Pj Bupati Aceh Selatan Didesak Mencopot Pejabat Tidak Peduli Bencana dan Berkinerja Buruk

Teuku Sukandi saat menyampaikan pernyataan sikap. ANTARAN/Sudirman Hamid.
Bagikan:

“Jangan biarkan pejabat di Aceh Selatan tidak empati dan peduli kepada masyarakat yang tertimpa bencana. Copot dan lengserkan dari jabatan karena dinilai tidak memihak rakyat,” ujar Teuku Sukandi.

Jurnalis : Sudirman Hamid

ANTARAN|TAPAKTUAN – Tokoh Pemerhati kebijakan pemerintah daerah, mendesak Penjabat (Pj) Bupati Aceh Selatan segera mencopot jabatan pejabat yang tidak berkontribusi dalam percepatan pemulihan bencana banjir bandang di Ladang Rimba, Trumon Tengah.

Pernyataan bernada kritik itu disampaikan Teuku Sukandi kepada antaran di Tapaktuan, Jum’at (8/12/2023). Terindikasi masih ada pejabat tidak mengikuti intruksi dan arahan pimpinan.

Katanya, masih ada pejabat Aceh Selatan yang tidak menaruh kepedulian dan empati terhadap musibah yang menimpa Ladang Rimba. Padahal Pj Bupati sudah melaksanakan rapat koordinasi beberapa kali agar melaksanakan kepedulian sesuai tupoksi.

Baca Juga:  Babinsa Kluet Tengah Bersama Mahasiswa dan Masyarakat Gotong Royong Bersihkan Jalan Desa

“Jangan biarkan pejabat di Aceh Selatan tidak empati dan peduli kepada masyarakat yang tertimpa bencana. Copot dan lengserkan dari jabatan karena dinilai tidak memihak rakyat,” ujar Teuku Sukandi.

Menurut Teuku Sukandi, kalau dalam kondisi musibah saja tidak mau peduli kepada rakyat, apalagi pada saat situasi biasa. Hal seperti ini hendaknya jangan dibiarkan.

“Kami mendesak Pj Bupati Aceh Selatan segera mengusulkan pergantian (mutasi) pejabat yang disinyalir mau enak sendiri. Ketika masyarakat tertimpa musibah malah ke luar daerah, bahkan pesta pora dengan acara seremonial,” papar Teuku Sukandi.

Hal ini kami tegaskan dengan alasan, Pj Bupati, Cut Syazalisma, S.STP sendiri berjibaku dan turut berselemak lumpur dalam situasi masa panik penanggulangan darurat. Sementara, ada oknum pejabat yang terlihat apatis tetapi pandai cakap alias cari muka.

Baca Juga:  Kodim 0107/Aceh Selatan Geral Acara Upacara Tradisi Korp Raport Pindah Satuan

Disebutkan Teuku Sukandi, pihaknya sangat memahami dan mengerti iklim di pemerintahan sekarang, ada oknum pejabat tidak memahami terhadap kebijakan yang diarahkan bapak Pj bupati.

“Disinyalir ada sejumlah nama Kepala OPD yang telah dikantongi bupati sebagai bahan evaluasi, termasuk eselon III. Karenanya, kami desak Pj Bupati mempercepat proses mutasi untuk perubahan ke arah yang lebih baik,” tegasnya.

Teuku Sukandi menambahkan, saat ini tidak diperlukan pejabat yang pintar “jual kecap” tetapi berkinerja buruk. Daerah membutuhkan kualitas, adapsi, cepat tanggap, profesional dan lebih mengutamakan kepentingan rakyat dalam mewujudkan perubahan dan kemajuan.

“Upaya yang harus dilakukan Pj Bupati adalah ketegasan melalui evaluasi, penggeseran dan pergantian posisi pejabat. Kami mendorong dan mendukung percepatan mutasi dalam mewujudkan perubahan,” tukas Teuku Sukandi.

Baca Juga:  Alhudri : Prestasi Hanya Bisa Tumbuh Pada Iklim Kompetitif dan Fair
Ketua LSM PUKAT Aceh, Adi Irwan. ANTARAN/Sudirman Hamid.

Sementara itu, Ketua LSM Pusat Kajian Analisis Transaksi (PUKAT) Aceh, Adi Irwan turut angkat bicara, dari pemantauan, kajian dan analisis kami, Pj Bupati tentu tidak mau dinilai gagal menjalankan amanah yang diberikan Kemendagri akibat struktur pejabat dibawahnya tidak koperatif dan bersinergi dalam mewujudkan arah kebijakan yang ditetapkan.

“Kebijakan adalah apa yang dirumuskan oleh pejabat, namun baik buruknya dinilai dan dirasakan oleh rakyat sebagai pemilik kedaulatan. Hingga beberapa bulan terakhir, masyarakat mulai mencium dan merasakan sisi lemah beberapa pejabat pemerintahan,” terang Adi Irwan.

Iya, sambung Ketua PUKAT, puncaknya mengkristal pada saat Trumon Raya tertimpa musibah. Obatnya harus dicopot dari jabatan. Kepala SKPK memiliki rapor merah dan melempem sudah diagendakan pimpinan daerah untuk dievaluasi.Konsekuensinya harus dilengserkan dari jabatan,” pungkas Adi Irwan.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.