Potensi Objek Wisata di Abdya Memperihatinkan

Foto Ilustrasi : Pantai Parangtritis, Bantul, didatangi para wisatawan pada Jumat (1/4/2022). Harian Jogja/Catur Dwi Janati
Bagikan:

“Sangat disayangkan, lokasi rekreasi murah meriah yang seharusnya tertata rapi dan asri sekarang tampil dengan kondisi yang berantakan, penuh sampah dan dihiasi rumput-rumput liar yang menutupi keindahan alam sekitar,” ujar Miswar warga Kecamatan Susoh kepada wartawan, Senin (16/01/2023).

Jurnalis : Agus

ANTARANNEWS.COM|BLANGPIDIE-Sejumlah potensi objek wisata di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) sejak beberapa tahun terakhir tidak pernah tersentuh perawatan dan memperihatinkan.

Bahkan lokasi yang memiliki daya tarik tersendiri bagi pengunjung lokal maupun luar daerah itu terkesan terabaikan, sehingga menjadikan lokasi objek wisata seperti pemandian alam dan wisata laut semakin kotor akibat tak terurus serta berantakan.

“Sangat disayangkan, lokasi rekreasi murah meriah yang seharusnya tertata rapi dan asri sekarang tampil dengan kondisi yang berantakan, penuh sampah dan dihiasi rumput-rumput liar yang menutupi keindahan alam sekitar,” ujar Miswar warga Kecamatan Susoh kepada wartawan, Senin (16/01/2023).

Baca Juga:  Diisukan Pecah, Jubir Partai Aceh : InsyaAllah DPW PA Abdya Solid dan Kompak

Dikatakannya, Abdya memiliki sektor pariwisata yang menjanjikan seperti, objek wisata Pantai Ujung Manggeng, Pemandian Krueng Baru, Krueng Manggeng, Pantai Bali, Pantai Jilbab, Cemara Indah, Pantai Ujung Serangga, Pemandian Ie Dikila, Krueng Beukah, Pemandian Pucok Krueng, Pemandian Putro Ijo, Pemandian Krueng Babahrot, Pulau Gosong, Pantai Lama Muda dan sejumlah objek wisata lainnya.

“Namun sayangnya, sejumlah sektor pariwisata itu saat ini tidak pernah menjadi perhatian dan terkesan dibiarkan begitu saja. Menurutnya, kondisi ini telah berlangsung sejak lama, sehingga membuat masyarakat setempat merasa jenuh dengan keadaan di sejumlah objek wisata yang kian hari semakin memburuk,” sebutnya.

Ditambah lagi sejak berubahnya pembentukan dan susunan perangkat kabupaten beberapa tahun lalu, instansi yang sebelumnya khusus menangani persoalan pariwisata di kabupaten dengan sembilan kecamatan itu telah berubah dan kewenangannya ditarik ke tingkat provinsi.

Baca Juga:  Selain P3K Guru, YARA Minta Dibuka Formasi Nakes dan Teknis

“Dulu yang menangani persoalan pariwisata terdapat pada Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora). Namun sejak memasuki tahun 2017, dinas tersebut berubah dan bidang pariwisata dialihkan ke tingkat provinsi,” katanya.

Hal senada juga disampaikan Samsul warga Kecamatan Blangpidie yang mengaku prihatin dengan kondisi itu. Sebab sektor pariwisata di Abdya memiliki potensi serta keindahan alam yang alami.

Dikatakannya, jika sektor pariwisata tersebut bisa dikembangkan dan dikelola dengan baik, kemungkinan besar sektor ini akan menjadi andalan sumber Pendapatan Asli Gampong (PAG) dan sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD). Namun, kemampuan pemerintah daerah terkait dalam mengemas dan mempromosikan objek wisata yang telah lama ada di Abdya kepada para wisatawan masih diragukan.

Baca Juga:  60 Unit Rangkang Pesantren Darul Ihsan Labuhan Haji Dilalap Api

Lebih lanjut sebutnya, hal ini terbukti, hampir setiap lokasi objek wisata di kabupaten semakin kurang dikunjungi, padahal kalau dilihat dari lokasi dan keindahan alam yang disuguhkan sangat menyegarkan, akan tetapi semua pesona alam yang asri itu terkesan hilang ditutup rerumputan, sampah hingga kotoran hewan ternak.

“Saat ini di Abdya telah hadir beberapa objek wisata baru yang pengelolaannya dilakukan oleh BUMG (Badan Usaha Milik Gampong) ataupun milik swasta. Besar harapan, objek wisata yang telah lama muncul di Abdya juga dapat dikelola dengan baik. Namun selama pandemi Covid-19 melanda, membuat sektor pariwisata Abdya semakin tak terurus,” harapnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.