Penurunan Stunting di Suka Makmur Menggembirakan

Pj Kepala Kampong Suka Makmur, Nuraisah, S.Pd menyuapkan makanan kepada seorang anak stunting. ANTARAN/Khairul
Bagikan:

Soal fenomena berbagai persoalan selain stunting, Nurasiah berharap dukungan para orang tua dan semua pihak menggalakkan pembinaan mental keagamaan generasi muda, mengantisipasi kerusakan moral.

Jurnalis : Khairul

ANTARAN|SUBULUSSALAM – Penurunan stunting di Kampong Suka Makmur, Kecamatan Simpang Kiri, Subulussalam menggembirakan. Pasalnya, dari semula November 2023 ada 26 kasus, pada Mei 2024 menjadi 15 kasus.

Data itu terkonfirmasi saat Prana Astaman, SH Koordinator Balai KB memberi sambutan pada Kunjungan Bapak Asuh Anak Stunting (BAAS), yakni Ketua MPD Subulussalam dan PMT kepada anak stunting dihadiri stakeholder terkait di Kantor Kepala Kampong Suka Makmur, Kecamatan Simpang Kiri, Kota Subulussalam, Senin (20/05/2024).

Baca Juga:  Mellani Subarni Lantik Pj Ketua PKK Subulussalam

Diingatkan, perlu konsentrasi dan peran semua pihak memberi edukasi untuk menurunkan stunting. Pesan penting BKKBN, kata Prana, jangan terlalu untuk empat hal, yakni nikah terlalu muda (perempuan di bawah 20 tahun dan 25 laki-laki), hamil terlalu tua, terlalu rapat dan terlalu banyak. Hindari merokok berjarak dekat dengan anak atau anggota keluarga lain dan selalu menjaga kebersihan.

Satgas Stunting Provinsi Aceh, Tarmizi dalam sambutannya pada kunjungan BAAS dan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) itu mengatakan, penurunan stunting di daerah ini dinilai berhasil setelah melalui sejumlah terobosan dan akan terus bergerak mencapai yang terbaik ke depan.

Baca Juga:  Rumah Warga Agara Rusak Dihantam Puting Beliung
Foto bersama stakeholder Stunting Kampong Suka Makmur dengan ibu dan anak stunting. ANTARAN / Istimewa

Dikatakan, survey terakhir stunting, Pemko Subulussalam menduduki tingkat ke-11 terbaik se-Aceh dan tahun depan ditarget posisi lima besar. Dirinci, dari 786 stunting tahun lalu Kota Subulussalam, tahun ini berkurang menjadi 553 anak.

Sementara Pj Kepala Kampong Suka Makmur, Nurasiah, S.Pd berharap, sebagaimana harapan stakeholder di sana, semua orang tua anak stunting proaktif mengikuti petunjuk, aturan dan ketentuan yang dibuat, sehingga zero stunting bisa terwujud.

Soal fenomena berbagai persoalan selain stunting, Nurasiah berharap dukungan para orang tua dan semua pihak menggalakkan pembinaan mental keagamaan generasi muda, mengantisipasi kerusakan moral.

Baca Juga:  Keren, Melengkan Ditetapkan Menjadi Warisan Budaya Tak Benda Indonesia Tahun 2022

Diketahui, stunting adalah masalah gizi kronis akibat kurangnya asupan gizi dalam jangka waktu panjang sehingga mengakibatkan terganggu pertumbuhan anak, salah satunya tinggi badan terhambat.

Turut memberi kata sambutan Sekcam Simpang Kiri, Mustakim Boangmanalu, Nanda Syahputra, SKM dari Puskesmas Simpang Kiri dan Ahli Gizi, Ramalia Purba.

Hadir Bhabin Kamtibmas, Yuslianto, Bidan Kampong Suka Makmur, Lely Aspina Manik, Am.Keb, sejumlah perangkat kampong dan BPK Suka Makmur serta orang tua dan anak stunting.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.