Pj Bupati Aceh Jaya Gelar Rapat MAG ke-II

Pejabat (Pj) Bupati Aceh Jaya, Dr Nurdin membuka Rapat Musyawarah Antar Gampong (MAG) ke-II bersama dengan Keuchik, Tuha peut dan tokoh masyarakat di Aula DPMPKB komplek perkantoran Bupati Aceh Desa Keutapang, Kecamatan Krueng Sabee, Kabupaten setempat, Rabu, 28 September 2022. Foto Ist
Bagikan:

“Dalam rangka mendorong pelaku usaha untuk menghasilkan produk yang berkualitas, hari ini kita coba dorong badan usaha milik Gampong bersama untuk bisa menjadi salah satu wirausaha di Aceh Jaya,” kata Dr Nurdin saat Rapat MAG ke-II.

Jurnalis : Suprijal Yusuf

ANTARANNEWS.COM|CALANG – Dalam rangka merealisasikan rencana pembentukan Badan Usaha Milik Gampong (BUMG) bersama Kabupaten Aceh Jaya. Pejabat (Pj) Bupati Aceh Jaya, Dr Nurdin melaksanakan Rapat Musyawarah Antar Gampong (MAG) ke-II bersama dengan Keuchik, Tuha peut dan tokoh masyarakat.

Musyawarah itu dilaksanakan di Aula DPMPKB komplek perkantoran Bupati Aceh Desa Keutapang, Kecamatan Krueng Sabee, Kabupaten setempat, Rabu, 28 September 2022.

Baca Juga:  Muslim Prancis Donasi 30 Ekor Sapi Kurban Untuk 11 Desa di Abdya

Pj Bupati Aceh Jaya, Dr Nurdin mengatakan bahwa, pembentukan Badan Usaha Milik Gampong (BUMG) bersama Kabupaten Aceh Jaya ini sebagai upaya untuk mendidik pelaku bisnis agar bisa menjadi salah satu wirausaha di Aceh Jaya.

“Dalam rangka mendorong pelaku usaha untuk menghasilkan produk yang berkualitas, hari ini kita coba dorong badan usaha milik Gampong bersama untuk bisa menjadi salah satu wirausaha di Aceh Jaya,” kata Dr Nurdin saat Rapat MAG ke-II.

Baca Juga:  Anggota DPRK Abdya dari PNA Pertanyakan SK P3K, Ini Jawaban BKPSDM

Menurutnya, dalam membangun ekonomi disuatu daerah harus memiliki empat hal, pertama membuat rantai wirausaha agar produk saling terintegrasi, kedua membangun pasar wirausaha, ketiga kualitas wirausaha dan keempat kualitas produk usahanya. Sehingga produk-produk yang dihasilkan harus berkualitas memenuhi standar pasar.

Dikatakannya, Aceh Jaya sendiri memiliki potensi yang sangat banyak seperti memiliki lahan yang luas, produksi besar, tetapi disaat permintaan barang ataupun produk dalam jumlah yang besar Aceh Jaya masih kesulitan memenuhinya. Sehingga pasar hanya bersifat lokal.

“Salah satu penyebabnya adalah tidak menjadikan suatu komoditi unggulan di tempat kita, dan bagaimana potensi yang ada harus saling terkait sehingga dapat membentuk produk yang besar,” katanya.

Baca Juga:  Rutan Kelas IIB Tapaktuan Kembali Lakukan Tes Urine Untuk Seluruh Pegawai

Dr Nurdin berpesan juga agar badan usaha milik Gampong bersama agar di desain benar -benar profesional dan tidak ada intervensi birokrasi di dalamnya. Baik itu intervensi birokrasi Pemda, pelaksana, maupun intervensi dari desa. Sehingga badan usaha bisa berjalan.

Untuk itu, ia meminta agar program BUMG bersama Kabupaten Aceh Jaya dibuatkan aturan tata kelola transparansi sehingga bisa berkembang dengan maksimal.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.