Pemkab Abdya Bersama Eks Kombatan GAM Tinjau Lahan Pertanian

Kepala Dinas Pertanahan Abdya, Rizal S.Mn bersama instansi terkait lainnya dan para mantan Kombatan GAM meninjau lokasi calon lahan di wilayah Babahrot yang akan digunakan bagi korban konflik dalam wilayah Abdya, Senin (3/10/2022). Foto Ist
Bagikan:

Kadis Pertanahan Abdya, Rizal S.Mn, mengatakan, survei lahan yang dilakukan pihaknya merupakan tindak lanjut dari rapat penyelesaian mengenai lahan pertanian untuk mantan kombatan GAM dan korban konflik di kabupaten Abdya.

Jurnalis : Rizal

ANTARANNEWS.COM|BLANGPIDIE – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Barat Daya (Abdya) bersama sejumlah mantan Kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dan korban konflik lainnya untuk melakukan survei sekaligus meninjau langsung lokasi lahan pertanian yang di mohon pelepasan hutan di kawasan Kecamatan Babahrot, Kabupaten setempat, Selasa (4/10/2022).

Survei lahan pertanian itu, turut dihadiri Kadis Pertanahan, Rizal S.Mn, selaku perwakilan dari Pemkab Abdya. Kemudian juga turut serta pihak Kesatuan Pengelolaan Hutan (BKPH) Blangpidie, Camat Babahrot, Kepala gampong Alue Dawah, dan Ketua Komite Peralihan Aceh (KPA) Wilayah 013 Blangpidie Tgk Abdurahman Ubit beserta mantan Kombatan GAM lainnya.

Baca Juga:  Dipertanyakan, Sedot Anggaran Rp 18 M Tapaktuan Sport Center Belum Difungsikan

Kadis Pertanahan Abdya, Rizal SMn, mengatakan, survei lahan yang dilakukan pihaknya merupakan tindak lanjut dari rapat penyelesaian mengenai lahan pertanian untuk mantan kombatan GAM dan korban konflik di kabupaten Abdya.

“Kita melakukan survei, kemaren Senin 3 Oktober 2022 bersama dengan pihak-pihak terkait lainnya juga para mantan Kombatan GAM serta korban konflik lainnya,” kata Rizal.

Ia menyebutkan, survei yang berlokasi di kilometer 14 Kecamatan Babahrot itu sesuai arahan Pj Bupati Abdya untuk menindaklanjuti hasil rapat yang dilaksanakan di pendopo bupati pada Minggu lalu, dengan melibatkan pihak Forkopimkab Abdya dan KPA Wilayah 013 Blangpidie. Pada rapat tersebut juga dihadiri pihak BPN, dan BKPH setempat.

Baca Juga:  Puting Beliung di Agara, 26 Rumah Warga Rusak

“Hasil rapat kita di Pendopo Bupati Abdya, menyimpulkan bahwa calon lahan pertanian untuk mantan Kombatan GAM dan korban konflik telah di sepakati pada kawasan kilometer 14 Kecamatan Babahrot yang masuk dalam kawasan hutan lindung,” sebutnya.

Maka, tambah Rizal, Pemkab Abdya bersama pihak terkait melakukan survei dan peninjauan lokasi calon lahan pertanian sebelum dilakukan permohonan pelepasan kawasan hutan lindung tersebut kepada Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan serta kepada Gubernur Aceh.

“Tentunya, kita berharap agar kawasan hutan lindung yang di mohon nantinya dapat direalisasikan sebagaimana harapan perdamaian yang tertuang dalam butir – butir MoU Helsinki pada poin 3.2.5. huruf a,b, dan c,” tambah Rizal.

Baca Juga:  Asops Kasad Cek Kesiapan Operasi Satgas Organik Batalyon Raider Khusus 115/Macan Lauser

Terkait persolaan calon lahan pertanian ini, lanjut Rizal, Pj Bupati Abdya Darmansah, sangat komit dan serius agar permohonan tersebut dapat direalisasikan Pemerintah Pusat dan Pemerintah Aceh.

“Bapak bupati sangat serius dalam hal ini, buktinya beliau merespon dan menanggapi dengan cepat terkait masalah lahan tersebut. Namun demikian, karena kewenangan ini ramahnya di Pusat dan provinsi, jadi, kita hanya bisa mengusulkan. Dan kami berharap hal ini dapat di kawal bersama-sama,” demikian tandasnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.