Realisasi Imunisasi Polio Tahap Dua di Abdya Capai 99,5%

Kepala Dinas Kesehatan Abdya, Safliati SST M.Kes
Bagikan:

“Pemberian imunisasi Polio kepada anak yang berjalan dengan maksimal itu tidak terlepas peran aktif para petugas medis yang terjun langsung ke lapangan, baik ke desa hingga ke sekolah,” tuturnya.

Jurnalis : Agus

ANTARANNEWS.COM|BLANGPIDIE -Realisasi capaian pemberian imunisasi Polio kepada anak 0-12 tahun untuk tahap dua di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) mencapai 99,5%. Angka tersebut berdasarkan data cakupan kumulatif sub PIN Polio Abdya putaran kedua per tanggal 28 Februari.

Kepala Dinas Kesehatan Abdya, Safliati SST M.Kes kepada wartawan Rabu (01/03/2023) menyebutkan, dari total keseluruhan target pemberian imunisasi Polio kepada 31.868 anak di 9 kecamatan dan 152 desa, capaian realisasi di lapangan sangat memuaskan yakni mencapai 99,5%.

Meski telah mencapi angka 99,5%, upaya pemberian imunisasi Polio tahap dua kepada target yang hanya tinggal sebanyak 0,5% terus dilakukan. “Sejauh ini pelaksanaan pemberian imunisasi Polio di lapangan berjalan dengan lancar. Tim kami terus bergerak ke lapangan agar capaiannya bisa 100%,” ujarnya.

Baca Juga:  Pasca Ambruk, Pj Bupati Simeulue Resmikan Jembatan Desa Lalla Bahagia

Disebutkan, data di Puskesmas Lembah Sabil tercatat sasaran 2.285 anak, Puskesmas Manggeng sebanyak 3.318, Puskesmas Bineh Krueng sebanyak 900, Puskesmas Tangan-Tangan sebanyak 2.313, Puskesmas Lhang sebanyak 1.544, Puskesmas Blangpidie 3.817, Puskesmas Susoh sebanyak 3.446.

Selanjutnya, Puskesmas Sangkalan sebanyak 1.335, Puskesmas Alue Sungai Pinang sebanyak 2.500, Puskesmas Alue Pisang sebanyak 2.161, Puskesmas Kuala Batee sebanyak 3.103, Puskesmas Babahrot sebanyak 3.446 dan Puskesmas Ie Merah sebanyak 1.700 anak.

Sementara itu, capaian persentase imunisasi Polio tahap dua pada 13 Puskesmas yang tersebar dalam wilayah Abdya, Puskesmas Alue Pisang berada diperingkat teratas dengan capaian 106,2%, peringkat kedua Puskesmas Blangpidie yakni 105,9%, disusul Puskesmas Manggeng diperingkat ketiga yakni 102,0%, peringkat keempat Puskesmas Lembah Sabil sebanyak 101,1%.

Baca Juga:  Pj Gubernur Minta Rehabilitasi Venue PON Aceh Barat Selesai Tepat Waktu

Selanjutnya Puskesmas Babahrot dengan capaian 100,2%, Alue Sungai Pinang 100,1%, Puskesmas Lhang 98,1%, Puskesmas Bineh Krueng 97,9%, Puskesmas Kuala Batee 97,7%, Puskesmas Sangkalan 96,9%, Puskesmas Susoh 95,3%, Puskesmas Tangan-Tangan 94,4% dan Puskesmas Ie Mirah 84,9%.

“Pemberian imunisasi Polio kepada anak yang berjalan dengan maksimal itu tidak terlepas peran aktif para petugas medis yang terjun langsung ke lapangan, baik ke desa hingga ke sekolah,” tuturnya.

Imunisasi Polio sangat bermanfaat untuk menguatkan imunitas anak terhadap virus polio. Vaksin anak dapat menekan risiko tertular virus Polio hingga dewasa. Bila sudah mendapatkan vaksin Polio saat berusia 0-12 tahun, orang dewasa pada umumnya tidak lagi memerlukan imunisasi.

Baca Juga:  Terkait SKA Kopi, Tim Kemendag Berkunjung Ke Kabupaten Bener Meriah

Polio adalah nama umum untuk penyakit Poliomyelitis, yang berarti peradangan tulang belakang. Dulu orang-orang menyebutnya sebagai kelumpuhan anak-anak. Tapi Polio tidak hanya menyerang anak-anak. Polio rentan menjadi epidemi dan menyebabkan kematian dalam jumlah besar.

Banyak penyintas Polio yang harus cacat permanen seumur hidup. Terdapat tiga virus penyebab Polio. Virus ini menyebar lewat kontak dengan penderita, sekresi oral dan nasal misalnya air liur dan ingus, serta kontak dengan feses yang terkontaminasi. Virus Polio masuk ke tubuh lewat mulut dan terus berlipat ganda sepanjang perjalanannya hingga sampai ke saluran cerna.

Dengan pemberian imunisasi Polio kepada anak, bukan hanya anak tersebut yang menerima manfaatnya. Keluarga si anak juga akan mendapatkan manfaat secara ekonomi karena bisa mengurangi risiko pengeluaran biaya di masa mendatang untuk mengobati penyakit Polio.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.