Perhari, Dapur Umum Aceh Selatan Salurkan 10.500 Nasi Bungkus Untuk Korban Banjir

Kondisi masyarakat yang terdampak musibah banjir bandang dan banjir genangan saat mengambil jatah nasi bungkus di Posko Induk. ANTARAN / Istimewa.
Bagikan:

“Dapur umum yang dibuka untuk masyarakat terdampak banjir genangan dan banjir bandang di Trumon Raya, setiap hari menyalurkan lebih kurang 10.500 nasi bungkus,” kata Pj Bupati Aceh Selatan.

Jurnalistik : Sudirman Hamid

ANTARAN|TAPAKTUAN – Pasca bencana banjir bandang di Ladang Rimba, Kecamatan Trumon Tengah dan banjir genangan yang berkesinambungan di wilayah Trumon Raya, Kabupaten Aceh Selatan, Provinsi Aceh, dengan gerak cepat pemerintah daerah membuka dapur umum.

Penjabat (Pj) Bupati Aceh Selatan, Cut Syazalisma,S STP mengaku paska diterjang banjir bandang dan banjir genangan sudah membuka dua dapur umum untuk menangani konsumsi tanggap darurat warga terdampak musibah, sejak Selasa (21/11/2923).

“Perkiraan saya, dapur umum yang dibuka untuk masyarakat terdampak banjir genangan dan banjir bandang di Trumon Raya, setiap hari menyalurkan lebih kurang 10.500 nasi bungkus. Itu belum lagi tambahan dari sumbangsih masyarakat dan donatur,” kata Pj Bupati Aceh Selatan kepada antaran, Sabtu (25/11/2023).

Baca Juga:  Pemkab Aceh SelatanĀ  Bentuk Posko Pemantauan Tanpa Desk Pemilu 2024

Disebutkan, dapur umum yang diaktifkan selama ini, logistiknya bersumber dari pemerintah daerah melalui BPBD dan Dinas Sosial Aceh Selatan yang di pusatkan pada posko induk di halaman Kantor camat Trumon Tengah.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Darurat dan Logistik BPBD Aceh Selatan, Ruspiadi, SE, M.Si yang dikonfirmasi membenarkan pihaknya menyalurkan konsumsi berupa nasi bungkus yang diracik tiga kali dalam sehari.

“Iya bang, untuk keseluruhannya lebih kurang sebanyak 10.500 bungkus per hari. Jumlah ini belum ditambah sumbangan dan partisipasi dari warga serta para donatur, baik dalam daerah maupun masyarakat luar yang tersentuh kepedulian,” beber Ruspiadi saat ditemui di Posko Induk, sore tadi.

Baca Juga:  RAPBK Perubahan Agara 2023 Berkurang Rp 6,2 Miliar

Selain dapur umum BPDB dan Dinsos Aceh Selatan, kita juga diback up enam dapur lain yang bersumber dari swadaya warga dan donatur. Dapur umum salah satu solusi untuk meringankan beban penderitaan masyarakat dimasa darurat.

“Hitung punya hitung, sekali waktu makan kita distribusikan lebih kurang 3.500 nasi bungkus. Jika pagi, siang dan malam tembus 10.500 bungkus. Kadang kala terjadi penambahan sesuai situasi dan kondisi,” ulas Rusliadi.

Secara rinci dan detail disampaikan, khusus untuk korban banjir bandang, Ladang Rimba, dapur umum menyalurkan 2.500 bungkus per sekali waktu makan. Untuk pengungsi di Pos Makro Brimob, bagi warga terdampak banjir genangan didistribusikan 500 bungkus per waktu.

Baca Juga:  Keliling ke Sekolah, Pj Bupati Galus Beri Motivasi dan Cek Kehadiran Guru

Selanjutnya, pengungsi Cot Bayu yang bermarkas di Jambo Papeun dijatahi 50 bungkus per waktu. Kemudian, warga Trumon Dalam yang mengungsi di gampong Padang Harapan disalurkan 120 bungkus. Edisi tambahan diberikan konsumsi untuk pekerja sosial, relawan dan tenaga bantuan lainnya dikemas 200 sampai 321 bungkus setiap waktu makan.

“Jumlah nasi bungkus yang di salur bisa bertambah dan bisa juga berkurang sesuai situasi di lapangan. Kelihatannya, dapur umum akan bertahan selama beberapa hari ke depan tergantung cepat dan lambatnya pemulihan,” pungkas Ruspiadi.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.