Polisi Tangkap 8 Pelaku Pengebom Ikan di Perairan Simeulue

Polres Simeulue menggelar konferensi pers kasus pengemboman ikan di Joglo Polres setempat, Jum'at (5/5/2023). ANTARAN/Dok. Polres Simeulue
Bagikan:

Selain menangkap kapal, kata Kapolres, Tim patroli perairan Polres Simeulue juga mengamankan delapan orang pelaku bom ikan dalam kasus tersebut.

Jurnalis : Ardiansyah

ANTARAN|SINABANG – Tim Patroli Perairan Gabungan Satuan Polisi Air Udara (Satpol Airud) dan Satreskrim Polres Simeulue telah menangkap kapal pengebom ikan beserta delapan anak buah kapal (ABK) di perairan daerah kabupaten kepulauan tersebut.

Penangkapan dipimpin langsung oleh Kapolres Simeulue, AKBP Jatmiko SH MH, Kasat Reskrim, Ipda T Maiyudi S.Sos dan Kasatpol Airud, Iptu Wahid Fadli.

“Telah kita amankan Kapal KM. Rejeki Makmur asal Sibolga pada Jumat 14 April lalu, karena telah melakukan penangkapan ikan di perairan Simeulue dengan cara menggunakan bom,” ungkap AKBP Jatmiko dalam konferensi pers yang digelar di Joglo Polres setempat, Jum’at (05/05/2023).

Baca Juga:  Pj Bupati Syakir Targetkan Peningkatan Disiplin dan Kinerja ASN Agara

Selain menangkap kapal, kata Kapolres, Tim patroli perairan Polres Simeulue juga mengamankan delapan orang pelaku bom ikan dalam kasus tersebut.

“Delapan orang pelaku ikut diamankan diantaranya, RH (tekong), AL (tukang masak), SL (penyelam), AG (penyelam), S (pendayung perahu), H (penyelam), HG (mekanik) dan AS (penyelam),” sebutnya.

Kapolres menjelaskan, penangkapan KM Rejeki Makmur itu dilakukan di titik 3,5 NM dari arah Pulau Lasia atau daerah tiang gantung karang.

Baca Juga:  Polisi Amankan Pemilik 5,36 Gram Sabu Di Agara

“Adapun barang bukti (BB) yang diamankan saat penangkapan tersebut, yaitu selang kompresor warna orange, 1 unit Kompresor warna hijau army, Sampan beserta pendayung,” ujarnya.

Disamping itu, petugas juga mengamankan BB lainnya berupa 1 unit KM Rezekki Makmur beserta isinya, 1 buah piber ukuran 1 ton, Ikan 100 kg, 1 exampler Dokumen KM Rezeki Makmur, 17 botol Bom yg sudah dirakit, dan 18 batang Dupa.

Selanjutnya, 70 kotak Korek api ABC, 20 buah Sandal swallow yg sudah dipotong bulat bulat, 1 buah kaleng cat perak, 3 buah Sumbu mercon, 1 unit Dakor, serta 1 kg ampo.

Baca Juga:  Harga Sawit di Barsela Sudah Anjlok Hingga 70 Persen Lebih

“Pelaku melanggar Undang undang No. 12 tahun 1951 tentang keadaan Darurat dan atau UU RI No. 45 tahun 2009 Tentang Perubahan atas UU No. 31 Tahun 2004 Tentang Perikanan dan dikenakan ancaman pidana maksimal 20 tahun penjara,” pungkas Kapolres AKBP Jatmiko.

Dalam konferensi pers ini turut hadir Kasat Reskrim Polres Simeulue, Ipda T Maiyudi S.Sos dan Kasatpol Airud Polres Simeuleu, Iptu Wahid Fadli.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.