RS Pratama Aceh Selatan Cendera Mata Dipenghujung Kepemimpinan Tgk Amran

Koordinator PUKAT Aceh, Deri Friadi (Kiri) saat menyampaikan statemen tentang RS-Pratama. (Kanan) Kadis Kesehatan Aceh Selatan, Fakhrijal, M.Kes. Foto: ANTARAN/Istimewa
Bagikan:

“Bupati Aceh Selatan Tgk Amran meninggalkan cendera mata yang sangat berharga dan bermanfaat bagi seluruh masyarakat di penghujung kepemimpinannya,” ujar Dedi Friadi, Koordinator PUKAT Aceh.

Liputan Khusus: Sudirman Hamid

ANTARAN|TAPAKTUAN – Bak kata pepatah, pucuk dicinta ulam pun tiba, sejak lama didambakan akhirnya terwujud dan kesampaian dengan nyata. Seumpama itulah kehadiran Rumah Sakit (RS) Pratama yang dibangun di kecamatan Kluet Selatan dalam mempercepat pelayanan kesehatan masyarakat.

Statemen itu disampaikan koordinator Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Pusat Kajian Analisis Transaksi (PUKAT) Aceh, Deri Friadi, berkenaan terakomodirnya pembangunan RS-Pratama type C di Kluet Selatan.

“Bupati Aceh Selatan Tgk Amran meninggalkan cendera mata yang sangat berharga dan bermanfaat bagi seluruh masyarakat di penghujung kepemimpinannya. Ini benar-benar menggugah perhatian dan empati bagi publik,” ujar Dedi Friadi kepada antaran, Rabu (17/5/2023) di Tapaktuan.

Langkah brilian bupati Aceh Selatan untuk peningkatan kualitas dan mempersingkat rentang kendala pelayanan kesehatan bagi warga Kluet Raya, Bakongan Raya dan Trumon Raya sebelum dirujuk ke RSUD-YA Tapaktuan sebagai rumah sakit type B sangat diharapkan masyarakat sejak puluhan tahun.

Baca Juga:  Tim Verifikasi Kwarda Pramuka Aceh Silaturahmi Dengan Pj Bupati Abdya

Harapan tersebut, kata Deri Friadi, tidak hanya berpusar bagi masyarakat di kawasan itu saja tetapi menyeluruh di seluruh penjuru Aceh Selatan. Artinya, apabila sudah dibangun RS-Pratama dengan sendirinya RSUD-YA lebih pokus menampung pasien rujukan dari berbagai daerah di pantai Barat-Selatan.

Menurut PUKAT Aceh, dengan terwujudnya pembangunan RS-Pratama di Kluet Selatan, secara otomatis Amran telah berperan aktif untuk gerakan pengembangan wilayah dan peningkatan perekonomian rakyat.

“Keberhasilan membangun RS-Pratama butuh perjuangan panjang dan kegigihan pimpinan agar mendapat kepercayaan pemerintah pusat. Upaya dan kerja keras Tgk Amran patut disyukuri dan diapresiasi sebagai ole-ole terakhir untuk merealisasi aspirasi masyarakat, saat ini hingga masa sepan,” tandas Deri Friadi.

Sementara itu, tokoh pemerhati kebijakan pemerintah Aceh Selatan, Teuku Mudasir turut angkat bicara, ia mengatakan pembangunan RS-Pratama di Kluet Selatan salah satu cemeti dalam menata kemajuan daerah.

Baca Juga:  Kualitas dan Pelayanan Kesehatan Prioritas Nomor "Wahet" Di Aceh Selatan

“Jujur saya sampaikan, saat ini lembaga pelayanan kesehatan Kabupaten Aceh Selatan mengalami peningkatan dratis, berkualitas dan dilengkapi persediaan tenaga medis professional. Ditambah terobosan baru terakomodirnya pembangunan RS-Pratama yang patut diacung jempol. Untuk tahap awal saja menggelontor dana sebesar Rp 44 milyar,” ulas Teuku Mudasir yang kental disapa Cek Mu.

Bobot dan ketangguhan pemerintah daerah dalam upaya membangun RS-Pratama di wilayah Kluet Selatan termasuk sebuah prestasi dan kemapuan menerobos pemerintah pusat. Harapan kita, Cendera mata terakhir bupati Aceh Selatan itu benar-benar dilaksanakan dengan baik dan difungsikan secara benar, harap Cek Mu.

“Saya yakin ole-ole Tgk Amran ini akan menjadi sejarah baru hingga dikenang sepanjang masa oleh masyarakat. Semoga menjadi unsur pengingat dan cacatan penting dari generasi ke generasi,” imbuhnya.

Baca Juga:  Transaksi Sabu, Seorang Sopir di Aceh Selatan Dibekuk Polisi

Sebagaimana diketahui, RS-Pratama merupakan institusi pelayanan kesehatan sebagai penyelenggara pelayanan kesehatan perorangan untuk umum. Menyediakan pelayanan rawat inap, perawatan rawat jalan dan pelayanan gawat darurat oleh tenaga medis menuju Aceh selatan Sehat, maju dan hebat.

Kepada antaran, kadis Kesehatan merangkum prospek pembangunan RS Pratama bersumber dari dana DAK Fisik tahun 2023 senilai Rp 44.093.671.000 melalui DPA Dinas Kesehatan. Dengan konsep kapasitas 30 sampai 50 Tempat Tidur (TT) seluas 4.900 M2 diatas hamparan lahan lima hektare.

“Pembangunan RS Pratama dikerjakan PT. Putra Indo Manunggal KSO dengan durasi waktu pekerjaan 245 hari kalender. Pembangunan RS Pratama memiliki konsep perencanaan berkelanjutan hingga tahun 2025 mampu dibangun 100 TT,” sergah Fakhrijal.

Pantauan media, prosesi peletakan batu pertama diiringi gelaran santunan anak yatim dan yatimah di kawasan itu serta penepung tawar (peusijuk) para pekerja bangunan dengan tujuan mendapat keberkahan, sukses dan lancar. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.