Pemkab Gerak Cepat Tangani Dampak Banjir Agara

Pj Bupati Drs.Syakir.M.Si bersama beberapa Kepala OPD meninjau lokasi terdampak banjir bandang dan banjir sungai yang terjadi, pad Senin (13/11/2023) malam. ANTARAN/Foto ist
Bagikan:

“Namun berkat respon cepat pihak Pemkab dan pihak lainnya, pada Selasa malam, ruas jalan nasional yang sebelumnya terendam lumpur, batu, pasir, kerikil dan kayu besar sudah bisa dilalui kenderaan bermotor,” terangnya.

Jurnalis: Fandi

ANTARAN | KUTACANE – Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara gerak cepat menangani dampak pasca banjir bandang dan banjir sungai yang melanda 50 Gampong di 14 Kecamatan dalam wilayah Kabupaten setempat pada, Senin (13/11/2023) malam lalu.

Dalam kunjungannya ke beberapa lokasi terdampak banjir, Pj Bupati Syakir didampingi Ketua DPRK Denny Febrian Roza, Anggota Komisi IV DPR RI, H M. Salim Fakhry, Plt Sekda Yusrizal ST, unsur perwakilan Forkopimda, Kalaksa BPBD Nazmi Desky.

Selain itu turut hadir, Kadis PUPR Sadli ST, Kadis Sosial Bahagia Wati, Kadis Perkim Mohd. Asbi, Kadis Pertanian Riskan SP, Kadis Perikanan Firman Desky, Kadis Kominfo Zul Fahmy, Camat Semadam Ary Safrizal , Forkopimcam Semadam dan perwakilan Dinas Kesehatan.

Penjabat (Pj) Bupati Drs Syakir M.Si mengatakan, berdasarkan laporan pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), akibat musibah itu mengakibatkan jalan Nasional di Gampong Kuning 1 Kecamatan Bambel, Gampong Pasar Puntung Kecamatan Semadam, dan Gampong Bukit Baru Kecamatan Ketambe sempat terendam lumpur dan mengakibatkan arus lalu lintas sempat terputus.

Baca Juga:  Tes Kemampuan Kepsek dan Guru, Pj Bupati Gayo Lues Gelar Uji Kompetensi

“Namun berkat respon cepat pihak Pemkab dan pihak lainnya, pada Selasa malam, ruas jalan nasional yang sebelumnya terendam lumpur, batu, pasir, kerikil dan kayu besar sudah bisa dilalui kenderaan bermotor,” terangnya saat meninjau lokasi banjir bandang di Pasar Puntung, Kecamatan Semadam dan beberapa daerah lainnya, pada Selasa (14/11/2023).

Sementara, kata Pj Bupati Syakir, penghubung Kecamatan Babussalam dengan Lawe Alas dan Darul Hasanah masih terputus total, akibat oprit jembatan di Kute Mbarung masih menganga pasca amblas ke dasar sungai Alas.

Dia juga mebyebutkan, selain jembatan dan ruas jalan nasional, banjir bandang dan banjir sungai juga menyebabkan rusaknya tanggul sungai Lawe Kisam di kute Biakmuli Baru dan rusak berat, rusak sedang dan rusak ringannya beberapa unit rumah warga di kute Pasar Puntung kecamatan Semadam.

Baca Juga:  Pj Bupati Syakir Bagikan Paket Bansos di Agara

“Kita tetap berupaya sedapat dan secepat mungkin, untuk memberikan perhatian kepada masyarakat yang terdampak banjir,dengan mengerahan dua unit escavator dari BPBD ke lokasi banjir,” ujar Syakir.

Syakir juga berharap, agar seluruh OPD terkait serius menangani dampak yang ditimbulkan banjir bandang dan banjir sungai yang terjadi di seluruh Aceh Tenggara yang menyebabkan kerusakan infrastruktur, lahan pertanian, perkebunan, maupun lahan perikanan.

“Kepada masyarakat yang berada pada wilayah rawan bencana, agar tetap waspada, jangan lagi menebang pohon di hutan karena dapat menyebabkan bencana alam, trutama banjir dan tanah longsor,” ujarnya.

Sementara, Kepala Dinas Sosial, BahagiaWati pada kesempatan itu mengataka, sampai Selasa (14/11) malam, pihaknya telah mendirikan dapur umum sebagai bentuk bantuan masa panik pada masyarakat di tiga Gampong, yakni di Titi Pasir, Pasar Puntung dan Kampung Baru. Selain itu, Dinas Sosial dan Kementerian Sosial juga akan turun langsung ke seluruh wilayah Aceh Tenggara untuk meninjau langsung kondisi masyarakat terdampak banjir.

Baca Juga:  Lagi, Sepeda Motor Milik Mahasiswi di Aceh Tengah Raib Digasak Maling

“Kementerian Sosial juga akan memberikan bantuan santunan kematian bagi ahli waris balita yang meninggal dunia korban terseret arus banjir warga Desa Titi Pasir, kita sudah mengonfirmasi bahwa Kementerian Sosial akan menyalurkan santunan bagi keluarga balita korban banjir sebesar Rp 15 juta,” terang Bahagia Wati.

Kepala Dinas Pertanian Agara, Riskan SP menjelaskan, banjir merendam sekitar 350 hektar lahan persawahan, dengan total kerugian diperkirakan mencapai Rp 250 juta,. Sementara Kadis PUPR Sadli ST juga menjelaskan kerusakan infrastruktur akibat banjir ditaksir mencapai Rp 2,250 miliar.

“Hal ini terjadi akibat kerusakan jalan nasional, amblasnya oprit jembatan kute Mbarung dan jembatan bailey kute Pulo Latong kecamatan Babussalama serta jembatan kute Rih Mbelang kecamatan Lawe Alas, ditambah putusnya jembatan gantung kute Mendabe kecamatan Babussalam,” demikian Sadli Desky.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.