Petani Jagung Keluhkan Harga Bibit dan Pupuk Mahal

Anggota DPRK Gayo Lues, Ilyas saat memberi pertanyaan kepada media. ANTARAN / Bayu Y
Bagikan:

“Kami sangat berharap perhatian dari pemerintah untuk mencari solusi terhadap bibit jagung, pupuk dan obat-obatan yang setiap saat mengalami kenaikan,” ujar Anggota DPRK Ilyas.

Jurnalis : Bayu Y

ANTARAN|BLANGKEJEREN – Petani jagung di Kabupaten Gayo Lues, Provinsi Aceh mengeluh akibat biaya operasional tinggi sehingga tidak berimbang dengan hasil panen. Faktor utama disebabkan harga bibit, pupuk dan obat-obatan terus meroket.

Menangkal harga bibit, pupuk dan obat-obatan tanaman jagung, anggota DPRK Gayo Lues meminta disiapkan pembibitan lokal serta adanya subsidi dari pemerintah.

Pernyataan tersebut disampaikan anggota DPRK Gayo Lues, Ilyas, sebagai upaya dan solusi untuk meringankan beban dan meningkatkan produksi tani.

Baca Juga:  Dukung Penyebaran Informasi, Pangdam IM Resmikan Studio Pandu Sakti

“Kami meminta pemerintah daerah memprogramkan dan menyiapkan pembibitan lokal. Hasilnya lebih murah dan disuplai tepat sasaran kepada petani jagung. Ini salah satu solusi untuk meningkatkan penghasilan petani,” papar Ilyas kepada antaran, Sabtu (29/7/2023).

Ia menyebutkan, mahalnya harga bibit jagung, pupuk serta obat-obat sangat merugikan petani. Kenaikan harga bibit jagung merk Pioneer bisa membuat petani jagung kelimpungan dan terancam mati suri.

“Bayangkan saja, sebelum mengalami kenaikan harga bibit sekira 500 ribu persak. sekarang harganya melambung mencapai 750 ribu persak. Kesusahan petani jagung kian terasa lantaran harga pupuk dan obat-obatan ikut meroket mahal,” cetus anggota dewan tersebut.

Menurut Ilyas, untuk benih pembibitan pemerintah mengalokasikan jenis unggul dengan kualitas terjamin. Harapannya, turunannya bisa dijadikan bibit kembali dengan harga jauh lebih murah.

Baca Juga:  Ketua TP PKK dan Bunda PAUD Aceh Selatan Ajak Warga Sawang Akurasi Data Dasawisma

“Kalau pupuk pemerintah bisa menyiapkan pupuk organik dengan memanfaatkan sumber daya yang ada di Gayo Lues dan kabupaten tetangga. Prosfek ini tidak kalah saing dengan pupuk kimia,” ulasnya.

Dikatakan lagi, kondisi petani saat ini sangat memprihatinkan sudah jatuh ketimpa tangga. Tidak ubah buah Simalakama. “Tidak ditanam tidak ada penghasilan, ditanam hasilnya tidak memadai karena pembiayaan mahal,” sergah Ilyas.

Salah seorang petani jagung Gayo Lues, Sabri berharap adanya bantuan dari pemerintah daerah agar petani jagung bisa melangsungkan produktifitas seraya meningkatkan hasil tani.

Baca Juga:  Akibat Cuaca Ektrim dan Hujan Lebat Tiga Kecamatan di Simeulue Terendam Banjir

Modal menanam jagung sangat tinggi mencapai puluhan juta rupiah sekali tanam. Belum lagi menghadapi kendala dan serangan hama, termasuk musim kemarau yang berbuntut gagal panen.

“Kami sangat berharap perhatian dari pemerintah untuk mencari solusi terhadap bibit jagung, pupuk dan obat-obatan yang setiap saat mengalami kenaikan. Minimal bisa mensubsidi bibit jagung berkualitas dalam membantu masyarakat tani,” terang Sabri.

Sabri menambahkan, masyarakat sangat mendukung permintaan dan himbauan anggota DPRK agar Pemerintah menyediakan pembibitan lokal tidak hanya bibit jagung, termasuk cabai dan bawang. “Program pembibitan sangat membantu petani, selain harganya dapat ditekan juga dinilai berkualitas,” pungkasnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.