Penuh Sejarah, Penetapan Hari Jadi Aceh Selatan Melibatkan Tokoh Terkemuka Aceh

Pj Bupati Aceh Selatan, Cut Syazalisma, S.STP berpakaian adat penganten Aceh bersama Forkopimda dan OPD serta jajaran Darma Wanita saat memperingati hari jadi Aceh Selatan 78 di Alun-alun Tapaktuan. ANTARAN / Sudirman Hamid.
Bagikan:

“Penetapan hari kelahiran Kabupaten Aceh Selatan menapaki sejarah panjang, berawal dimasa bupati pertama, Tgk M Salim Hasjmy tahun 1945-1948. Kemudian dirumuskan Kembali oleh bupati Drs H Sayed Mudhahar Ahmad (1988-1993),” kata Pj Bupati Aceh Selatan.

Jurnalis : Sudirman Hamid

ANTARAN|TAPAKTUAN – Belum banyak yang mengetahui tentang perjalanan, lika-liku dan latar belakang penetapan Hari Jadi Kabupaten Aceh Selatan yang diperingati setiap tahun pada tanggal 28 Desember.

Merefleksi selancar sejarah yang dikutip dari berbagai sumber, ternyata peringatan hari jadi Kabupaten Aceh Selatan telah dimulai sejak kepemimpinan Bupati Aceh Selatan pertama, Tgk. M. Sahim Hasjmy era 1945 -1948 hingga terus bersemayam sampai masa pemerintahan H. Azwir, S.Sos dan Tgk Amran (2018-2023).

Hari ini, Kamis, 28 Desember 2023, peringatan hari jadi Aceh Selatan dilaksanakan pemerintahan masa transisi, Penjabat (Pj) Bupati Cut Syazalisma, S.STP, berlangsung di Alun-alun jalan T.Ben Mahmud (Depan kantor bupati) di Tapaktuan.

Pantauan antaran, prosesi peringatan hari jadi Aceh Selatan ke 78 Tahun 2023 berlangsung sederhana serta mengusung tema “Pulih Lebih Cepat dan Bangkit Lebih Kuat”. Seluruh pejabat dan Forkopimda serta ASN hadir dengan mengenakan pakaian khas adat Aceh.

“Tema ini diadopsi dari rentetan prestasi yang diraih Kabupaten Aceh Selatan di berbagai event, termasuk penurunan angka kemiskinan ekstrem berskala nasional. Ditengah kebahagian memanggul deretan prestasi, wilayah Aceh Selatan diterjang banjir bandang dan banjir kiriman,” ucap Pj Bupati dalam pidato resmi saat bertindak selaku inspektur upacara.

Baca Juga:  Saat Pekan Ilmiah Temu Ramah Insan Kesehatan, Ini Pesan Pj Bupati Dr Nurdin Kepada Para Nakes Aceh Jaya
Jajaran Forkopimda Aceh Selatan salam kompak usai upacara Peringatan Hari Jadi Aceh Selatan 78. ANTARAN / Istimewa.

Hendaknya, kata Cut Syazalisma, peristiwa bencana alam jangan terus membawa nestapa bagi masyarakat, tetapi kita berusaha dan bangun bersama untuk mewujudkan kemajuan, Pulih lebih cepat dan bangkit lebih kuat.

“Penetapan hari kelahiran Kabupaten Aceh Selatan menapaki sejarah panjang, berawal dimasa bupati pertama, Tgk M Salim Hasjmy tahun 1945-1948. Kemudian dirumuskan Kembali oleh bupati Drs H Sayed Mudhahar Ahmad (1988-1993),” kata Pj Bupati Aceh Selatan kepada antaran sebelum peringatan hari jadi ke 78.

Mengenang ukiran dan rentetan historis penetapan hari jadi Aceh Selatan, tersimak secara komprehensif dari tabir sejarah yang dibacakan Muhammad Iqbal pada rangkaian upacara HUT Aceh Selatan ke 78. Ternyata melibatkan tokoh-tokoh besar Aceh dan para cendekiawan.

Tercatat, rumusan ketetapan tanggal hari jadi kabupaten Aceh Selatan dimotori dan digagas Bupati Drs. H. Sayed Mudhahar Ahmad melalui kegiatan Seminar Sejarah dan Kebudayaan Aceh Selatan, tanggal 14 – 16 Mei 1989 di Tapaktuan.

