Sejak Awal Ramadan, Pedagang Takjil Menjamur di Abdya

Pedagang takjil menjajakan ragam jenis makanan dan minuman untuk persiapan berbuka puasa di kawasan Kota Blangpidie, Abdya. Foto direkam Minggu (17/3/2024). ANTARAN/Agus
Bagikan:

“Omzet berjualan makanan dan minuman untuk berbuka sehari-hari bisa mencapai ratusan ribu. Jumlah itu lebih tinggi, jika dibandingkan dengan hasil berjualan di luar Ramadan,” ujarnya.

Jurnalis: Agus

ANTARAN|BLANGPIDIE – Sejak awal memasuki bulan Ramadan 1445 hijriah, pedagang takjil mulai menjamur di sejumlah lokasi dalam Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya).

Amatan wartawan, Senin (18/03/2024), para pedagang takjil ini lebih cenderung memanfaatkan pusat keramaian untuk menggelar lapak takjil, seperti pasar, di pinggir jalan hingga lokasi objek wisata.

Para pedagang musiman tersebut menjajakan berbagai jenis makanan dan minuman untuk berbuka puasa. Terutama makanan khas Abdya yang beraneka ragam serta menggugah selera.

Sejumlah ruas jalan yang ramai oleh lapak pedagang musiman, antara lain Jalan H.Ilyas, Jalan Sentral, Jalan Persada, Jalan Kesehatan, Jalan Pendidikan, Jalan Pramuka dan Jalan Ataqwa. Dimana sejumlah jalan tersebut masih dalam seputaran Kota Blangpidie.

Baca Juga:  Hari Pertama Puasa, Pedagang Takjil di Kluet Tengah Panen Rezeki

Tidak kalah dengan suasana di Kota Blangpidie, pedagang takjil musiman juga ramai di kawasan Babahrot, Kuala Batee, Jeumpa, Susoh, Tangan-Tangan, Pasar Manggeng dan Lembah Sabil. Selain itu, pedagang takjil musiman juga menjajakan jajanan tradisional seperti kue lapis dan lainnya.

Tak hanya itu, pada titik-titik tertentu banyak juga pedagang musiman yang menjajakan makanan, minuman dan jajanan dari berbagai daerah di nusantara, karena Abdya memiliki warga yang heterogen. Kondisi serupa juga terjadi di kampung-kampung disembilan kecamatan dalam kabupaten setempat.

Rahmi, salah seorang pedagang musiman mengaku, berjualan makanan di bulan Ramadan sangat menguntungkan. Karena selain memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam mendapatkan makanan untuk berbuka, biasanya keuntungan di bulan Ramadan juga lebih banyak.

Baca Juga:  Berikan Rasa Nyaman, Polres Aceh Selatan Patroli di Sejumlah Objek Wisata

Hal itu terjadi, karena animo masyarakat untuk berbelanja di bulan Ramadan jauh lebih tinggi dibandingkan dengan bulan-bulan lainnya.

“Omzet berjualan makanan dan minuman untuk berbuka sehari-hari bisa mencapai ratusan ribu. Jumlah itu lebih tinggi, jika dibandingkan dengan hasil berjualan di luar Ramadan,” ujarnya.

Sementara itu Salmi warga Kecamatan Susoh kepada wartawan saat membeli menu takjil mengatakan, mendukung sepenuhnya kegiatan para pedagang takjil musiman itu.

Menurutnya, selama ini para pedagang musiman itu selalu meramaikan bulan Ramadan dengan aneka menu berbuka puasa yang mereka jajakan. Mereka juga tidak diharuskan memiliki izin berjualan, sebab tidak mengganggu arus lalulintas.

Selain itu, keberadaan pedagang tersebut juga sangat membantu masyarakat, terutama ibu rumah tangga yang bekerja. Namun ada juga pedagang yang menjual berbagai jenis lauk pauk, terutama untuk mereka yang tidak sempat memasak untuk berbuka puasa dan sahur.

Baca Juga:  Penobatan Agam Inong Aceh 2022 dan Pentas Pemilihan Duta Wisata Indonesia

Selama lokasi yang digunakan berjualan tidak mengganggu keamanan dan ketertiban umum yang boleh-boleh saja. Apalagi keberadaan mereka sangat membantu masyarakat lainnya, selain itu mereka juga akan terbantu dengan penghasilan yang didapat. Banyak orang berpuasa sambil menunggu buka puasa tiba mereka melakukan ngabuburit.

“Terkadang orang memilih untuk membeli takjil untuk berbuka puasa di tepi jalan. Mungkin karena waktu yang tidak memungkinkan untuk masak sepulang kerja, jadi alternatif takjil memang sangat membantu dan harganya pun cukup terjangkau,” tuturnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.