Pj Bupati Abdya Minta Usulan Air Bersih dan WC Jadi Fokus Musrenbang 2024

Pj Bupati Abdya, H Darmansah SPd MM memberikan arahan dalam pembukaan Musrenbang tingkat kecamatan di Aula SKB Kecamatan Tangan-Tangan, Senin (13/02/2023). ANTARAN / Rizal
Bagikan:

Penggunaan anggaran dalam tahun 2023 ini terfokus pada standar pelayanan minimal (SPM) sesuai dengan Surat dari Kementerian Keuangan nonor 212 tahun 2022.

Jurnalis : Rizal

ANTARANNEWS.COM|BLANGPIDIE –
Pj Bupati Aceh Barat Daya (Abdya), H Darmansah SPd MM meminta Gampong-Gampong supaya fokus untuk mengusulkan pengadaan jaringan air bersih dan WC (Jamban) untuk penekanan angka Stunting dalam wilayah setempat sesuai dengan program pemerintah pusat.

“Untuk menurunkan angka Stunting ini, kita perlu bekerja sama. Salah satunya, melalui usulan air bersih dan WC,” kata Pj Bupati Darmansah saat membuka kegiatan Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) di aula SKB, Desa Suak Labu, Kecamatan Tangan-Tangan, Senin (13/2/2023).

Pj Bupati Darmansah dalam sambutannya menyampaikan, terkadang sangat memprihatikan banyak usulan pembangunan dari desa justru tidak tertampung dalam APBK.

Terkait mengenai usulan banyak yang tidak tertampung itu, lanjut Darmansah, karena persoalan ketersediaan anggaran yang dari tahun 2019 sampai 2022 terjadi penurunan. Dimana, pada tahun 2019, oleh pusat mengucurkan dana sebesar Rp.460 miliar.

Baca Juga:  Ekspos Akhir Tahun, Polres Aceh Singkil Tangani 143 Perkara Sepanjang 2023

2020 turun karena pandemi Covid-19 menjadi Rp.415 miliar. Tahun 2021 kembali turun menjadi Rp.410 miliar dan tahun 2022 turun Rp 409 miliar. Sementara untuk tahun 2023, terjadi peningkatan sedikit menjadi Rp 426 miliar. Jika dibandingkan tahun 2019, masih kurang Rp.24 miliar.

“Maka dari itu, saat ini saya sedang berusaha untuk penambahan anggaran berikutnya di tahun 2024 mendatang. Salah satu dukungannya dengan penurunan angka Stunting,” ungkap Darmansah.

Penggunaan anggaran dalam tahun 2023 ini terfokus pada standar pelayanan minimal (SPM) sesuai dengan Surat dari Kementerian Keuangan nonor 212 tahun 2022. Beberapa persen anggaran terfokus pada Kesehatan, Infrastruktur dan Pendidikan. Dengan adanya surat itu, banyak kegiatan di Abdya yang dibintang untuk memenuhi kebutuhan SPM tersebut.

“Prinsip saya, lebih baik tidak melakukan kegiatan dari pada terhutang. Kondisi inilah menjadi penyebab usulan tersebut tidak bisa tertampung. Kalau tidak mengalihkan ke program itu maka banyak dana dari pusat tidak dikirim,” tutur Pj Bupati Darmansah dalam kegiatan yang dihadiri, anggota DPRK Abdya Agusri Samhadi, para Kepala SKPK, Camat dan Keuchik (Kepala Desa) diwilayah setempat.

Baca Juga:  Peduli Korban Banjir, Wartawan dan LSM di Aceh Selatan Turun ke Jalan

Dalam rilis survei gizi, sambung Pj Darmansah, ada sekitar 4000 anak di Abdya dalam kondisi Stunting. “Kita jadi bingung dengan data tersebut, ternyata indikator itu diambil dari rumah yang beresiko Stunting akibat tidak ada WC dan penggunaan air bersih.

Melalui Musrenbang ini, Pj Bupati Darmansah mewacanakan dalam tahun 2023 dan seterusnya untuk membuat program bangun WC di rumah penduduk. “Kita minta segera melakukan usulan tersebut kalau tidak ada WC itulah yang akan didata sebagai keluarga resiko stunting,” ujarnya.

Jika melirik pada data yang tidak memiliki WC, kemungkinan Abdya butuh 2000 WC untuk memenuhi kebutuhan warga di152 desa dalam Kabupaten Abdya.

Baca Juga:  Peringatan HAB ke 77 Meriah, Pemkab Abdya Hibahkan Aset

“Ini masih sebatas WC, belum lagi mengenai air bersih. Maka tahun 2023 ini, kita fokus pembangunan air bersih untuk wilayah Blangpidie dan susoh,” sebutnya.

Jadi dapat disimpulkan bahwa, di Abdya ada dua problem yang harus dituntaskan. Pertama masalah jamban kemudian air bersih.

“Kita juga meminta DPRK bisa membuat aspirasinya untuk mendukung program air bersih dan WC ini. Bayangkan, dari 25 anggota dewan yang memberikan aspirasi, pasti akan terpenuhi semua masalah ini,” paparnya.

Lebih lanjut, Pj Bupati berharap dengan angka stunting turun, kucuran dana pusat ke Abdya akan bertambah dan bisa dialihkan ke program kegiatan-kegiatan lainnya seperti membangun jalan, normalisasi sungai dan infrastruktur lainnya. “Kalau SPM ini tuntas dalam tahun ini, masalah program lain kedepan akan mudah tercapai,” demikian tandasnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.