Pj. Bupati Nagan Raya: Total Dana Desa Rp 229.9 M untuk 222 Gampong

Pj Bupati Nagan Raya, Fitriany Farhas, AP, S.Sos, M.Si saat menyampaikan arahan pada kegiatan Focus Group Discussion. ANTARAN/Istimewa.
Bagikan:

“Total dana desa seluruhnya Rp.229.953.040.000 diperuntukan untuk 222 gampong dalam wilayah Kabupaten Nagan Raya. Namun masih ada BUMDes belum diberdayakan maksimal,” kata Fitriany Farhas.

Jurnalis : Didit Arjuna

ANTARAN | NAGAN RAYA-Pemerintah Kabupaten Nagan Raya, Provinsi Aceh melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Gampong, Pengendalian Penduduk dan Pemberdayaan Perempuan (DPMGP4) mengadakan Focus Group Discussion (FGD) Rancangan Peraturan Bupati (Perbub) tentang Petunjuk Teknis (Juknis) Penggunaan Dana Desa Tahun Anggaran 2024.

Kegiatan FGD dibuka Penjabat (Pj) Bupati Nagan Raya, Fitriany Farhas, AP, S.Sos, M.Si yang berlangsung di Aula Bappeda Kompleks Perkantoran Suka Makmue, Rabu (31/01/2024) kemarin.

Pj. Bupati Fitriany Farhas menegaskan, berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 146 Tahun 2023 tentang Pengalokasian Dana Desa Setiap Desa, Penyaluran dan Penggunaan Dana Desa Tahun Anggaran 2024, Kabupaten Nagan Raya mendapatkan alokasi dana desa sebesar Rp167.007.061.000 dan alokasi dana gampong sharing kabupaten berjumlah Rp62.945.979.000.

“Total dana desa seluruhnya sebanyak Rp.229.953.040.000 diperuntukan untuk 222 gampong dalam wilayah Kabupaten Nagan Raya,” ujar Pj Bupati.

Fitriany menyebutkan, penyusunan APBG wajib diakomodir empat hal, meliputi; penanganan kemiskinan ekstrim, program ketahanan pangan dan hewani, program pencegahan dan penurunan stunting skala desa serta program sektor prioritas di desa melalui bantuan permodalan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes)/BUMDes bersama sesuai potensi dan karakteristik desa.

“Pemberdayaan BUMDes yang efektif dan berkelanjutan mendorong pertumbuhan ekonomi gampong, meningkatkan pendapatan masyarakat untuk mewujudkan kemandirian dan sejahtera. Namun masih ada BUMDes yang belum diberdayakan maksimal,” tegas Fitriany Farhas

Menurut Fitriany, pemberdayaan BUMDes yang efektif dan berkelanjutan akan mendorong pertumbuhan ekonomi desa, meningkatkan pendapatan masyarakat, dan mewujudkan desa yang mandiri dan sejahtera.

“Melalui pemberdayaan BUMDes ini dapat menjadi sumber pendapatan desa yang mandiri, karena itu harus dikelola secara baik dan profesional,” ujarnya.

Selain itu, lanjut Fitriany banyak hal yang telah diterapkan dalam Perbup tahun 2023 yang lalu. Perbup tersebut sejalan dengan ketentuan yang diatur dalam Peraturan Menteri Desa PDTT (Permendes) dan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri).

“Ada beberapa hal yang dihilangkan dalam Perbup 2023, hal itu bukan semata-mata keinginan dari Pemda akan tetapi mengacu kepada Permendes,” kata Fitriany.

Di akhir sambutannya, Fitriany berharap kepada seluruh aparatur desa di Kabupaten Nagan Raya agar nantinya dapat mempedomani Perbub tentang Juknis Penggunaan Dana Desa Tahun Anggaran 2024 secara baik dan benar sehingga tidak tersandung hukum.

“Semoga dengan berpedoman pada perbup tersebut, penggunaan dana desa dilakukan dengan tepat dan akurat demi kabupaten yang kita banggakan ini, sehingga menjadi lebih maju dan berkembang ke depannya,” harap Fitriany.

Sementara itu, Kepala DPMGP4, Damharius S.Pd., M.Si  dalam laporannya menjelaskan dana desa adalah alokasi dana untuk membangun desa dalam APBN yang disalurkan melalui APBD.

“Fokus penggunaannya pada 2024 telah diatur dalam Permendes PDTT Nomor 13 Tahun 2023, sementara untuk skala prioritasnya secara rinci juga telah tertuang dalam Permendes PDTT Nomor 7 Tahun 2023,” jelas Damharius.

Dilaksankan FGD bertujuan untuk memberikan ruang bagi seluruh pemangku kepentingan untuk saling memberikan kontribusi dalam menggali dan menyamakan persepsi serta memberikan masukan konstrukif dan positif terhadap rancangan Perbup tentang Juknis Penggunaan Dana Desa Tahun Anggaran 2024.

“Nantinya benar-benar dapat menjawab tantangan pembangunan yang ada di Gampong lebih tepat Sasaran, efektif, dan akuntabel sesuai dengan aturan dan kearifan lokal yang ada di kabupaten Nagan Raya,” ujar Dahmharius.

Acara FGD itu dilanjutkan dengan diskusi bersama yang dipandu oleh Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat DPMGP4, Siddiqi Abdul Rahman, SE, M.Sc. (*).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.