Putra Aceh Selatan Selesaikan S 1 dan S 2 di USK Banda Aceh 4,5 Tahun, Raih Predikat cumlaude

Satria selepas Wisuda Magister di Gedung Dayan Dawood, Darussalam, Banda Aceh. Antaran/Ist
Bagikan:

“Rasa syukur kehadirat Allah SWT atas apa yang sudah saya dapatkan. Semua ini tidak terlepas dari bantuan, dukungan dan do’a orang tua serta bimbingan dosen, saya berhasil menyelesaikan pendidikan S-1 dan S-2 di Unsyiah dalam waktu 54 bulan,” kata Satria.

Jurnalis: Sudirman Hamid

ANTARAN l TAPAKTUAN-Salah seorang mahasiswa Jurusan Matematika, di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Syiah Kuala (USK) Banda Aceh berhasil menyelesaikan Pendidikan Strata Satu (S-1) dan Magister (S-2) dalam waktu 4,5 tahun atau setara 54 bulan.

Satria, putra Mukhlis asal Gampong (desa) Sawang Ba’u, Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Selatan mengisahkan, dirinya  diterima menjadi mahasiswa sarjana sekaligus menjadi mahasiswa Magister melalui program Fast Track di USK Banda Aceh sejak bulan September 2019.

“Alhamdulillah, saat ini saya sudah menyelesaikan S-1 dan S-2 dalam waktu yang relative singkat, yakni selama 4,5 tahun. Ini semua didasari Kehendak Allah SWT, dukungan dan doa orang tua yang terus bekerja keras sebagai tukang bangunan serta motivasi dari dosen pembimbing,” ujar Satria kepada antaran Jumat (23/2/2024) melalui telepon genggam.

Baca Juga:  Hadapi MQK-III Aceh, 10 Satri Aceh Selatan Mengikuti Training Baca Kitab Kuning

Selama menekuni kuliah S-1 jurusan FMIPA, sambung Satria, dirinya mendapat beasiswa BIDIKMISI sampai delapan semester. Bahkan, ketika masih di semester tujuh, pihaknya mendapat kesempatan mengikuti program Fast Track untuk melanjutkan studi S-2 di jurusan Magister Matematika FMIPA.

Artinya, ulas Satria, ketika S-1 semester tujuh, dia sudah kuliah S-2 semester 1 melalui program Fast Track, Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) S-2 untuk semester 1 dan 2 tidak perlu dibayarkan karena sudah terbayar melalui BIDIKMISI di semester 7 dan 8 program S1.

“Saya menyelesaikan studi S-1 selama delapan semester dan berhasil melaksanakan sidang skripsi pada Juni 2023. Wisuda sarjana dilaksanakan pada Agustus 2023 dengan IPK 3.82 dan predikat cumlaude,” terangnya.

Masih keterangan Satria, sembari menyelesaikan S-1 dan kuliah S-2, dirinya terus melanjutkan penelitian tesis untuk menggapai harapan.

Dosen pembimbing USK tidak bosan-bosan memberi dukungan dan menyemangati agar belajar keras untuk menoreh keberhasilan. Ternyata pengetahuan itu sangat mahal dan harus ditekuk dengan kegigihan.

“Saya menulis tesis yang merupakan lanjutan penelitian dari skripsi, sehingga bisa menyelesaikan S-2 dalam tiga semester. Artinya hanya perlu menambahkan satu semester setelah lulus dari sarjana, termasuk membayar SPP hanya satu semester saja secara regular setelah lulus sarjana,” paparnya.

Baca Juga:  Pemerintah Diminta Tuntaskan Pembangunan Jalan Penghubung Aceh Singkil-Aceh Selatan

Rasa syukur yang tidak terperi, saya berhasil membingkiskan kebahagiaan kepangkuan orang tua karena berhasil menyelesaikan sidang tesis pada bulan Desember 2023 hingga berhasil mendulang kado emas buat orang tua.

Hanya berjarak selama enam bulan setelah sidang skripsi atau dalam kurun satu tahun mampu menyelesaikan sidang skripsi dan sidang tesis sekaligus.

“Kamis, 22 Februari 2024 kemarin, saya diwisudakan dengan gelar Magister di Gedung AAC Dayan Dawood USK Darussalam, Banda Aceh. Dibalik pakaian toga, saya mendapat IPK 3.89 dan kembali meraih predikat cumlaude. Air mata kebahagiaan tidak terbendung menyelimuti prosesi wisuda seraya mengenang betapa besarnya jasa dan peran ayah/ibu,” ujar Satria dari balik suara ponselnya.

Ketika ditanya, kegiatan apa saja yang pernah digeluti selam kuliah S-2?? Satria membeberkan, bahwa dirinya mengikuti tiga konferensi berlevel Internasional. Diantaranya, meraih predikat paper terbaik kedua (second best paper) pada kegiatan International Conference on Data Science and Official Statistics (ICDSOS) diselenggarakan pada November 2023 secara online oleh Politeknik Statistika STIS Jakarta.

Baca Juga:  LVRI Diharap Ikut Kawal Pembangunan Negara dan Bangsa

“Saya juga memetik dua beasiswa bergengsi, yaitu beasiswa pemerintah Kabupaten Aceh Selatan dan beasiswa dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) bernama Bantuan Karya Ilmiah Kepemudaan 2023. Saat itu, saya terpilih sebagai 80 mahasiswa penerima beasiswa nasional setelah melalui beberapa proses seleksi proposal,” imbuhnya.

Barangkali, apa yang sudah saya perjuangkan dan miliki saat ini belum apa-apa dalam mewujudkan sebuah harapan. Upaya, kegigihan dan tantangan terus bergelayut, karena persaingan semakin hari hari semakin ketat. Namun, rasa terima kasih tetap tersaji untuk orang tua, kerabat dan para dosen karena atas kerja keras dan semangat merekalah membuat saya sukses dan merajut titik impian.

“Terimakasih dan penghargaan sebesar-besarnya untuk orangtua tercinta, dosen dan kerabat semuanya, atas peran, doa dan dorongannya hingga membuat saya kuat meniti semua rintangan. Maafkan anakmu yang bermimpi  untuk maju kendatipun peluang emas belum nyata kita miliki,” pungkas Satria menutup ujung selulernya. (*).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.