PKBM Aceh Selatan : Paket C dan B Bukan Sekedar Bagi-bagi Ijazah

Peserta Ujian Paket C mengikuti uji kesetaraan berbasis komputer yang digelar PKBM Al Farisy di  SMPN I Pasie Raja. ANTARAN/Sudirman Hamid.
Bagikan:

“PKBM melaksanakan kegiatan Proses Belajar Mengajar dan dituntun pembekalan modul sebelum mengikuti Uji Kesetaraan melalui Pendidikan non formal dibawah pembinaan dan tanggungjawab Disdikbud Aceh Selatan,” ujar Teungku Sumardy Tarmisal.

Jurnalis : Sudirman Hamid

ANTARAN|TAPAKTUAN – Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Al Farisy bermarkas di Gampong (Desa) Ladang Tuha, Kecamatan Pasie Raja,  Kabupaten Aceh Selatan menggelar ujian Paket  C dan B di SMPN I setempat bagi siswa-siswi Pendidikan non formal.

Ketua PKBM Al-Farisy Aceh Selatan Teungku Sumardy Tarmisal menyebutkan, untuk menjadi peserta uji kesetaraan pendidikan jenjang SLTA dan SLTP harus melalui berbagai tahapan dan memenuhi persyaratan.

“Para peserta mengikuti Proses Belajar Mengajar (PBM) baik melalui online maupun pembekalan modul. Artinya, uji kesetaraan Paket C dan B itu bukan sekedar bagi-bagi ijazah.

Seluruh kegiatan diawasi secara ketat dan dibimbing oleh Dinas Pendidikan hingga Kementerian Pendidikan, Kebudayaan Riset dan Teknologi,” kata Teungku Sumardy Tarmisal didampingi Yuli Candra, Minggu (19/5/2024).

Baca Juga:  Bersatu, Masyarakat dan Muspika Sawang Salur Bantuan Banjir Bandang 

Di wilayah Kabupaten Aceh Selatan, ungkapnya, ada dua PKBM yang aktif dan terakreditasi, yakni PKBM Al Farisy Gampong Ladang Tuha, Pasie Raja dan Muntaka Batu Itam, Tapaktuan.

Pada pelaksanaan Uji Kesetaraan Tahun 2024, PKBM Al Farisy melaksanakan dua jenjang yaitu Paket C dan B. Peserta uji kesetaraan Paket C diikuti 61 siswa, ujiannya berlangsung pada tanggal 18-20 Mei 2024. Sementara jenjang paket B diikuti 17 pelajar, ujiannya dilaksanakan tanggal 25 sampai 27 Mei 2024.

“Melalui pendidikan non formal, PKBM berusaha membantu masyarakat untuk mendapatkan hak dan kedudukan yang sama dalam memperoleh pengetahuan dan pendidikan tanpa memandang batas usia, asal memenuhi persyaratan dan mengikuti semua prosedural. Ijazahnya pun resmi dan tidak ada perbedaan ketika dibutuhkan,” papar Teungku Sumardy Tarmisal kepada antaran.

Menurut Teungku Sumsrdy, proses belajar mengajar juga berlangsung dengan tatap muka secara rutin sebanyak tiga kali pertemuan dalam seminggu.

Baca Juga:  Wakil Ketua DPRK Abdya Minta Pemkab Transparan Dalam Merekrut Tenaga Kontrak

Ia juga memberitahu, pelaksanaan Uji Kesetaraan Paket C di SMPN 1 Pasie Raja sama halnya seperti Ujian Nasional Berbasis Komputer dan turut dipantau Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) serta unsur Dinas Pendidikan Aceh.

Unsur BPMP dan Disdik Aceh serta PKBM Al Farisy bersama peserta Uji Kesetaraan berfoto bareng usai mengikuti ujian Paket C di SMPN I Pasie Raja. ANTARAN/Sudirman Hamid.

Perwakilan BPMP Aceh Sukiarni, M. Pd mengaku proses belajar mengajar dan uji kesetaraan yang dilaksanakan dan dikelola PKBM Aceh Selatan patut diacung jempol dan The Best alias sangat memuaskan.

“Jadi, masyarakat tidak perlu cemas untuk mendapat kesetaraan pendidikan tanpa memandang batas usia. Kecuali untuk alokasi penerimaan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) disyaratkan batas usia 21 tahun,” ajak Sukiarni.

Baca Juga:  Dalam Momen Open House, H Mirwan dan Relawan Gelar Silaturahmi

Untuk itu, mari terus kita tingkatkan Pendidikan non formal dalam mencerdaskan anak bangsa dan melahirkan SDM berkualitas. Masyarakat diberi kemudahan untuk mengenyam pendidikan melalui pendidikan kesetaraan Paket C dan B.

Sementara itu, Kepala Disdikbud Aceh Selatan Akmal AH, S.Pd melalui Kepala Bidang (Kabid) PAUD dan Pendidikan Non Formal (PNF) Reka Yulianti, SE tidak menampik pihaknya terus berupaya meningkatkan kualitas Pendidikan untuk menjadi yang terbaik.

“Sesuai arahan bapak Pj bupati dan Bunda PAUD Aceh Selatan, Disdikbud Aceh Selatan berusaha keras untuk meningkatkan mutu Pendidikan maupun Pendidikan Non Formal di semua jenjang.

Kami juga berharap semua pihak terus memberi dukungan terhadap program kerja dalam mewujudkan Aceh Selatan jaya,” pungkas Reka Yulianti singkat melalui sambungan seluler.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.