Pj Bupati Alhudri Minta Puskesmas Fokus Penanganan Stunting

Pj Bupati Gayo Lues, Alhudri di rapat koordinasi dengan jajaran Dinas Kesehatan Gayo Lues. Rapat di hadiri Kadis Kesehatan para Kabid dan seluruh Kepala Puskesmas yang ada di Kabupaten Gayo Lues, Jumat (13/10/2023). ANTARAN / Bayu Y
Bagikan:

“Dana BOK jangan sampai dimain-mainkan, dana tersebut fokus untuk penangan kesehatan masyarakat,” sebut Alhudri.

Jurnalis : Bayu Y

ANTARAN|BLANGKEJEREN – Pj Bupati Gayo Lues, Alhudri meminta Puskesmas sebagai ujung tombak kesehatan masyarakat bisa lebih Fokus dalam melaksanakan program penanganan stunting gizi buruk dan penangan ibu hamil.

“Para petugas kesehatan kita minta jemput bola ke desa-desa,” kata Pj Bupati Gayo Lues, Alhudri pada Jumat (13/10/2023), di rapat koordinasi dengan jajaran Dinas Kesehatan Gayo Lues. Rapat di hadiri Kadis Kesehatan para Kabid dan seluruh Kepala Puskesmas yang ada di Kabupaten Gayo Lues.

Baca Juga:  Harga Sawit Anjlok Dibawah Rp 2.000/Kg, Pabrik Mulai Hentikan Penampungan TBS

Alhudri meminta agar stunting sebagai isu nasional yang menjadi perhatian Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah. Keseriusan Pemerintah dalam penanganan stunting diharap juga menjadi keseriusan seluruh jajaran Dinas Kesehatan di Kabupaten Gayo Lues mulai dari atas sampai ke tingkat desa.

Puskesmas yang memerintah dana BOK (Bantuan Operasional kesehatan) agar dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya sesuai dengan petunjuk teknis Kementerian Kesehatan. “Dana BOK jangan sampai dimain-mainkan, dana tersebut fokus untuk penangan kesehatan masyarakat,” sebut Alhudri.

Alhudri mengatakan dana BOK tahun 2023 bertujuan meningkatkan status gizi balita. Melalui pemberian makanan tambahan berbasis pangan lokal sesuai dengan standar yang telah diterapkan. Dengan sasaran penerima makanan tambahan berbasis pangan lokal usia 6-59 bulan balita berat badan tidak naik.

Baca Juga:  Pasar Blangpidie di Abdya Diserbu, Perlengkapan Lebaran Laris Manis

“Balita berat badan kurang dan gizi kurang dengan besaran keseluruhan mencapai 10 miliyar bagi seluruh Puskesmas se Gayo Lues.
Seluruh jajaran Puskesmas diharap memilki komitmen yang tinggi dalam penanganan stunting. Agar stuting di Gayo Lues bisa mencapai titik terendah di indonesia. Komitment ini harus di laksanakan dengan sungguh – sungguh,” paparnya.

Ke depan, Pj Bupati juga akan kembali menerapkan Bapak Asuh terhadap anak gizi buruk dan stunting di Gayo Lues. Hal tersebut dilakukan sebagai bentuk keseriusan Pemerintah Daerah dalam penanganan stunting.

Baca Juga:  Jumat Curhat, Polisi di Aceh Selatan Kembali Ungkap Kasus Penyalahgunaan Narkotika

“Dengan Bersama saya yakin kita bisa bangkit dalam keterpurukan stunting. Jadilah seperti yang tanggu dalam mengangkat permasalahan kesehatan. Keberhasilan dalam penurunan angkah stunting di Gayo Lues bukanlah hasil kerja saya tetapi karena semua yang sudah berkomitmen bersama baik tim di lapangan maupun tim yangn di kantor,” pungkas Alhudri.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.