Pemkab Aceh Selatan Dampingi Pasien Bocor Jantung Hingga ke Bandara Kualanamu

Kadinsos Aceh Selatan, Junaidi, SP saat menjenguk kondisi penderita Bocor Jantung, Nur Maulida di RSUD-YA Tapaktuan. ANTARAN / Foto Istimewa. 
Bagikan:

“Alhamdulillah, tim jemputan dari Kementerian sudah tiba di Tapaktuan. Saat ini kami menunggu kondisi pasien untuk bisa diberangkat ke Rumah Sakit Jantung Harapan Kita di Jakarta via Kualanamu Internasional Airport, Medan,” kata Junaidi, SP. 

Jurnalis : Sudirman Hamid

ANTARAN|TAPAKTUAN – Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan tidak tinggal diam memperhatikan dan mengontrol kondisi penderita bocor jantung, Nur Maulida (16)  pelajar Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) yang dirawat di RSUD-YA Tapaktuan hingga diupayakan rujuk ke Jakarta.

Pernyataan tersebut disampaikan Kepala Dinas Sosial Aceh Selatan, Junaidi SP, menjawab konfirmasi antaran tentang rencana pasien bocor jantung di rujuk ke Rumah Sakit Jantung Harapan Kita di Jakarta.

“Alhamdulillah, tim jemputan dari Kementerian sudah tiba di Tapaktuan. Saat ini kami menunggu kondisi pasien untuk bisa diberangkat ke Rumah Sakit Jantung Harapan Kita di Jakarta via Kualanamu Internasional Airport, Medan. Pemerintah daerah ikut mengantar,” kata Junaidi, SP.

Baca Juga:  Memutus Rantai Kemiskinan Melalui Pendidikan, Rifa dan Sali Dirikan Rumah Belajar Gartala

Terkait jadwal keberangkatan, belum bisa dipastikan karena harus menunggu hasil pemeriksaan (asesman) dari tim medis (dokter). Tentunya ada pertimbangan matang yang harus menjadi perhatian khusus agar semua proses tidak terkendala.

Hasil koordinasi kami dengan tim jemputan dari Kementerian Sosial, untuk memberangkatkan Nur Maulida ke Jakarta harus didampingi tenaga medis serta membawa oksigen.

Sekedar informasi, tim penjemput pasien bocor jantung harus memastikan keberangkatan pesawat menuju Jakarta serta memiliki tiket yang mendapat persetujuan pihak penerbangan di Pusat. Persoalannya, bersama pasien turut dibawa tenaga medis dan tabung oksigen.

Baca Juga:  Bupati Aceh Selatan dan Pendiri antarannews.com Ikut Ramaikan SAPA 2022

“Atas pemerintah bapak Bupati Tgk Amran, kami kontinu melakukan konsultasi, koordinasi serta memfasilitasi Nur Maulida agar mendapat perawatan optimal, baik dengan pihak RSUD-YA Tapaktuan maupun dengan pihak Kemensos RI,” papar Junaidi.

Menurut Kadinsos Aceh Selatan, apabila tiba di Kualanamu, Medan ternyata belum ada pesawat yang terbang tepat waktu, pasien tidak boleh bawa istirahat di penginapan. Solusinya, harus di bawa ke rumah sakit yang sudah dikondisikan sebelumnya sehingga pasien tidak terlantar.

“Beberapa hal yang saya sebutkan ini bukan sebagai alasan tetapi mutlak untuk pertimbangan kesehatan dan kondisi pasien yang kita sayangi. Mudah-mudahan perjuangan, upaya dan terobosan pemerintah daerah membuah hasil untuk menyelamatkan Nur Maulida,” cetusnya.

Baca Juga:  Pemkab Abdya Tetapkan Hari Meugang Selasa, 21 Maret 2023

Disebutkan Junaidi, seluruh biaya pengobatan dan transportasi ditanggung Pemerintah. Karenanya ia mengajak untuk sama-sama berdoa, semoga Nur Maulida lekas sembuh dan diberkati Allah SWT.

Sebagaimana diketahui, Nur Maulida penduduk gampong (desa) Ujung Padang, Kecamatan Pasie Raja, Kabupaten Aceh Selatan masih menempa pendidikan kelas VII SMPLB. Gadis kecil tersebut mengalami penyakit bocor jantung dan dirawat intensif di RSUD-YA Tapaktuan sejak beberapa hari terakhir.

Saat ini Nur Maulida menjalani rawatan di Ruang PICU, Gedung C Lantai IV. Pihak Pemkab Aceh Selatan telah menjembatani Kemensos agar pasien mendapat bantuan biaya pengobatan hingga ke Jakarta.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.