Santri Usia Pendidikan Dasar Mengikuti Uji Kesetaraan Paket A Berbasis Komputer di Aceh Selatan

Peserta Paket A dan B mengikuti ujian akhir sumatif dan Uji Kesetaraan  berbasis komputer di SMPN I Tapaktuan, Aceh Selatan, Senin (27/5/2024). ANTARAN/Sudirman Hamid.
Bagikan:

“Anak-anak yang mengikuti pendidikan agama dan berusia Sekolah Dasar diberi kesempatan memperoleh ijazah melalui Uji Kesetaraan Paket A,” kata Yuli Chandra.

Jurnalis : Sudirman Hamid

ANTARAN|TAPAKTUAN – Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Muntaqa Batu Itam, Tapaktuan, Kabupaten Aceh Selatan menggelar ujian akhir sumatif dan Uji Kesetaraan (UK) jenjang SD (paket A) dan SMP (Paket B) di SMPN I Tapaktuan, Senin (27/5/2024).

Koordinator Pelaksana PKBM Muntaqa Tapaktuan, Yuli Chandra menyebutkan, sebelum menggelar ujian akhir sumatif dan Uji Kesetaraan Paket A dan B, pihaknya sudah merampungkan ujian Paket C (jenjang SLTA) terhadap 17 siswa-siswi pada tanggal 20 sampai 23 Mei 2024.

“Bagi peserta Paket C dan B, PKBM Muntaqa menempuh proses belajar mengajar tatap muka sebanyak dua hingga tiga kali pertemuan seminggu,” ujar Yuli Candra saat diwawancarai antaran di lokasi Uji Kesetaraan.

Menurut dia, anak didik jenjang Paket A yang masih mengenyam pendidikan agama dan belum memiliki ijazah Sekolah Dasar ditempa proses belajar mengajar tatap muka secara rutin sesuai kalender pendidikan. Mereka hadir seperti murid-murid SD umumnya.

Uji kesetaraan yang dilaksanakan PKBM Muntaqa berbasis komputer dan tidak kalah saing dengan pelajar-pelajar setingkatnya. PKBM bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Selatan membuka peluang kepada generasi muda untuk mendapatkan kelayakan Pendidikan sebagaimana diatur Perundang-undangan, ulasnya.

“Peserta Uji Kesetaraan Paket A berjumlah lima pelajar, sedangkan Paket B sebanyak enam orang. Kegiatan ujian turut diawasi dan dipantau jajaran Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) serta unsur Dinas Pendidikan Aceh, semoga hasilnya baik, sukses dan lancar,” imbuh Yuli Chandra.

Kepala Disdikbud Aceh Selatan Akmal AH, S.Pd melalui Kepala Bidang (Kabid) PAUD dan Pendidikan Non Formal (PNF) Reka Yulianti, SE yang dikonfirmasi mengakui di Aceh Selatan ada dua lembaga pendidikan non formal resmi, yaitu PKBM AL Farisy Pasie Raja dan Muntaqa Tapaktuan.

“Kedua PKBM ini sudah melangsungkan proses belajar mengajar sebagaimana tuntutan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Teknologi dan Riset Republik Indonesia. Legalitasnya sudah teruji dan memenuhi kepatutan,” papar Reka Yulianti.

Pihaknya menghimbau, bagi masyarakat Aceh Selatan yang belum mendapat informasi seputar pendidikan non formal dan berminat mengikuti proses belajar mengajar Paket A, B dan C kami persilakan menghubungi Disdikbud.

“Kami selalu siap memfasilitasi, memberi arahan dan mensosialisasikan kepentingan-kepentingan warga terhadap kemajuan dan peningkatan pendidikan dalam rangka mencerdaskan anak bangsa,” pungkasnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.