BE, satu buah pisau, satu unit handphone, baju dan celana yang di gunakan MR pada saat kejadian.

Kapolres Gayo Lues, AKBP Setyawan Eko Prastyo pada konferensi Pers Selasa (05/09/2023) mengatakan penyerahan diri yang dilakukan oleh tersangka di Mapolsek Lut Tawar Polres Aceh Tengah.

Kronologis terjadinya peristiwa penganiayaan hingga menghilangkan nyawa korban terjadi pada Senin tanggal 4 September 2023 sekira pukul 12.20 WIB.

Tersangka MR merupakan suami korban bersama dengan korban Kas melakukan perjalanan menuju pegunungan Bur Desa Leme, Kecamatan Blangkejeren, Kabupaten Gayo Lues.

Baca Juga:  H Joka Lantik Pengurus KTNA Dari Lima Kecamatan

“Maksud dan tujuan di lokasi tersebut untuk menasihati korban Kas selaku istri dari tersangka yang baru melangsungkan pernikahan selama satu bulan ke belakang,” terang Kapolres.

Namun pada waktu itu, Kas tidak mendengarkan nasihat yang disampaikan bahkan sudah sering mengabaikan dan membantah perkataan tersangka MR, sehingga tersangka merasa kesal dan melakukan tindakan penganiaya dan pembunuhan terhadap korban dengan menggunakan satu buah pisau yang menyebabkan korban meninggal dunia.

Setelah melakukan pembunuhan, selanjutnya sekira pukul 13.35 Wib tersangka MR langsung pergi meninggalkan lokasi dan melarikan diri menuju Kabupaten Aceh Tengah melalui jalan Blangkejeren-Takengon.

Tersangka mengatakan bahwa ia memiliki seorang anak dari pernikahan sebelumnya dan selama berumah tangga dengan korban Kasmurni sering bertengkar diakibatkan korban tidak senang terhadap keberadaan anak tersebut.

Baca Juga:  Lima Kecamatan di Agara Direndam Banjir

Kapolres menyebutkan penjemputan terhadap tersangka dipimpin langsung oleh Kasat Reskrim bersama personil Sat Reskrim Pada pukul 00.45 WIB, tiba di Polsek Lut Tawar guna membawa pelaku MR menuju Polres Gayo Lues guna proses hukum lebih lanjut.

Sementara kondisi pelaku saat penjemputan mengalami luka di paha kaki kiri dan jari tangan kiri akibat terkena pisau yang di gunakan saat melakukan penganiayaan, karena pada saat kejadian korban melakukan perlawanan.

Akibat luka pada paha kaki kiri yang di alami oleh MR, personil Polsek Lut Tawar membawa MR ke rumah bidan Desa di Dusun Dedalu, Kampung Hakim Bale Bujang, Kecamatan Lut Tawar untuk di lakukan perawatan dengan cara di jahit sebanyak sembilan jahitan.

Kapolres menghimbau kepada masyarakat jangan membawa senjata tajam bila tidak digunakan untuk berkebun, dikhawatirkan akan memancing penggunaan untuk penganiayaan.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.