Realisasi Penyaluran Dana Kute di Agara Capai Rp.159, 390 M

Realisasi Penyaluran Dana Kute di Agara Capai Rp.159, 390 M. ANTARAN/Istimewa
Bagikan:

“Jadi masih terdapat 351 desa lagi yang belum mengajukan permohonan kepada pihak BPKD Aceh Tenggara,” tandas Syukur Selamat.

Jurnalis: Fandi

ANTARAN | KUTACANE – Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD), Syukur Selamat Karo-karo menegaskan, sampai minggu pertama Juni 2024 ini, total dana kute yang telah disalurkan mencapai Rp. 159,390 miliar.

Pernyataan tersebut disampaikan Syukur, saat mengikuti acara pertemuan di kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara Kutacane, pada Jumat (07/06/2024) lalu.

Penyaluran dana Kute tahun 2024 di Kabupaten Aceh Tenggara, per 7 Juni 2024 telah mencapai Rp.159,390 miliar atau sebesar 54,83% dari pagu yang ditetapkan yakni sebesar Rp. 272,46 miliar. Realisasi dana kute tersebut, terdiri tahap I untuk Nonearmark Rp. 52.855.057.000 dan Earmark Rp. 84.590.679.600 atau senilai Rp137.445.736.600.

Baca Juga:  Tingkatkan Mutu Pendidikan, MPD Abdya Adakan Penguatan Kapasitas Komite Sekolah

Pada tahap II ini, untuk Nonearmark sudah terealisasi sebesar Rp. 7.552.809.000 dan Earmark senilai Rp4.391.988.800 untuk 34 kute dari 5 kecamatan yakni , Bambel, Lawe Bulan, Darul Hasanah, Badar, dan Deleng Pokhkisen.

“Jadi masih terdapat 351 desa lagi yang belum mengajukan permohonan kepada pihak BPKD Aceh Tenggara,” tandas Syukur Selamat.

Terpisah , Pj. Bupati Aceh Tenggara Drs. Syakir, M.Si, mengapresiasi capaian penyaluran dana Kute tersebut dan berjanji akan memberikan penilaian kinerja terbaik bagi OPD BPKD, DPMK dan para camat, jika mampu menyalurkan dari RKUN ke RKUD seluruh dana kute pada minggu terakhir Juni 2024 yang merupakan momentum hari jadi Kabupaten Aceh Tenggara yang ke-50.

Baca Juga:  Pj Bupati Syakir Bagikan Paket Bansos di Agara

Kepala KPPN Kutacane, Deni Haryono mengatakan, penyaluran dana kute masih sesuai jadwal dan tidak ada keterlambatan.
Bahkan, dengan capaian tersebut dan diprediksi akan tumbuh 25,83% dari realisasi pada tahun 2023 yang lalu.

“Optimisme tersebut dikarenakan penetapan APBD 2024 lebih cepat dari tahun lalu, ditambah adanya penyesuaian tahapan penyaluran dana Kute reguler yang semula dilakukan 3 tahap dan kini menjadi 2 tahap seperti kute mandiri, sehingga kinerja realisasi penyaluran dana desa lebih tinggi dibandingkan tahun 2023,” sebut Deni Hariyono.

Baca Juga:  RSUTP Abdya Perlu Gedung Rawat Inap Baru

Kepala KP2KP Kutacane menambahkan, di semester pertama ini, capaian pembayaran pajak di kantor KP2KP tercatat sebesar Rp. 796,6 juta dan setoran tersebut didominasi pajak dana kute dari 132 kute senilai Rp. 550 juta, dari 385 desa yang telah menerima dana kute tahap pertama.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.