Penghujung Musim Panen, Harga Gabah di Abdya Bertahan Rp 5.300 per kg

Harga gabah kering panen (GKP) di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) di penghujung musim panen berkisar antara Rp 5.200-5.300 per kg. ANTARAN / Agus
Bagikan:

“Bahkan ada areal persawahan yang akan melakukan proses penanam padi kembali, padahal belum lama ini petani setempat baru saja usai memanen padi,” ujarnya.

Jurnalis : Agus

ANTARAN|BLANGPIDIE – Harga gabah kering panen (GKP) di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) di penghujung musim panen berkisar antara Rp 5.200-5.300 per kg. Kondisi harga tersebut jauh berbeda dengan harga gabah diawal musim panen lalu yakni berkisar antara Rp 5.700-6.000 per kg.

Daris, petani di Kecamatan Manggeng, Senin (10/07/2023) mengatakan, saat ini proses panen padi sedang berlangsung di sebagian kawasan Kecamatan Manggeng dan beberapa wilayah lain seperti Kecamatan Lembah Sabil. Meski di penghujung musim panen, kondisi harga gabah belum sempat turun hingga ke harga Rp 4.000 seperti yang terjadi di musim-musim sebelumnya.

Baca Juga:  Halal Bi Halal Pakpak Sejabodetabek, Wali Kota Subulussalam Diundang

Posisi harga ditingkat agen pengepul saat ini berkisar antara Rp 5.200- Rp 5.300 per kg, bahkan ada juga agen pengepul yang berani menawar dengan harga Rp 5.400 per kg, namun tetap disesuaikan dengan varietas serta kualitas gabah.

Menurutnya, posisi harga gabah dimaksud masih tergolong stabil, ditambah lagi dengan kondisi gabah yang semakin berkurang pasca banyaknya areal persawahan yang telah tuntas melakukan proses panen padi.

“Bahkan ada areal persawahan yang akan melakukan proses penanam padi kembali, padahal belum lama ini petani setempat baru saja usai memanen padi,” ujarnya.

Baca Juga:  DP3AP2KB Gayo Lues : Makanan Sehat Bergizi Tidak Harus Mahal 

Menurutnya, sudah menjadi sebuah kebiasaan kalau pada awal musim panen, harga gabah selalu tinggi dan lebih menguntungkan petani yang awal memanen padinya. Sedangkan petani yang terlambat justru akan mendapatkan harga dibawah itu, bahkan lebih rendah.

Dia juga berharap kepada pemerintah setempat melalui instansi terkait untuk terus ikut andil mengontrol harga gabah di Abdya agar tidak anjlok atau dipermainkan oleh oknum-oknum tertentu.

Hal senada juga diutarakan Munir, petani lainnya, dia berharap agar harga gabah tetap bisa normal sampai berakhirnya musim panen nanti. Apalagi saat ini di Kecamatan Lembah Sabil ada hamparan yang belum memasuki musim panen.

Baca Juga:  Komponen Masyarakat Apresiasi Langkah Pemerintah Pusat

“Bisa saja sewaktu kami panen nanti, harga gabah sudah turun. Karena khsusus sebagian wilayah Manggeng dan Lembah Sabil agak sedikit terlambat dari hamparan lain,” sebutnya.

Dia mengaku tidak ingin kejadian beberapa tahun silam terulang kembali, yakni harga gabah bisa anjlok dan jauh dari harapan petani. Oleh karenanya, petani berharap supaya pemerintah bisa memantau kondisi harga ditingkat agel pengepul, agar kondisi harga tetap normal.

“Harga jual gabah untuk saat ini masih stabil ditingkat agen pengepul. Bisa saja harga ini naik kembali atau turun lebih rendah, lantaran persediaan gabah semakin berkurang,” ungkapnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.