Pentas Seni Santri Ramaikan Perpisahan TK, TPA DMT Jontor

Para wisudawan membacakan ikrar santri usai diwisuda. ANTARAN/Khairul
Bagikan:

“Belajar tak mengenal batas, maka teruslah belajar tanpa henti,” pesan Chaerul menutup sambutan dengan pantun.

Jurnalis : Khairul

ANTARAN|SUBULUSSALAM – Pertunjukan pentas seni santri Taman Kanak-Kanak (TK) Khairun Amala dan Taman Pendidikan Alquran (TPA) Dayah Modern Terpadu DMT/Pesantren Subulussalam, Jontor ramaikan prosesi perpisahan/pelepasan 30-an santri TK, TPA di aula DMT, Kampong Jontor, Kecamatan Penanggalan, Kota Subulussalam, Kamis (13/06/2024).

Rangkaian acara diawali pembacaan Alquran disusul shalawat nabi dan menyanyikan Lagu Indonesia Raya ditutup doa oleh santri.

Kepala TK, Afra Afifah Chairani, S.Pd beri sambutan akui bangga, meski masih ‘khawatir’, akan bagaimana alumni TK melanjut ke SD/Tsanawiyah dan TPA ke SMP/MTs pasca wisuda.

Baca Juga:  Harga Sawit belum Menggembirakan, Meski Ada Kenaikan Rp 120/kg

Namun diyakini, selama dalam didikan DMT dengan berbagai persoalan cukup banyak perubahan positif pada diri setiap anak. Di sisi lain, terhadap alumni TK, TPA yang melanjut ke DMT (TPA dan MTs) pihaknya tetap membuka diri.

Pentas Seni Tarian Tradisional Pakpak ‘Nangkurtak’ oleh santri. ANTARAN/Khairul

Mewakili Pimpinan DMT, Drs. Bambang Chairuddin, MM yang sedang menunaikan ibadah haji bersama istri, Chaerul Anwar, S.Ag menyatakan jika hari ini sangat bahagia bagi wisudawan. Namun, bukan berarti sudah berakhir masa belajar, bahkan harus lebih kuat dan semangat.

“Belajar tak mengenal batas, maka teruslah belajar tanpa henti,” pesan Chaerul menutup sambutan dengan pantun.

Baca Juga:  Tanam Ribuan Mangrove, Polres Abdya Hijaukan Wilayah Pesisir

Usai pengukuhan yang dilakukan mewakili Kakan Kemenag Kota Subulussalam, Pimpinan dan Pengasuh DMT serta Ketua MPD, disusul pembacaan Ikrar Santri, Mars TK TPA dan persembahan lagu oleh wisudawan.

Mewakili Kakan Kemenag Kota Subulussalam, H. Marwan Z, S. Ag, MM juga menunaikan ibadah haji bersama istri, Drs. H. Azharudin, M.Ag dalam bimbingannya mengawali kisah dirinya sekira 30 tahun bagian dari guru di DMT Jontor dan bagaimana lika liku sulitnya bersekolah.

Pentas seni berupa pidato berantai ditampilkan santri. ANTARAN/Khairul

“Hidup ini akan lebih bahagia jika memiliki ilmu,” pesan Azhar, minta para orang tua anak agar motivasi anak, bukan dimarahi atau berbagai bentuk sikap yang menyakiti fisik atau hati anak.

Baca Juga:  Optimalkan Potensi Perikanan, Bupati Aceh Selatan Sambangi KKP RI

Pastikan anak perlu bekal ilmu pengetahuan, bukan harta, anak harus diingatkan agar anak tidak lepas dari Alquran dan tunaikan kewajiban shalat lima waktu dalam sehari semalam.

Mengakhiri acara ditampilkan sejumlah tari, lagu dan cerita, seperti Tari Pakpak Nangkurtak, pidato berantai ‘Berbakti Kepada Orang Tua’ serta pengumuman rangking kelas dirangkai dengan penyerahan hadiah kepada para juara atau ranking kelas dipandu Arrifatul Hazrati, SE, Kepala TPA.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.