Puncak Geureutee Jadi Perhatian Serius Pj Bupati Aceh Jaya

Pj Bupati Aceh Jaya, Nurdin sempat singgah di Puncak Geuretee sebelum bertolak ke Denpasar, Bali, untuk mengikuti Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker), Rabu (20/07/2022). ANTARAN / SUPRIJAL
Bagikan:

“Ini benar-benar harta karun yang cukup mahal harganya. Dengan panoramanya yang indah dan di bawahnya terdapat pulau kecil yang begitu mempesona. Bahkan, bagi penikmat sunset ini merupakan lokasi terindah untuk melihat pemandangan matahari terbenam,” ungkap Pj Bupati Dr Nurdin yang kini juga Kapusdatin Kemendagri itu.

Jurnalis: Suprijal Yusuf

ANTARANNEWS.COM|CALANG – Pj Bupati Aceh Jaya, Dr Nurdin SSos MSi memberi perhatian serius tehadap Puncak Geureutee yang kini menjadi salah satu destinasi wisata di wilayah tersebut. Bahkan, pihaknya akan membangun berbagai fasilitas umum untuk menunjang kawasan itu sebagai objek wisata masa depan daerah tersebut.

Pj Bupati Aceh Jaya, Nurdin sempat singgah di Puncak Geuretee sebelum bertolak ke Denpasar, Bali, untuk mengikuti Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker), Rabu (20/07/22).

Dr Nurdin kepada antarannews.com, Sabtu (22/07/2022) mengatakan, kawasan Puncak Geureutee ini sebenarnya sudah mulai menjadi perhatian wisatawan dalam negeri maupun mancanegara, pasca stunami Aceh.

Baca Juga:  Melanggar Aturan, 270 APK Peserta Pemilu di Simeulue Ditertibkan

“Sebenarnya sejak 15 tahun terakhir Puncak Geureutee ini sudah menjadi pembicaraan para wisatawan dalam negeri dan luar negeri. Kawan-kawan kita di Jakarta dan pulau Jawa umumnya selalu bicara keindahan puncak Geureutee, mereka begitu kagum dan terpesona,” katanya.

Menurut Dr Nurdin, kawasan Puncak Geureute merupakan harta karun yang terpendam dengan nilai jual yang cukup tinggi, bila serius dikembangkan menjadi destinasi wisata.

“Ini benar-benar harta karun yang cukup mahal harganya. Dengan panoramanya yang indah dan di bawahnya terdapat pulau kecil yang begitu mempesona. Bahkan, bagi penikmat sunset ini merupakan lokasi terindah untuk melihat pemandangan matahari terbenam,” ungkap Pj Bupati Dr Nurdin yang kini juga Kapusdatin Kemendagri itu.

Baca Juga:  Mengerakan Perekonomian Daerah, Pemkab Aceh Jaya Gelar Serial Business Matching

Maka untuk itu, pihaknya akan berusaha melakukan pengembangan kawasan Puncak Geuretee sebagai salah satu destinasi wisata di Aceh Jaya. “Tahap awal ini kita akan bangun fasilitas umum seperti, tempat MCK (mandi, cuci, dan kakus). Karena sampai saat ini fasilitas MCK belum memadai dilokasi tersebut,” katanya.

Disamping itu, akan diupayakan tempat ibadah seperti, Musalla. Karena sampai sekarang belum ada tempat shalat yang memadai di Puncak Geureutee. “Tempat ibadah ini sangat perlu, karena kita ingin mempromisikan Aceh Jaya sebagai destinasi wiasata Islami,” ujarnya.

Bahkan saat ini, ungkap Dr Nurdin, sedang melakukan penjajakan dengan Balai Jalan Jembatan Wilayah Aceh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk pembangunan lokasi parkir pada lokasi yang memungkinkan. Sebab, lokasi parkir kendaraan yang ada saat ini sangat sempit dan bahkan sudah mengganggu pengguna jalan.

Baca Juga:  Disdik Nagan Raya Adakan Diklat Berjenjang Tingkat PAUD

“Soalnya lokasi parkir di kawasan itu hampir semuanya merupakan areal jalan nasional yang kewenangannya ada di Kementerian PUPR. Maka kita harus berkoordinasi dengan kementerian tersebut. Untung-untung mereka mau berpartisipasi membangun lokasi parkir di kiri-kanan bahu jalan atau lokasi yang memungkinkan nantinya,” kata Pj Bupati Aceh Jaya.

Bila fasilitas umum seperti, MCK, mushalla dan lokasi parkir sudah tersedia secara memadai. “Insya Allah, saya yakin, Puncak Geureutee akan menjadi ramai dikunjungi wisatawan, baik domestik maupun mancanegara.

Bahkan, kita akan jual objek wisata lainnya yang ada di Aceh Jaya dalam satu paket promosi nantinya. Kalau ini bisa terwujud saya yakin Aceh Jaya akan cepat berkembang dan ekonominya akan tumbuh,” ungkap Dr Nurdin.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.