Permasalahan Tanah Menjadi Perhatian Serius Kejaksaan

sosialisasi pencegahan sengketa Komplit pertanahan dan perkara pertanahan. ANTARAN / foto ist
Bagikan:

“Tanah tidak lagi sekedar dipandang sebagai masalah agrarian semata yang selama ini diidentikkan sebagai pertanian belaka, melainkan telah berkembang, baik manfaat maupun kegunannya,” sebut Ismail.

Jurnalis: Bayu Y

ANTARAN | BLANGKEJEREN – Kejaksaan Negeri (Kajari) Kabupaten Gayo Lues menggelar sosialisasi pencegahan sengketa Komplit pertanahan dan perkara pertanahan, di kantor Pertanahan Gayo Lues, pada Selasa (31/10/2023).

Pasalnya, sengketa permasalahan pertanahan, mulai dari penyerobotan tampa hak, bahkan sampai hilangnya tanah milik Negara oleh mafia saat ini menjadi perhatian serius.

Kegiatan sosialisasi pencegahan sengketa Komplit pertanahan dan perkara pertanahan itu turut dihadiri, Kajari sebagai nara sumber, Sekda Gayo Lues Jata SE serta Kepala Pertanahan Gayo Lues.

Baca Juga:  Peringati Hardikda ke 64, Pemkab Aceh Selatan Laksanakan Upacara

Kepala Kejaksaan Gayo Lues, Ismail Fahmi, SH. menyampaikan permasalahan yang menyangkut tanah, menjadi isu aktual dari masa ke masa dan hingga kini masih terus muncul dj Negeri, baik dari tingkat kelurahan, kecamatan hingga tingkat pusat.

“Tanah tidak lagi sekedar dipandang sebagai masalah agrarian semata yang selama ini diidentikkan sebagai pertanian belaka, melainkan telah berkembang, baik manfaat maupun kegunannya,” sebut Ismail.

Selain itu, kata Ismail Fahmi, kasus pertanahan yang melibatkan mafia tanah, seperti penyerobotan tanah masyarakat tanpa hak atau bahkan menyebabkan hilangnya aset tanah negara, merupakan pekerjaan yang cukup berat dan perlu mendapatkan perhatian kita bersama secara serius kedepan.

“Masalah tanah meliputi masalah hukum yang rumit, untuk itu pemerintah telah membentuk tim dari unsur lintas kementerian atau lembaga guna menangani kasus hukum terkait pertanahan, termasuk penilaian, dan penyelesaian kasus tanah di Indonesia,” ujarnya.

Baca Juga:  Meugang, Harga daging Sapi di Aceh Singkil Rp 170 Ribu, Bahan Pokok

Sementara, Penjabat (Pj) Sekdakab Gayo Lues, H. Jata, SE, MM, mewakili bapak Pj Bupati Gayo Lues, menyampaikan beberapa kata sambutan dan ucapan terimakasih kepada Kepala Kejaksaan Negeri Gayo Lues yang sudah banyak berkolaborasi dengan berbagai pihak dalam pensertifikatan tanah wakaf di Kabupaten Gayo Lues.

“Dengan adanya kegiatan ini agar setiap kepala Kecamatan di Kabupaten Gayo Lues dapat mensosialisasikan kepada masyarakat di Kampung masing-masing , karena semakin lama tanah akan semakin dibutuhkan oleh seluruh masyarakat dan untuk mengantisipasi agar tidak terjadi sengketa di kemudian hari,” ucapnya.

Baca Juga:  Malam Penutupan Saban Sabe Sajan Fest 2024 di Aceh Selatan, Rafly Kande Berpesan Perangi Narkoba

Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Gayo Lues, Edi Pranata, SST, dalam kesempatan itu mengatakan, kasus pertanahan yang terjadi di negeri ini dari tahun ke tahun terus mengalami tren kenaikan dan sudah terbilang cukup tinggi.

“Berdasarkan data yang kami kutip dari Direktorat Jenderal penanganan sengketa dan konflik pertanahan Kementerian ATR/BPN yang disampaikan pada rapat kerja nasional Tanggal 22 Maret Tahun 2022 lalu, menyebutkan total jumlah kasus pertanahan yang terjadi pada Tahun 2021 sejumlah 8.1 1 1, dimana dari 51 juta bidang tanah yang terdaptar tanah yang bermasalah sebanyak 0,015%,” pungkasnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.