Pemkab Abdya Diminta Antisipasi Kekurangan Air Selama Musim Panas

Anggota DPRK Abdya, Julinardi. ANTARAN / Foto Dok Pribadi
Bagikan:

“Perlu perhatian khusus dari pemerintah agar kekurangan air bersih bagi warga tidak terjadi. Tentunya harus dilakukan upaya antisipasi sejak dini,” pungkasnya.

Jurnalis: Agus

ANTARAN|BLANGPIDIE – Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) diminta untuk mengantisipasi terjadinya kekurangan air selama musim panas berlangsung. Hal itu disampaikan Anggota DPRK Abdya, Julinardi kepada sejumlah wartawan Kamis (15/06/2023).

Menurutnya, upaya mengantisipasi kekurangan air bersih selama musim kemarau sangat penting dilakukan, mengingat kondisi debit air sungai termasuk sumur milik warga telah banyak yang menyusut. Belum lagi keperluan air untuk pengairan areal persawahan, perkebunan dan lainnya.

Pasalnya, lanjut Julinardi, saat ini banyak warga yang datang ke sejumlah daerah aliran sungai (DAS) untuk keperluan mandi, mencuci pakaian dan lainnya selama musim panas melanda Abdya, hal itu dikarenakan banyak sumur mulai menyusut airnya.

Baca Juga:  Pemkab Abdya Lelang 2 Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama

“Begitu juga tanaman perkebunan milik warga yang masih berusia muda, yang seharusnya mendapatkan suplai air cukup,” paparnya.

Jika musim panas ini berlangsung lebih lama dan lebih kering dari biasanya, lanjutnya, maka akan ada peningkatan risiko kekeringan, kekurangan air bersih, kebakaran hutan dan lahan hingga gangguan produksi pangan lantaran kekurangan suplai air.

Ditambahkan, kondisi air sumur warga sekarang masih tersedia meskipun debitnya telah banyak berkurang. Namun demikian dalam beberapa hari terakhir belum turun hujan dan terjadi peningkatan suhu udara dimana cuaca sangat panas berdampak pada penurunan debit air sumur warga termasuk sungai.

Baca Juga:  Kapolda Aceh Hadiri Seremonial Pembukaan PKA

“Bahkan, dalam beberapa hari ini, sejumlah anak sungai telah ada yang kering. Kebutuhan air bersih untuk konsumsi rumah tangga saat ini masih bisa terpenuhi. Warga mengandalkan air bersih dari sumur dan sumur bor,” ungkapnya.

Namun demikian, kata Julinardi, ke depan saat musim panas ini makin panjang, warga akan mengalami kesulitan dan mengandalkan bantuan droping air bersih dari Pemkab Abdya.

“Perlu perhatian khusus dari pemerintah agar kekurangan air bersih bagi warga tidak terjadi. Tentunya harus dilakukan upaya antisipasi sejak dini,” pungkasnya.

Baca Juga:  PUPR Uji Coba Buka Pintu Muara Baru, Tangani Keluhan Pendangkalan di Aceh Singkil

Seperti diketahui, debit air di sejumlah sungai dalam Kabupaten Abdya semakin berkurang. Kondisi tersebut disebabkan musim panas yang melanda wilayah Abdya dan sekitar sejak beberapa pekan terakhir.

Amatan wartawan di lapangan, umumnya sungai yang ada di sembilan kecamatan dalam kabupaten setempat mengalami kekurangan debit air, seperti sungai (krueng) Babahrot, Krueng Alue Pisang, Pucok Krueng Alue Sungai Pinang, Krueng Susoh, Krueng Suak.

Selanjutnya Krueng Tangan-Tangan, Krueng Manggeng dan Krueng Baru yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Aceh Selatan. Akibat dari berkurangnya debit air di sungai induk, suplai air ke puluhan anak sungai yang selanjutnya untuk pasokan air kebutuhan masyarakat menjadi terganggu.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.