Ratusan Mobil Antri, Buka Tutup Proses Pembersihan Banjir Bandang di Trumon

Ratusan kendaraan roda empat terlihat antri di jalan nasional dekat kantor Camat Trumon Tengah. ANTARAN / Sudirman Hamid.
Bagikan:

“Dari tadi kami antri bang, menunggu giliran buka tutup. Ngak masalah, kami tau dan harus sabar karena sedang ada proses pembersihan material bencana banjir bandang,” kata Memet.

Jurnalis : Sudirman Hamid

ANTARAN|TAPAKTUAN – Hingga hari ketiga pasca banjir bandang yang menerjang Ladang Rimba dan Pulo Paya, Kecamatan Trumon Tengah, Kabupaten Aceh Selatan, Provinsi Aceh, antrian panjang masih memadati ruas jalan di dua sayap (arah Tapaktuan dan Subulussalam), Kamis (23/11/2023).

Baca Juga:  Sambut 1,970 Mahasiswa Baru,  Universitas Teuku Umar Gelar SIMBA Tahun 2022 

Pantauan antaran di lokasi, deretan panjang kenderaan roda empat, mini bus, colt desel dan truck arah Kota Subulussalam mulai dari Mapolsek tembus Kantor Camat Trumon Tengah.

Sebaliknya, arah Tapaktuan mulai turunan kaki Gunung Kapur hingga kantor Koramil. Kondisi antri terlihat membludak menjelang magrib, bertepatan memasuki jam istirahat operasional alat berat.

Meskipun terjadi antri panjang, ratusan kendaraan tetap tertib dan mematuhi komando aparat kepolisian yang mengatur lalulintas.

Baca Juga:  15 Personel Paskibra Penanggalan 2023 Dikukuhkan

Salah seorang sopir mengaku bernama Memet kepada antaran mengatakan, pihaknya sudah beberapa jam menunggu antrian. Kendatipun jenuh, namun harus tetap sabar demi membebaskan nasib banyak orang.

“Dari tadi kami antri bang, menunggu giliran buka tutup. Ngak masalah, kami tau dan harus sabar karena sedang ada proses pembersihan material bencana banjir bandang,” kata Memet.

Menurut Memet, mungkin kita hanya dihadapkan dengan kondisi kesabaran, sementara saudara-saudara kita menanggung beban penderitaan, harta benda dan pikiran. Mudah-mudahan cobaan ini cepat berakhir hendaknya.

Baca Juga:  Advokat : Simeulue Ingin Membangun, Tetapi Tersandung Izin Galian C

Penduduk setempat, Junaidi mengatakan, peristiwa banjir dan banjir bandang yang menimpa kecamatan Trumon Tengah merupakan terparah sepanjang sejarah.

“Setahu saya, walaupun disebut Trumon wilayah langganan banjir, namun belum pernah banjir dan banjir bandang separah kali ini. Mudah-mudahan ini yang pertama dan yang terakhir untuk selama-lamanya,” pungkas Junaidi.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.