Rekrut PPK dan PPS Gunakan Sistem CAT, Wakil Ketua DPRK Abdya Beri Apresiasi

Wakil ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Barat Daya (Abdya), Hendra Fadli SH. ANTARAN / SYAMSURIZAL
Bagikan:

“Ini adalah awal yang baik menuju Pemilu yang jujur dan adil. Kalau menual pasti akan ada intervensi dan itu tidak baik,” sebutnya.

Jurnalis : Syamsurizal

ANTARANNEWS.COM|BLANGPIDIE – Wakil ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Barat Daya (Abdya), Hendra Fadli SH mengapresiasi sistem yang digunakan penyelenggara Pemilu 2024 dengan menggunakan sistem Computer Asisten Tes (CAT) untuk pengrekrutan badan Adhoc yakni Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Penitia Pemunggutan Suara (PPS).

“Saya apresiasi dan ini merupakan sistem yang sudah sangat mantap,” kata Hendra Fadli saat dimintai tanggapannya oleh antarannews.com, di ruang kerjanya, Rabu (04/01/2023).

Baca Juga:  Wakil Ketua DPRK Abdya Minta Pemkab Transparan Dalam Merekrut Tenaga Kontrak

Menurut politisi Partai Aceh (PA) ini, dengan menggunakan sistem CAT, maka dinilanya proses pengrekrutan sudah sangat adil, objektif dan transparan tanpa adanya intervensi dari pihak manapun. Sebab hasil yang keluar sesuai dengan kemampuan masing-masing individu.

“Ini adalah awal yang baik menuju Pemilu yang jujur dan adil. Kalau menual pasti akan ada intervensi dan itu tidak baik,” sebutnya.

Dia berpendapat, jika prosesnya secara manual tidak bisa dipungkiri adanya peluang campur tangan langsung manusia, dan ini akan menyebabkan gesekan-gesekan yang semua tentu tidak menginginkannya.

Baca Juga:  Tanpa Papan Nama, Proyek Aspal Goreng di Kota Sinabang Dipertanyakan

“Kalau ada campur tangan langsung biasa jih ka meucawoe but (kalau ada campur tangan langsung pasti sudah tidak beres lagi sebuah pekerjaan,” ucap dia.

Intinya, lanjutnya, digitalisasi sangat benar dan tepat sebagai jawaban dalam mewujudkan pemerintahan yang baik di segala lini, termasuk proses pengrekrutan PPK dan PPS. Sebab, dengan menggunakan sistem CAT ini tentu komisioner juga akan terlepas dari intervensi pihak tertentu yang biasanya suka nitip-nitip.

Baca Juga:  Sudah 24 Jam Lebih, Puluhan Rumah di Keude Siblah Abdya Gelap Gulita

“Paling tidak peluang titip menitip itu sudah terminimalisir oleh digitalisasi dan juga dapat menepis prasangka buruk dari masyarakat terhadap Komisioner KIP,” sebutnya.

Pada dasarnya, lanjut Hendra Fadli, semua masyarakat punya kesempatan yang sama walau tanpa ada beking-beking politik. Jadi dengan menggunakan sistem CAT ini tentu siapapun yang lulus berarti memang dia punya kapasitas di bidang tersebut.

“Sehingga tidak ada yang merasa dirugikan. Sebab, sudah melalui mekanisme yang fair dan ilmiah. Maka, kita sangat mengapresiasi sistem pengrekrutan yang dilaksanakan penyelenggara,” katanya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.