Pernyataan Wali Kota Gelar Musrenbang Dinilai Hanya Retorika

Anggota DPRK Subulussalam, Bahagia Maha. Foto Ist
Bagikan:

“Itu semua retorika, bahkan ngarang-ngarang saja,” pesan Bahagia, sebut berakhir masa jabatan wali kota, sesuai SK 15 Mei 2024 menjadi dasar penilaian yang disampaikan bersifat bombastis.

Jurnalis : Khairul

ANTARAN|SUBULUSSALAM – Sejumlah pernyataan Wali Kota Subulussalam, H. Affan Alfian Bintang, SE dinilai cuma retorika. Pasalnya, dalam sejumlah Rapat Paripurna di Gedung DPRK, Affan Bintang memberi sambutan selalu berjanji akan mencari solusi untuk menutup defisit. Namun hingga tak lebih dari dua bulan lagi sisa jabatan wali kota, defisit tetap membengkak.

Demikian rilis Bahagia Maha diterima AntaranNews.com, Sabtu (30/3/2024) mengomentari sambutan Wali Kota, Bintang pada saat membuka acara Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Terintegrasi RKPK Subulussalam 2025 dan Rembuk Stunting, Kamis (28/3/2024) lalu.

Baca Juga:  Sepanjang Tahun 2023 Angka Pernikahan di Abdya Naik, Perceraian Turun

Bahagia Maha, yang merupakan anggota DPRK Subulussalam mengatakan, agenda Musrenbang penting dan wajib didukung, namun pernyataan akan menekan laju defisit hanya retorika belaka.

Musrenbang digelar setahun sekali diakui sangat penting karena akan menjadi dasar dalam pembahasan dan kesepakatan langkah-langkah penanganan program/kegiatan prioritas yang tercantum pada usulan Rencana Kegiatan Pembangunan (RKP) tahun ke depan, baik di desa dan kecamatan atau kegiatan lain jika belum tercakup dalam prioritas.

Hasil Musrenbang yang menjadi rancangan akhir Penyusunan Kebijakan Umum Anggaran dan Plafon Prioritas Anggaran Sementara (KUA PPAS), Komisi A membidangi pemerintahan ini mengapresiasi dan mendorong pembangunan kota ini yang lebih baik.

Baca Juga:  Pj Sekda Simeulue Buka Puasa Bersama RSB

Soal rembuk stunting dibahas bersamaan, Politisi PAN ini berharap terget penurunan stunting terealisasi, meski yang disampaikan juga dinilai cuma retorika.

“Itu semua retorika, bahkan ngarang-ngarang saja,” pesan Bahagia, sebut berakhir masa jabatan wali kota, sesuai SK 15 Mei 2024 menjadi dasar penilaian yang disampaikan bersifat bombastis.

Pernyataan lain dikritik Bahagia, peningkatan pelayanan publik. Kata dia, jika pelayanan selama ini baik, mustahil terjadi keributan di kantor keuangan atau kantor lain. Lalu soal peningkatan ekonomi masyarakat, lima tahun Pemerintahan Bintang Salmaza (Bisa) disebut tak stabil, bahkan hancur.

Baca Juga:  Kunker Ke Subulussalam, Pj Gubernur Aceh Sambangi Puskesmas dan KPH VI 

Catatan lain soal Pemerintahan Bisa hingga saat ini, kata dia, tak terbayar insentif dokter, sertifikasi Guru PNS, upah tenaga honorer dan perangkat desa, lalu pengangguran semakin banyak. Soal penerapan Syariat Islam, disesalkan permainan/tanding domino (dam batu) dan senam aerobik kaum hawa berbusana tak pantas.

“Sudahlah, semua yang disampaikan cuma retorika,” pesan Bahagia, meski berharap sisi positif Musrenbang ada hasil maksimal pembangunan yang diprioritaskan ke depan. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.