Seminar akbar tersebut dihadiri tokoh-tokoh terkemuka yang nama mereka mentereng hingga menjelajahi nasional. Mereka adalah; Prof. Dr. Ibrahim Hasan, MBA., Prof. Dr. Ismail Sunny, S.H, M.CL, Prof. Ali Hasjmy dan para Sejarawan Aceh lainnya. Sayangnya, ketetapan tanggal hari jadi Aceh Selatan tidak berhasil dikerucutkan.

Berlatar belakang dari cetusan Seminar Sejarah dan Kebudayaan Aceh Selatan yang menelurkan rekomendasi dan disusul usulan serta saran Anggota DPRD setempat, Bupati Aceh Selatan, Drs. M. Sari Subki (1993-1998) membentuk sebuah tim untuk menindaklanjuti, menjajaki, menelusuri, mengkaji, dan memverifikasi kembali kebulatan hari jadi Aceh Selatan.

Baca Juga:  Kadisdik Aceh Buka Workshop Pengembangan Bahasa Kluet

Pembentukan Tim musyawarah berpayung hukum Keputusan Bupati Aceh Selatan Nomor 130.05/44/1995 tanggal 13 Maret 1995. Direkrut putra-putra terbaik dengan beragam latar belakang, diantaranya pakar dan pelaku sejarah, teknokrat, juga birokrat.

Adapun Tim Pembahasan melibatkan, diantara; Prof. Dr. M. Isa Sulaiman, Prof. Dr. M. Hakim Nyak Pha, Drs. Burhan, Murkana, SE., Said Abu Bakar, Drs. Thamren Z, Dr. Raja Masbar, Ir. Rustam Husen, M.Eng., Chairuddin Zakas, SH, Ir. Drs. T. Syaiful Ahmad, Drs. M. Nasir Hasan, Drs. Sudarmansyah, Ir. Basri Emka dan Drs. M. Sukarni.

Setelah bekerja maksimal, menguras energi dan menyamai persepsi, Tim menyepakati dan menetapkan hari jadi kabupaten Aceh Selatan jatuh pada tanggal 28 Desember 1945.

Ketetapan tersebut sebagaimana dituangkan dalam Keputusan Tim Verifikasi Nomor 05 tanggal 1 Mei 1995. Keputusan ini mengacu pada ketetapan Gubernur Sumatera Negara Republik Indonesia Nomor 70 Tanggal 28 Desember 1945, sebagai cikal bakal lahirnya Kabupaten Aceh Selatan. Bukan hanya itu, DPRD Aceh Selatan mengeluarkan rekomendasi melalui surat Nomor 135/64 tanggal 11 September 1995.

Baca Juga:  Pj Bupati Aceh Selatan Tepati Janji, Serahkan Hand Traktor Untuk Petani Samadua

Atas kedua dasar itu, Bupati Aceh Selatan, Drs. M.S. Subki, melalui Keputusan Bupati Aceh Selatan Nomor 2 Tahun 1995 tanggal 10 November 1995, menetapkan tanggal 28 Desember 1945 sebagai hari lahir Kabupaten Aceh Selatan dan pada tanggal itu pula akan diperingati sebagai hari jadi Kabupaten Aceh Selatan tiap tahun berjalan.

Menelisik perjalanan Sejarah, setelah Aceh Selatan disetujui menjadi kabupaten otonom, kemudian Komite melanjutkan rapat pemilihan bupati pertama di Sekolah Rakyat (SR) Nomor 2 Kedai Aru Tapaktuan (SDN 9 Tapaktuan sekarang) pada bulan Mei 1946.

Langkah tersebut digelar setelah resmi terbentuk kabupaten definitif dan berpisah dari pemerintahan kabupaten Aceh Barat. Kala itu, wilayah kabupaten Aceh Selatan mencakup tapal batas Babahrot, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya sekarang) hingga Aceh Singkil berbatas dengan perbatasan Provinsi Sumatera Utara.

Sebanyak 25 anggota komite yang memilih dan memiliki hak suara, terpilihlah Tgk. M. Sahim Hasjmy sebagai bupati Aceh Selatan dengan menggondol 16 suara. Pada tanggal 10 Januari 1947 melalui Surat Ketetapan Nomor 24/1947 Gubernur Sumatera Negara Republik Indonesia mengangkat Tgk. M. Sahim Hasjmy sebagai Bupati Aceh Selatan pertama, terhitung sejak tanggal 15 Mei 1946.

Alur riwayat penetapan hari jadi Aceh Selatan, pembentukan Aceh Selatan hingga meracik bupati pertama menjadikan catatan penting bagi Masyarakat dan generasi penerus bangsa agar tidak sirna ditutup kabut moderenisasi.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.