Pesisir Susoh Abdya Kembali Dihantam Abrasi

Sejumlah rumah warga yang bermukim di pesisir pantai dalam dua Gampong Panjang Baru dan Keudee Palak Kerambil, Kecamatan Susoh, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), mengalami rusak parah, akibat dihantam abrasi, Minggu (03/07/2022). ANTARAN / ALFIYAH ZAMZAM
Bagikan:

Jurnalis: Alfiyah Zamzam

ANTARANNEWS.COM|BLANGPIDIE – Sejumlah rumah warga yang bermukim di pesisir pantai dalam dua Gampong Panjang Baru dan Keudee Palak Kerambil, Kecamatan Susoh, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), mengalami rusak parah, akibat dihantam abrasi, Minggu (03/07/2022).

Abrasi yang terjadi kali ini, tidak saja menghantam rumah penduduk, namun areal pertanian warga juga luluh lantak disapu ombak pasang tersebut.

Keterangan yang diperoleh antarannews.com, Senin (04/07/2022) menyebutkan, abrasi yang terjadi di kawasan tesebut sebut sudah berlangsung beberapa hari terakhir.

“Namun, yang terparah terjadi pada Minggu kemarin,” kata Ahmad warga setempat.

Hantaman gelombang pasang yang terjadi, Minggu kemarin, lanjutnya, selain selain meluluh-lantak areal perkebunan milik warga seperti, areal tanaman kelapa. Juga mengakibatkan sejumlah rumah penduduk rusak parah.

Baca Juga:  Terpilih Aklamasi, Zaitun Mhd Bertekad Bangun KONI Aceh Selatan Lebih "Bernyawa"

“Yang paing parah rusak itu, rumah milik Ketua Pemuda Desa Panjang Baru, saudara M Ali. Kerusakannya cukup parah, bahkan terancam ambruk dibawa arus,” ungkap Keuchik Panjang Baru, Ikhsan Wahyuni.

Menurut Keuchik Ikhsan, abrasi yang terjadi di kawasan pesisir Susoh tersebut, merupakan bencana alam langganan yang diderita warga setempat setiap tahunnya. “Ini bencana rutin yang kami alami setiap tahun,” keluhnya.

Meskipun bencana alam seperti itu, sudah berulang kali terjadi, lanjutnya, namun hingga saat ini belum ada penanganan serius dari Pemerintah.

Baca Juga:  Kepala KUA Susoh Berhasil Terbitkan Buku ke-19

“Bencana abrasi ini tiap tahun terjadi. Akan tetapi, sampai saat ini belum ada upaya penanganannya dari pemerintah,” sesalnya.

Pihaknya sangat berharap, Pemerintah segera membangun pengaman pantai, semacam tanggul pemecah ombak (breakwater) dari batu gajah atau lainnya, guna mengatasi abrasi tersebut.

Mengingat, sudah banyak rumah, areal perkebunan dan tempat usaha seperti, kantin milik warga yang rusak dihantam gelombang pasang tesebut.

“Yang penting kami dibangun tanggul pemecah ombak. Kalau terus dibiarkan seperti ini, tanpa adanya penanggulangan serius, kasian masyarakat disini.

Setelah selesai memperbaiki rumahnya yang rusak diterjang ombak besar, tahun depan sudah rusak lagi, dengan kasus serupa, akibat dihantam ombak lagi,” sebutnya.

Baca Juga:  Akhirnya, Jata SE Dilantik Menjadi Pj Sekda Gayo Lues

Keuchik Ikhsan juga menilai, selama ini banyak pihak hanya mengumbar janji politik, untuk menanggulangi bencana tahunan ini. Namun, untuk penanganan secara serius, hingga saat ini belum terealisasi.

“Kami meminta kepada pemerintah daerah dan anggota DPRK maupun DPRA, untuk bisa sedikit memikirkan tentang kepedihan warga kami, yang tinggal di pesisir pantai ini.

Jangan hanya mengumbar janji saja. Janji membangun break water, tapi realisasinya sampai sekarang belum terlaksana. Apa kita tunggu dulu rumah warga yang ada di pesisir pantai habis, baru ada penanganan,” pungkasnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.