Pemkab Nagan Raya Terima Penghargaan Awards Desa Bebas Stunting

Pemerintah Kabupaten Nagan Raya terima penghargaan Award Desa Bebas Stunting dari Kementerian Desa, Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dan Asosiasi Dinas Kesehatan (Adinkes) seluruh Indonesia, di Yogyakarta, Senin (13/11/2023). ANTARAN / Ist
Bagikan:

“Sehingga angka stunting bisa di tekan untuk menuju Nagan Raya zero stunting, masyarakat sehat dan Nagan Raya bereh,” tandasnya.

Jurnalis : Didit Arjuna

ANTARAN|YOGYAKARTA – Pemerintah Kabupaten Nagan Raya terima penghargaan Award Desa Bebas Stunting dari Kementerian Desa, Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dan Asosiasi Dinas Kesehatan (Adinkes) seluruh Indonesia, di Yogyakarta, Senin (13/11/2023).

Penganugerahan award tersebut atas keberhasilan Gampong Purwosari, Kecamatan Kuala Pesisir, Nagan Raya dalam menangani stunting.

Baca Juga:  Dukung Pengentasan Stunting, PT PLB Berikan Makanan Bergizi Balita Aceh Singkil

Penghargaan diterima langsung Pj Bupati Nagan Raya, Fitriany Farhas, AP, SSos.,MSi, bersama Kepala Dinas Kesehatan, Siti Zaidar, SST, MKM dan Keuchik Gampong Purwosari.

Pj Bupati Nagan Raya Fitriany berharap, semua gampong di Nagan Raya bisa mengadopsi kegiatan yang telah dilakukan di Gampong Purwosari.

“Sehingga angka stunting bisa di tekan untuk menuju Nagan Raya zero stunting, masyarakat sehat dan Nagan Raya bereh,” tandasnya.

Sementara Kadinkes Nagan Raya, Siti Zaidar, melalui Kepala Puskesmas Padang Panyang, Darmansyah, menjelaskan, Gampong Purwosari berhasil menekan kasus stunting yang semula cukup tinggi, yaitu 35,5 persen pada tahun 2018 menjadi zerro stunting di tahun 2023.

Baca Juga:  Pemkab Aceh Selatan Gelar Rapat Persiapan Penyusunan RPJP Daerah Tahun 2025-2045

Dijelaskan, ini tercapai dengan melakukan upaya paket intervensi layanan mengikuti siklus daur kehidupan dengan sasaran ibu hamil, ibu nifas, bayi, balita, pra sekolah, remaja, pasangan usia subur (PUS) dan wanita usia subur (WUS) serta lansia.

“Fokus terutama pada 1000 hari pertama kehidupan (HPK), baik intervensi spesifik maupun sensitif dengan memanfaatkan door to door system (DDS) dengan baik serta didukung oleh lintas sektor pemerintah dan non pemerintah dalam suatu wadah rumoh gizi gampong (RGG) serta kegiatan siuroe keu gampong sehat (Sigaseh),” jelas Darmansyah.

Baca Juga:  Resmi Ditutup, Ini Daftar 10 Besar Juara MTQ Aceh Ke-35

Dikatakan, Gampong Purwosari juga ditetapkan sebagai gampong ODF (Open Defecation Free) atau stop buang air besar sembarangan, Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak (DRPPA), gampong KB serta RPL yang kegiatannya di dalam RGG.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.