Penderita Saraf Terjepit Berharap Bantuan

M. Ilyas Ariga saat ditemui di rumahnya. ANTARAN/Khairul
Bagikan:

“Badan bagian pinggul ke bawah tidak berfungsi, bahkan ke kamar mandi terpaksa ngesot,” lirih Ilyas, berharap para dermawan berkenan membantu biaya perobatan dirinya.

Jurnalis : Khairul

ANTARAN|SUBULUSSALAM – Penderita sakit yang divonis saraf terjepit sejak dua tahun lebih berharap bantuan masyarakat dan dermawan. Pasalnya, tanpa bantuan orang lain sang penderita tidak yakin bisa dan mampu menanggung biaya, terlebih dirinya juga tak punya pekerjaan lagi.

Sang penderita itu, Ustaz M. Ilyas Ariga (32) menceritakan prihal dan awal mula sakit, bahkan selama sakit itu saat ditemui di rumahnya, Dusun Siolang – Aling, Kampung Penanggalan, Kecamatan Penanggalan, Kota Subulussalam, pada Sabtu (17/05/2024).

Mirisnya, fase lima bulan terakhir, Ilyas akui sama sekali tak mendapat perobatan maksimal hanya karena faktor ketiadaan uang. Meski tampak pesimis, Ilyas yang tinggal serumah dengan sang ayah, Ariga tetap berharap bisa sembuh. Masalahnya, belas kasihan orang lain diharapkan.

Baca Juga:  Ketua KIP Aceh Selatan : PPK Harus Bekerja Tegak Lurus, Amanah dan Penuh Waktu

Asal mula sakit yang dialaminya, Ilyas didampingi sang ayah sebut bermula ketika akan melaksanakan shalat subuh di Masjid Ad Darajat, Komplek Pondok Pesantren Ad Darajat tahun 2022 (saat itu masih berdomisili di sana), dia terpereset di timbunan tanah dan terduduk di sana.

Kondisi rumah yang didiami M. Ilyas bersama sang ayah yang sehari-hari merawatnya. ANTARAN/Khairul

Berusaha bangkit, Ilyas melanjutkan aktivitasnya. Namun beberapa saat pasca kejadian, badan terasa tidak enak, bahkan siang harinya nyaris tidak bisa bergerak.

Khawatir dengan kondisi itu, malam harinya Ilyas dibawa ke RSUD Kota Subulussalam dan diberi perawatan selama delapan hari. Pasca delapan hari dirawat, pengobatan medis dan non medis berulang dilakukan tanpa penanganan serius.

Bahkan efeknya, tidak kurang dari tujuh bulan untuk ke kamar mandi pun harus diangkat. Sejumlah upaya pengobatan, bahkan dirawat tujuh bulan di Aceh dan di Subulussalam, upaya penyembuhan gagal.

Baca Juga:  Pj Bupati Abdya Komitmen Realisasikan UTD PMI

“Badan bagian pinggul ke bawah tidak berfungsi, bahkan ke kamar mandi terpaksa ngesot,” lirih Ilyas, berharap para dermawan berkenan membantu biaya perobatan dirinya.

Lebih miris, Ilyas yang sebelum sakit aktif sebagai guru di Pesantren Ad Darajat 2019-2022, berjarak sekira dua kilometer dari domisilinya saat ini, akui dalam lima bulan terakhir dirinya tidak bisa berobat karena tidak ada uang.

Untungnya, berobat alternatif berupa therapi, bekam dan mengkonsumsi obat herbal dengan harga ringan, diakui menjadi satu-satunya solusi.

Sejak menderita sakit itu pada 2022, Ilyas menghitung setidaknya ada 14 orang tenaga medis dan non medis yang menangani dirinya.

“Yang sakit dari pinggul sampai ke bawah, bukan pinggang. Kata dokter, saraf terjepit,” jelas Ilyas bergelar S.Pd dari Al Hikmah, Medan yang selama ini menerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) dan beberapa bulan terakhir diberi bantuan uang tunai dari Baitul Mal Kota (BMK) Subulussalam.

Baca Juga:  Ketua KIP Simeulue Lantik 414 Anggota PPS

Meski keluhan pinggul hingga ke bawah nyaris tidak berfungsi, kedua kaki tidak bisa lurus, namun jika dipijat diakui terasa sangat sakit.

Menghuni rumah berstatus Daerah Aliran Sungai (DAS), pindahan dari Sisik Naga sejak 2007 silam, semasa Pemerintahan Kampong dipimpin Haris Muda Bancin, M. Ilyas tinggal di rumah itu bersama sang ayah.

Pak Ariga, ayah Ilyas membenarkan keterangan sang anak mengatakan, untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dirinya kerja serabutan.

Dia berharap, ada donatur, dermawan yang mau membantu pengobatan anaknya agar bisa beraktivitas normal kembali, paling tidak guru di Ponpes Ad Darajat.

M. Ilyas pun mencantumkan nomor kontaknya, HP 0822 8995 5387, agar mudah dihubungi pihak manapun yang mau membantu.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.