Pj Bupati Azmi Seleksi Pejabat Calon Pengganti Sekda Aceh Singkil, Ini Kriterianya

PJ Bupati Aceh Singkil Azmi saat menerima cendramata dari Anggota DPD RI H Sudirman, salah satu Senator Aceh, saat kunjungan kerjanya ke Aceh Singkil, Minggu kemarin. ANTARAN / Helmi
Bagikan:

“Seleksi yang dilakukan dengan mempertimbangkan kelayakan sesuai kriteria, serta terpenuhi syarat, JPTP sudah berpangkat golongan IV/b dan menduduki jabatan eselon II/b,” sebut Pj Bupati. 

Jurnalis : Helmi

ANTARAN|SINGKIL – Kursi jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Aceh Singkil sedang mengalami kekosongan, pasca dilantiknya Drs Azmi MAP sebagai Pj Bupati Aceh Singkil, Jumat 21 Juli 2023 kemarin.

Lantas untuk mengisi kekosongan jabatan strategis sebagai pimpinan eksekutif tertinggi itu, saat ini Pj Bupati Aceh Singkil Azmi sedang mempersiapkan seleksi untuk mencari figur pengganti dirinya, menduduki jabatan tersebut.

Saat ini PJ Azmi sedang melakukan komunikasi untuk menentukan figur Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) yang layak sesuai kriteria dan syarat sesuai Perpres, Nomor 3 Tahun 2018 tentang Penjabat Sekretaris Daerah.

“Agar tidak terlambat, dalam waktu 3 hari ini akan segera kita ajukan ke Gubernur, dan segera dikirim ke Mendagri, karena jabatan tersebut sangat dibutuhkan dalam pengkoordinasian penyusunan kebijakan daerah, serta pelayanan administratif dan pembinaan Aparatur Sipil Negara pada Perangkat Daerah,” kata Pj Azmi saat dikonfirmasi antaran, diruang tunggu Bupati, Rabu (26/07/2023).

Baca Juga:  Tiga Calon Ketum Kadin Aceh Dinyatakan Lolos Verifikasi

Seleksi yang dilakukan, lanjut Pj Bupati, dengan mempertimbangkan kelayakan sesuai kriteria, serta terpenuhi syarat, JPTP sudah berpangkat golongan IV/b dan menduduki jabatan eselon II/b.

“Untuk kriteria yang sesuai dengan aturan tersebut, kita harapkan pejabat birokrasi tertinggi ini harus cerdas dan bertanggung jawab. Kemudian memahami manajerial pemerintahan, pengelolaan keuangan, dan pembangunan masyarakat,” terangnya.

Tidak hanya itu saja, kata Pj Bupati, figur Sekda ini juga harus mampu membangun komunikasi berbagai lintas sektor. Baik keatas, kebawah dan kesamping dan mampu melakukan kebijakan-kebijakan baik nasional, provinsi dan di daerah sendiri.

“Memang semua teman-teman Kadis memiliki potensi sesuai dengan kriteria tersebut, karena sudah kita lihat dari kinerjanya selama ini. Namun saat ini akan dilakukan komunikasi dengan teman-teman, dan akan dilakukan pertimbangan, untuk memilih figur yang terbaik dan layak, sehingga segera kita tetapkan sebagai Penjabat Sekda tersebut,” jelasnya.

Baca Juga:  Rumah Pimpinan Pondok Pesantren di Aceh Selatan Terbakar

Seharusnya, lanjut Pj Bupati, hari ini (Rabu-red) sudah bisa dilaksanakan, tapi karena sedang resepsi pernikahan anaknya, sehingga 3 hari ke depan baru akan dituntaskan.

Informasi yang dihimpun antaran, sesuai Perpres, Nomor 3 Tahun 2018 tentang Penjabat Sekretaris Daerah, pada Pasal 10 disebutkan, ayat (1) proses seleksi terbuka pengisian sekretaris daerah oleh kepala daerah harus sudah dimulai paling lambat 5 (lima) hari kerja terhitung sejak terjadinya kekosongan sekretaris daerah.

(2)Dalam hal jangka waktu 3 (tiga) bulan terjadinya kekosongan sekretaris daerah terlampaui dan sekretaris daerah definitif belum ditetapkan, paling lama 5 (lima) hari kerja :

Baca Juga:  Gayo Lues Terima Insentif Fiskal Kinerja Rp 9,5 Miliyar

a. menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan dalam negeri menunjuk penjabat sekretaris daerah provinsi yang memenuhi persyaratan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6; dan

b. gubernur sebagai wakil Pemerintah Pusat menunjuk penjabat sekretaris daerah kabupaten/kota yang memenuhi persyaratan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6.

Kemudian pada Pasal 6, calon penjabat sekretaris daerah diangkat dari pegawai negeri sipil yang memenuhi persyaratan:

a. menduduki jabatan pimpinan tinggi pratama eselon IIb untuk penjabat sekretaris daerah kabupaten/kota;

b. memiliki pangkat pembina tingkat I golongan IV/b.

c. berusia paling tinggi 1 (satu) tahun sebelum mencapai batas usia pensiun;

d. mempunyai penilaian prestasi kerja paling kurang bernilai baik dalam 2 (dua) tahun terakhir;

e. memiliki rekam jejak jabatan, integritas, dan moralitas yang baik; dan

f. tidak pernah dijatuhi hukuman disiplin tingkat sedang dan/atau berat.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.