Polisi Tangkap Lima Tersangka Penggelapan Pupuk Bersubsidi di Agara

Lima tersangka kasus penggelapan pupuk bersubsidi yang ditangkap Polisi. ANTARAN / Foto Ist
Bagikan:

“Pupuk yang kita amankan dari mobil Mitsubishi L 300, bermuatan pupuk sebanyak 50 zak,” ujar Bagus.

Jurnalis : Amran

ANTARAN| KUTACANE – Tim gabungan Satreskrim dan Sat Intelkam Polres Aceh Tenggara, kembali menangkap dan memboyong lima tersangka dan pemilik kios yang diduga akan menggelapkan 50 zak pupuk bersubsidi, Kamis (31/08/2023).

Selain lima tersangka, tim gabungan Satreskrim dan Sat Intelkam Polres Aceh Tenggara, juga mengamankan dan menggiring satu unit mobil Mitsubishi L 300 nopol BL 8417 HB bermuatan pupuk bersubsidi sebanyak 50 zak ke Mapolres.

Baca Juga:  Pemkab Abdya Tetapkan Hari Meugang Selasa, 21 Maret 2023

Kapolres Agara, AKBP R Doni Sumarsono melalui Kasatreskrim Iptu Bagus Pribadi, menerangkan, penangkapan lima tersangka itu berdasarkan laporan polisi Nomor LP.A/15/VIII/2023/SPKT, tanggal 31 Agustus 2023 terkait adanya  pelaku penyalahgunaan pupuk bersubsidi.

Mendapat laporan, tim gabungan Polres Aceh Tenggara, langsung melakukan penangkapan terhadap pelaku penggelapan pupuk bersubsidi, yang mengangkut pupuk bersubsidi dengan mobil jenis mobil Mitsubhisi L 300 warna hitam BL 8417 HB.

Kelima orang tersangka yang diamankan polisi tersebut yakni, S (56) , warga kute Bambel Gabungan, Kecamatan Bambel, MH, (36), warga Kuta Lang-Lang (pemilik kios), Z, (35), warga kute Mbak Sako, Kecamatan Bukit Tusam.

Baca Juga:  Sampan Terbalik Diterjang Ombak, Nelayan Asal Pasie Raja Meninggal Dunia

Selanjutnya, KH (40),warga kute Lawe Kihing, Kecamatan Bambel dan S (47), warga kute Terutung Mengara Lawe Pasaran, Kecamatan Lawe Sumur.

“Pupuk yang kita amankan dari mobil Mitsubishi L 300, bermuatan pupuk sebanyak 50 zak, diantaranya pupuk urea sebanyak 25 zak dan NPK Ponska 25 zak, berasal dari kios yang berada di Desa Kuta Lang-Lang, Kecamatan Bambel dan dibawa ke kute Mbak Sako, Kecamatan Bukit Tusam, Kabupaten Aceh Tenggara,” ujar Bagus.

Baca Juga:  Pada Evaluasi Lomba Desa, Gampong Ujung Batee Pasie Raja Juara 1 Tingkat Provinsi

Dari hasil pemeriksaan sementara, tersangka menggelapkan pupuk bersubsidi yang seharusnya untuk wilayah Kecamatan Bambel, namun  dijual ke wilayah Kecamatan Bukit Tusam. Sedangkan berdasarkan aturan yang berlaku, penjualan pupuk subsidi ini harus sesuai dengan wilayah kecamatan masing-masing.

Saat ini, untuk kepentingan penyelidikan dan penyidikan, kelima tersangka diamankan dan diinapkan di Mapolres Aceh Tenggara untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut termasuk pemilik kios.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.