Pilchiksung Aceh Barat 2022 dan Agenda Perubahan Sosial di Gampong

Bagikan:

Oleh : Aduwina Pakeh, S,Sos., M.Sc Dosen Universitas Teuku Umar dan Inisiator Gerakan Relawan Rumah Dhuafa Indonesia 

Pemilihan Keuchik Secara Langsung (Pilchiksung) serentak yang digelar di Aceh Barat tahun 2022 ini sejatinya bukan hanya urusan politik dan aneka strategi untuk menang. Pilchiksung adalah urusan publik, sebab ia merupakan jalan kelahiran seorang pemimpin di tingkat gampong yang kelak akan menentukan masa depan gamping dan rakyat yang diwakilinya.

Kesejahteraan rakyat dan kemajuan gampong sangat ditentukan terutama melalui kebijakan dan efektifitas implementasinya. Kebijakan dan perilaku kelembagaan Pemerintah Gampong, sangat bergantung kepada wawasan, kesadaran dan keberpihakan seorang Keuchik. Apakah seorang Keuchik akan memperjuangkan kepentingan rakyat, atau justru lebih mengedepankan kepentingan (kekuatan) lain selain rakyat, kapital.

Demi kepentingan rakyat, Pilchiksung yang digelar hari ini Minggu (11/9/2022) secara serentak di 290 desa (gampong) yang tersebar di 12 kecamatan di Kabupaten Aceh Barat  haruslah Pilchiksung yang benar-benar bermartabat.

Baca Juga:  Pasca Banjir Bandang Trumon Tengah, Tokoh Barsela Desak Gubernur Aceh Tetapkan Status Bencana Daerah

Pilchiksung akan menjadi titik awal bangkitnya pembangunan di gampong, mengingat dalam dua tahun terakhir banyak gampong di Aceh Barat yang dipimpin oleh Pejabat Keuchik yang tentunya memiliki banyak keterbatasan dalam pengambilan kebijakan. Pilchiksung diharapkan mampu membawa perubahan sosial di masyarakat, yaitu perubahan yang dipersyarati oleh gerak signifikan dari satu titik jemu menuju titik baru yang lebih baik.

Agenda perubahan sosial selama ini lebih dominan dimotori oleh kalangan aktivis dan civil society atau lembaga swadaya masyarakat. Sebagai wujud dari kepedulian sosial, dan langkah dari gerakan sosial, hal tersebut sudah sangat tepat. Meskipun demikian, di luar dari yang sudah tepat tersebut, perlu juga dipertimbangkan kemungkinan adanya upaya melalui lainnya.

Tentu pada sore ini kita akan mendapatkan hasil dari Pilchiksung ini, setiap gampong yang menyelenggarakan pilchiksung akan mendapatkan pimpinan (keuchik) yang baru, apapun keputusannya itu berarti merekalah yang terbaik dan diharapkan mampu membawa perubahan.

Baca Juga:  Dalam Waktu Singkat, Satlantas Polres Abdya Ungkap Kasus Tabrak Lari

Kepada saudara-saudara kami yang nantinya terpilih sebagai Keuchik di 290 gampong, kami ucapkan selamat dan berharap visi misi yang digagas selama ini dan dikampanyekan kepada masyarakat dapat dilaksanakan.

Para Keuchik diperlukan kesadaran dan wawasan yang luas terutama tentang kebutuhan untuk pembangunan gampong, memaksimalkan sumber daya manusia dan sumber daya alam di gampong untuk kemakmuran masyarakat.

Pilchiksung tidak hanya bicara siapa pemenangnya? Lebih dari itu, apa yang akan dilakukan setelah menang. Banyak referensi dan contoh nyata yang bisa kita lihat di masyarakat, tidak sedikit Keuchik yang mampu melaksanakan perannya dengan baik nantinya akan mampu berkiprah lebih jauh bahkan menjadi tokoh politik daerah dan nasional baik di lembaga eksekutif maupun legislatif.

Salah satu kebutuhan di gampong yang mesti dipenuhi oleh seorang Keuchik adalah kebutuhan terhadap pemerintahan yang baik dan benar, terhadap kehadiran seorang Keuchik yang adil dan amanah, terhadap kebijakan tentang pembangunan, terhadap pendidikan dan taraf hidup rakyat, terhadap pengembangan usaha ekonomi mikro, terhadap terwujudnya harmoni sosial, terhadap tersedianya hunian yang layak bagi kaum dhuafa. Keuchik harus mampu menjadi katalisator atau penggerak perubahan di masyarakat.

Baca Juga:  Camat Sawang Ajak Panwascam Utamakan Netralitas 

Janji politik calon keuchik wajib ditepati dan serangkaian program pemerintah gampong yang nantinya digulirkan harus bisa dinikmati oleh seluruh masyarakat gampong.  Rakyat adalah pemilik saham utama atas tanah air dan seluruh sumber-sumber kehidupan. Oleh karena itu rakyat memiliki hak dalam melakukan kontrol dan evaluasi, bahkan menarik mandat. Kontrol sosial dalam segala bentuknya, dibutuhkan demi menjamin berjalannya pemerintahan gampong sehingga tetap on the track.

Pilchiksung Aceh Barat 2022 adalah momentum bagi perubahan sosial. Momentum tersebut perlu dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Membiarkan momentum tersebut berlalu begitu saja tanpa perjuangan berarti dari rakyat, sama halnya memberi jalan bagi pelestarian ketimpangan sosial. Menjauhkan masyarakat dari terwujudnya harapan keadilan sosial dan kesejateraan rakyat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.