Pemilu Sukses di Subulussalam, Saatnya Sambut Ramadhan Dengan Gembira

Ilustrasi, Masjid Agung Kota Subulussalam. ANTARAN/dokumentasi.
Bagikan:

“Menyambut bulan suci Ramadhan penuh kegembiraan untuk mendapat keberkahan dari Allah SWT. Konteks ini memberi efek  positif bagi muslim sebagaimana dijelaskan dalam Al Quran,” kata Ustaz Chaerul Anwar, S.Ag.

Jurnalis: Khairul

ANTARAN | SUBULUSSALAM – Perhelatan Pemilu 2024 di Kota Subulussalam sudah sukses dan berjalan lancar, tiba saatnya menyambut ramadhan dengan suasana gembira untuk memperkuat ibadah dan memohon ampunan di bulan paling mulia ini.

Ajakan dan pesan religius untuk menyambut bulan suci ramadhan penuh kegembiraan tersebut disampaikan Khatib Khutbah Jumat, Ustaz Chaerul Anwar, S.Ag di Masjid Al Iman, Kampung Jontor, Kecamatan Penanggalan, Kota Subulussalam, Jumat (23/2/2024) kemarin.

Baca Juga:  Tiba di Simeulue, Istri Pj Bupati Aceh Selatan Kunjungi Kafilah MTQ

Dikatakan Khatib, semua rangkaian dan tahapan Pemilu legislatif dan Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden sudah selesai dan sukses dilaksanakan. Bagi yang memiliki hak memilih sudah menetapkan pilihan sesuai nurani.

“Sebagai warga negara yang baik kita sudah melaksanakan hak demokrasi, masyarakat tidak perlu terlalu larut melibatkan diri dengan berbagai fenomena Pemilu karena pemenangan atau hasilnya menjadi kewenangan penyelenggara Pemilu. Singkirkan perdebatan dan isu hoak,” ajak Chaerul Anwar saat bertindak sebagai Khatib Khutbah Jumat.

Menghayati ayat Al quran, ditegaskan bahwa kehidupan dunia hanya permainan dan senda gurau belaka, karena  akhirat lebih baik bagi orang yang bertakwa.

Baca Juga:  Kunker ke Aceh Selatan, Danlanal Simeulue Dipeusijuk oleh Bupati Tgk Amran

Menyongsong ramadhan yang sudah semakin dekat, jamaah diingatkan dengan hadis Nabi Muhammad SAW, bahwa yang menyambut kedatangan ramadhan dengan gembira, haram jasadnya disentuh api neraka.

“Barangsiapa yang bergembira dengan masuknya bulan ramadhan, Allah mengharamkan jasadnya masuk neraka,” jelas Chaerul Anwar mengutip hadis Rasulullah.

Ia menambahkan, kedudukan puasa dan shalat tidak berbeda, yakni wajib dan termasuk rukun Islam. Apabila sakit, ada keringanan dalam mengerjakannya. Misalnya, jika shalat tidak mampu berdiri diperbolehkan duduk atau berbaring.

Kemudian, jika puasa bisa diganti di bulan lain apabila pada saat ramadan tak mampu melaksanakannya karena sakit atau alasan lain yang sudah diatur dalam Al quran. Namun, shalat dan puasa tidak boleh di enteng-entengkan karena itu wajib bagi muslim.

Baca Juga:  Mengutip Kata-kata Bijak Syekh Abdul Qadir Jailani Sebagai Pelita Hati

Momentum bulan ramadhan dengan berbagai keistimewaannya hendaknya disambut penuh kegembiraan, jamaah diingatkan bijak memanfaatkan  pintu Rahmat di bulan mulia ini.

“Mari kita persiapkan diri menyambut bulan ramadhan yang penuh berkah dengan memperbanyak zikir dan amalan, berharap ridha Allah SWT. Sama-sama kita berdoa, semoga kaum muslim/muslimat semua menjadi penghuni syurgaNya Allah, Amin,” urai Ustaz Chaerul Anwar. (*).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.